Awalnya Curhat

Awalnya Curhat
Enam


__ADS_3

Minggu pagi, Nesya masih asik dalam tidur nya yang terlihat sangat lelap. Musik akustik selalu menemani tidurnya setiap malam, ia sangat suka hal itu.


"Caca". Suara ketukan dipintu kamarnya terdengar jeas di telinga, namun ia enggan walaupu hanya sekedar membuka matanya.


"Caca bangun sayang, papa masuk ya". Irwan, papa Nesya mambuka pintu kamar anak gadis nya dengan perlahan.


Ia memandang gadis manis yang selalu lama ia tinggal untuk bekerja, rindu rasanya bercanda ,ngobrol bareng putri semata wayangnya.


"Caca bangun yu, kita ke mall. Papa rindu jalan jalan bareng caca". Irwan, mengusap lembur rambut putrinya.


"Beneran pa, janji ya. Sekarang Caca mandi dulu papa silahkan keluar". Nesya langsung membuka matanya dan bangun mendorong Indra pelan menuju pintu kamarnya.


"Dihh dasar perempuan, masalah belanja aja gesit". Omel Indra saat Nesya sudah menutup pintu kamarnya.


Indra tersenyum tipis, putrinya dari dulu selalu ceria tapi ia selalu penasaran dengan apa yang terjadi di setiap harinya pada putri semata wayangnya.


Dengan senyum sumringah Nesya menuruni tangga, dres selutut berwarna soft blue sangat cocok dengan kulit nya yang putih.


"Papa ayo". Nesya memeluk Indra penuh kasih sayang.


"Mau kemana Pa , Ca?". Tanya Dewi yang sedang santai memunum segelas teh hangat di ruang keluarga. Dimana Indra pun duduk di sampingnya.


"Papa mau ngajak Caca ke mall, mama ikut yuk biar makin seru". Nesya duduk di antara Indra dan Dewi.


"Gak bisa, udah ada janji kan Ca". Ujar Dewi santai, ia kini fokus pada ponsel yang di genggamnya.


"Janji? Mama mau kemana?". Tanya Indra penasaran.


"Bukan mama tapi Caca. Dia udah janji mau pergi sama Kenzie". Jawab Dewi santai.

__ADS_1


Nesya membulatkan matanya, sungguh ia dibuat terkejut oleh apa yang di ucapkan oleh Dewi. Bisa bisanya Dewi membuat janji tanpa persetujuan Nesya.


"Kenzie?. Siapa Kenzie?". Tanya Indra kembali. Sebegitu banyak hal yang Indra lewatkan tentang putrinya.


"Ma, kapan Caca bikin janji sama Kenzie?, please lah ma Caca kangen sama papa, caca pengen jalan jalan sama papa". Wajah Nesya berubah murung.


"Pa, Kenzie itu pacar Nesya. Dia pinter loh pa, jago renang lagi". Dewi menjelaskan sosok kenzie pada Indra dengan penuh antusias.


"Gak enak kan ca membatalkan janji gitu aja, lagian Kenzie bentar lagi sampai". Sambung Dewi tanpa peduli suasana hati putrinya.


"Caca gak jadi pergi, caca pengennya jalan jalan sama papa kali ini aja mah". Nesya berdiri dari duduknya lalu berlari menyusuri tangga.


"Nesya, kamu jangan bikin mama malu ya". Ucap Dewi dengan mada tinggi.


"Kan mama yang bikin janji sama Kenzie, yaudah mama aja yang jalan sama Kenzie. Lagian mama kok bisa sih menjanjikan sesuatu yang Caca sendiri gatau". Ucap Nesya di ujung tangga.


Indra terkejut dengan sikap Dewi yang berubah, Indra tak pergi meninggalkan mereka selama bertahun tahun. Namun, ia hanya punya waktu satu atau dua hari di rumah.


Indra tak berani memarahi Dewi atas sikapnya ataupun membujuk putrinya, karena ia belum tau siapa yang benar dan salah dalam hal ini.


