
Suatu hari di kekaisaran bagian timur, tepatnya di sebuah Istana putih kediaman utama Duke Chalestiene. seorang pria tua dengan langkah tergesa-gesa berjalan menujuh sebuah kamar yang di huni oleh seorang pemuda berusia 16 tahun yang masi setia bergulat dengan selimut tebalnya.
Bahkan suara dari langkah kaki dan ketukan pintu sama sekali tidak mengganggu tidurnya. Pria tua yang tadi masuk hanya bisa menghelah nafas sambil mengeluarkan jam yang mirip sebuah kompas dari saku bajunya yang kini telah menunjukan jam tujuh pagi.
Maka dari itu, dengan lembut dan hati hati, dia mencoba menarik selimut tebal yang di gunakan pemuda itu yang merupakan tuan mudanya.
Merasa tidurnya terganggu, pemuda itu menggeliat semakin menenggelamkan kepalanya ke dalam selimut, bergumam sambil melambaikan tangannya mengusir orang yang mengganggu tidurnya.
"Tuan muda, sampai kapan anda akan tertidur? ini sudah waktunya anda bangun." ujar pria tua itu yang masi begitu setia berdiri menunggu pemuda di hadapannya.
Beberapa pelayanan wanita masuk membawakan sebuah baskom yang berisikan air hangat. salah satu dari mereka segera membuka gorden membiarkan cahaya matahari masuk ke dalam ruangan yang sedikit gelap itu. Karena merasa silau dan hangat sekaligus membuat pemuda itu bangun sambil mengucek matanya.
"Jam berapa sekarang? mengapa kau sangat suka mengganggu orang yang sedang tidur." tanya pemuda itu sambil menguap mencoba menjernihkan pikirannya.
Pria tua yang merupakan seorang kepala pelayan, tersenyum, membalas ucapan pemuda itu "tuan muda Axel, sekarang sudah jam 07.12 menit. anda harus bangun untuk menyelesaikan agenda anda tuanku"
Pemuda yang bernama Axel itu sedikit tersentak lalu menatap sekelilingnya dengan ekpresi yang tidak bisa di baca, mengabaikan ucapakan pria itu dan kembali membenamkan kepalanya ke dalam selimut.
"Aku masi mengantuk, bangunkan aku sejam lagi." setelah mengatakan itu, suara dengkuran yang halus terdengar di ruangan yang kini menjadi hening.
Para pelayan yang melihat itu saling memandang satu sama lain dengan kebingungan. karena ini adalah keinginan tuan mudanya, mau tak mau pria tua itu mengangguk memberikan isyarat kepada para pelayanan untuk segera keluar agar tuannya bisa tidur dengan nyenyak, dan tidak membiarkan siapapun masuk sebelum ada panggilan dari tuannya.
Setelah para pelayan keluar.
Aku membuka mata tidak mempedulikan etika dan langsung berlari ke arah sebuah pintu yang aku yakini adalah sebuah kamar mandi. aku mulai berhenti ketika aku merasakan nafasku yang tersendak di kerongkonganku.
__ADS_1
"Hosh... Hoshh..." dadaku terasa sesak.
Saat aku menunduk, seuntai rambut berwarna perak jatuh ke wajahku. aku terkejut, mengangkat kepala menatap ke arah cermin besar yang menampilkan sosokku yang terlihat acak acakan.
Rambutnya berwarna perak sebahu, sunggu berbeda dengan rambut hitam aslinya. bahkan kulitnya terlihat begitu putih mulus dan terlihat begitu pucat, lalu mata amber-keemasan yang menatap tajam ke arah pantulannya, dengan bulu mata lentik serta alisnya yang begitu tebal dan tajam.
Ini jelas jelas bukan wajahku! ini berbeda dengan wajahku sebelumnya, siapa dia?!?
Apa aku sedang bermimpi? tidak, itu tidak mungkin, lucid dream bahkan tak akan senyata ini, bahkan tubuhnya terasa sakit... ini jelas bukan mimpi!
Aku menatap sekelilingku mencoba menyusun puing-puing ingatanku. jika tidak salah tadi, pelayan tua itu memanggilnya Axel. apa aku menjadi Axel Calesthene? bukankah itu adalah nama karakter tidak penting dari novel terakhir yang aku baca tadi malam sebelum tidur?