Tak lama benar apa yang di ucapkan Dewi suara motor terdengar berhenti tepat di depan rumah mereka. Dewi dengan wajah sumringah menyambut seorang pria tampan dengan tubuh tinggi dan atletis.


"Selamat pagi Tante, om". Kenzie tersenyum ramah kepada kedua orangtua Nesya.


"Duduk Nak Kenzie. Bentar ya tante panggil Caca dulu". Ucap Dewi. Die menghampiri Indra yang kini duduk di ruang makan sorang diri.


"Pa bujuk Caca dong supaya dia mau jalan sama Kenzie". Dewi memohon pada suaminya.


Indra hanya diam, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Menuruti istri atau anaknya, Indra dilema dengan posisinya kali ini.

__ADS_1


Tanpa disangka Nesya turun mdari kamarnya menghampiru Kenzie dan memintanya untuk segera berangkat sebelum Indra dan Dewi berselisih pendapat masing masing. Meskipun ia telah merasakan perubahan sikap mamanya terhadap dirinya, tapi ia tak mau membuat Mama dan Papa nya bertengkar hanya karena perbuatannya.


Kenzie pamit pada Indra dan Dewi untuk membawa putri mereka berjalan jalan kali ini. Dewi menunjukan wajah bahagia melihat putrinya di gangdeng oleh kekasihny Kenzie.


Jalanan di hari weekend memang selalu ramai dengan sepasang kekasih yang saling berboncengan di atas kendaraan roda dua.


Meski dalam hati penasaran namun Nesya diam seribu bahasa, ia tak mau menanyakan pada Kenzie kemana pria itu akan membawa dirinya.


"Ca,kamu happy?". Tanya kenzie berusaha menggenggam tangan kekasihnya


Padahal malam harinya hubungan mereka masih baik baik saja, Kenzie berpikir bahwa Nesya akan bahagia ia ajak jalan jalan kali ini. Sudah lama sekali setelan berita tentang kedekatan Kenzie dan Dini mereka tidak pernah berjalan jalan berdua lagi.


"Ca, kenapa sih?. Marah?". Tanya Kenzie kembali karena ia tak mendapati jawaban dari Nesya.


"Ya jelas, kenapa kamu gak langsung ngomong sama aku, kenapa harus sama mama?. Aku udah happy banget mau jalan jalan sama papa, aku udah lama loh Ken gak menghabiskan waktu sama papa". Jawab Nesya panjang lebar, ia menjelaskan kekesalannya pada kekasihnya.


"Ya aku mana tau kalau papa kamu pulang, lagian bukan aku yang minta jalan jalan sekarang. Tapi tante Dewi, mama kamu". Ucap Kenzie membuat Nesya menghela nafas berat.


Semakin hari sikap dewi semakin seenaknya, membuat Nesya kesal. Namun Nesya selalu berusaha mereda emosinya karena tau tak baik melawan orang tua.


Kezie dan Nesya berhenti di sebuah Danau yang sedang viral di daerah tersebut, benar saja hari weekend seperri sekarang tempat ini sangat ramai.


...****************...


"Ma, mama kenapa maksa Nesya?". Indra mengejar Dewi yang berjalan menuju halaman belakang tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya.


"Ma?. Jawab papa, Nesya itu putri papa juga. Papa gak mau melihat Nesya tertekan dengan semua ini ma". Indra menahan langkah Dewi dengan menggenggam tangan istrinya.


"Mama sengaja ngatur waktu hari ini supaya Kenzie dan Nesya kembali dekat. Papa tau kemarin Erwin sengaja mendekatkan Nesya dengan teman sekalas nya, Egril. Dia gak mikir apa? Dia juga kan tau Nesya udah punya Kenzie". Jawab Dewi dengan mimik wajah juteknya.

__ADS_1


"Terus kenapa kalau Nesya dekat sama Egril?, kenapa mama sepertinya suka sekali kalau Nesya sama pria yang tadi?". Tanya indra kembali.


"Papa tanya kenapa? Mama gak kenap Egril, dan mama sudah terlajur srek sama Kenzie. papa Faham kan". Jawab Dewi, ia kembali berjala meninggalkan suaminya.


__ADS_2