"Apa ini semacam kehidupan kedua setelah kematian?" tetapi tidak ada alasan untuk dirinya mati.
Aku mengacak acak rambutku. Normalnya dia akan panik, tetapi, sudah begitu banyak hal aneh yang terjadi di dalam hidupku jadi aku hanya bisa menerima kenyataan bahwa aku telah bereinkarnasi kedalam novel menjadi karakter Axel Chalestiene.
"setelah di pikir pikir bukankah ini sedikit buruk?" aku mengusap wajahku dengan kasar.
Sebelum aku menjadi Axel Chalestiene, aku hidup sebagai Detrian seorang yatim piatu yang sering sakit sakitan, yang mana sejak kecil selalu menghabiskan hidupnya di kamar rumah sakit karena dokter yang merawatnya selalu melarangnya melakukan ini dan itu. jadi aku hanya bisa menghabiskan waktu dengan membaca novel di sebuah web novel terkenal.
Salah satu novel yang sering aku baca adalah < a knight of birth > sejujurnya aku tidak terlalu suka, tetapi hanya buku ini saja yang selalu menarik perhatianku.
Dan sekarang aku menjadi bagian dari novel itu.
Novel itu memang memiliki kesan yang bagus tentang perjuangan super hero yang sangat epic di dalamnya. namun, segala hal tentang alur, tempat, gaya, semuanya adalah bencana.
__ADS_1
Dan kini aku harus menjalani hidup sebagai Axel yang bodoh dan juga penyakitan. ini tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sebelumnya.
Sekarang masala utamanya berada di pemeran utama Ash Lykaios yang mungkin telah bereinkarnasi. ash yang telah bereinkarnasi pasti akan melewati daerah milik calesthene, dan aku sebagai pemilik tanah harus mengurus pertemuan menyebalkan itu yang pasti akan terjadi beberapa hari mulai dari sekarang.
Sedikit menarik jika mengingat pertemuan mereka yang terjadi di novel. Axel yang bodoh menolak membantu ash lykaios tampa mengetahui permintaan ash. yang mana saat itu, mereka membahas sebuah pertemuan yang memang terbilang sangat konyol. dan pertemuan itu berakhir dengan ash memukul Axel hingga mati.
yang penting, Itu bagus. karena mereka belum bertemu.
Meski itu hanya ketidaksengajaan karena saat itu ash tidak mengetahui bahwa axel memiliki tubuh yang sangat lemah. tapi, tetap saja duke yang mendapatkan putranya mati—pun tidak tinggal diam dan mengerahkan seluruh pasukan kesatria calesthene untuk mengejar ash yang saat itu sudah kabur.
Hingga suatu hari dimana ash bertemu dengan duke dari barat yang membantunya dari pengejaran. dan sebagai balasannya ash harus membantunya untuk menghancurkan kerajaan Narnia dan melakukan pemberontakan besar besaran. ash yang memang saat itu pikirannya telah di cuci menggunakan batu sihir pun mengiyakan, tampa mengetahui bawa yang dia lakukan akan memicu perang antara iblis dan ras manusia. ketiga benua yang awalnya damai kini di penuhi dengan peperangan yang tiada habisnya.
Dan di sanalah ash Lykaios yang menyadari dirinya yang telah di tipu mulai membelok bersama partnernya. mereka menunjukan era pahlawan dan potensi mereka yang pada akhirnya berujung pada kematian dan kehancuran seluruh benua. Dan ash akan terus mengalami pemutaran waktu dan mengulang kejadian itu terus menerus.
"Tidak hanya axel yang bodoh. pemeran utama juga ternyata sama bodohnya."
"Itulah mengapa novel ini adalah bencana."
Tok...Tok...Tokkk
Aku mengalihkan pandanganku dari cermin ke arah pintu yang di ketuk.
"Aku akan kesana."
Aku lalu membuka pintu dan mendapatkan pria tua itu berdiri di hadapanku sambil memegang handuk.
__ADS_1
Sejak kapan dia berdiri di sana?
"Tuan mudah anda sudah bangun? mengapa anda tidak memanggil saya?"