
Besoknya dari kejahuan terlihat beberapa penunggang kuda berlarian menerjang salju. salah satu orang yang menjaga gerbang pembatas memicingkan mata dari atas tembok melihat bayangan sosok orang yang mereka kenali yang berada di garis depan.
Mereka segera turun dengan terburu buru membunyikan lonceng peringatan yang membuat seluruh orang mengarah ke sumber suara dengan wajah terkejut sekaligus bahagia.
"DUKE DE CHALESTINE LION EMPIRE TELAH KEMBALI!! SEGERA BUKA GERBANGNYA!!"
Para prajurit yang mendengar itu segerah membuka pintu gerbang yang beratnya bertong tong dengan menggunakan sihir yang bersamaan dengan sebuah jembatan muncul dari dalam air.
Kediaman utama Chalestiene atau biasa di sebut dengan istana putih terletak di bagian timur kerajan yang memang berdiri di atas air yang di buat sedemikian rupa mengelilingi hampir seluruh kediaman dengan aliran air yang luas seperti sungai dengan tembok tinggi sebagai perantara.
Itu di buat agar orang orang jahat atau penyusup tidak bisa masuk karena air yang ada di bawa mampu menghantarkan sebuah magnet listrik yang bisa memotong apa pun yang di anggap sebagai musuh.
Kediaman utama memang sedikit jauh dari pedesaan dan harus melewati hutan lebat yang memiliki banyak hewan beasts yang di lindungi bersarang di sana.
Jarak yang harus di tempuh hanya sekitar 15 menit jika menggunakan kereta kuda.
Tak hanya itu, seluruh wilayah ini di kelilingi dengan tembok yang terbuat dari batu bata putih yang bisa melindungi seluruh desa desa di bawa naungan Chalestiene dari berbagai macam mosnter.
Karena itu wilayah timur selalu di sebut sebut sebagai wilayah yang memiliki keamanan tertingi ke dua setelah kekaisaran.
Dan yang membuatnya berbeda dari wilayah lain adalah pada musim iklim yang setiap harinya dapat berubah-ubah. karena itulah para hewan beast sangat menyukai tempat ini.
BRAAKKK
Itu adalah suara pintu yang di banting dengan keras. orang orang yang mendengar itu langsung menoleh ke arah sumber suara dengan kaget.
"Bagaimana keadaannya?!"
Itu adalah duke yang datang dengan keadaan yang sudah acak acakan. tubuhnya di penuhi banyak salju yang mulai mencair, dengan wajah yang di penuhi dengan rasa cemas.
__ADS_1
Duke mengusap surai merahnya ke belakang menatap tajam ke arah orang orang yang ada di sana.
"Yang mulia apa itu anda?!?" charon yang melihat duke dari lantai atas segera berlari turun menghampiri duke lalu mengambil mantel bulu yang di kenakan duke dengan cepat.
Duke menatap charon meminta penjelasan tentang surat yang di kirimkan padanya.
"Bagaimana dengan keadaan putraku? charon?" charon dengan cepat mencoba menjelaskan semuanya kepada duke.
"Tubuh tuan muda makin lemah, dia bahkan belum sadarkan diri sejak kemarin."
Duke yang mendengar itu sangat marah dan panik hingga tanpa sadar mengeluarkan aura mematikan, wajahnya tampak menghitam membuat seluruh orang yang ada di sekitarnya menjadi takut, bersujud karena aura mendominasi duke yang mampu membuat seisi massion merasakan sesak napas.
“Apa yang para dokter itu lakukan?!! mengapa mengurus satu orang yang sakit saja sangat tidak becus!!"
Chaeon yang sama sekali tidak terpengaruh mencoba menenangkan duke yang hampir menghancurkan seluruh massion dengan auranya.
Hingga seorang dokter memberanikan diri berkata dengan terbata bata "maaf yang mulia kami sudah melakukan semampu kami. tetapi sepertinya tuan muda sangat lemah terhadap musim dingin." dokter itu seketika terjatuh saat duke menatapnya dengan tatapan yang membunuh.
"Yang mulia tenanglah, jika anda emosi, itu tidak akan mendapatkan jawabannya." enma yang juga tidak terpengaruh mencoba menolong dokter itu yang hampir pingsan dengan cara memasang badannya ke depan.
"Itu benar yang mulia" charon juga berkata meski nadanya terdengar sedikit dingin, melerai duke agar bisa mengontrol auranya berharap tidak terjadi sebuah pertumpahan darah di sana.
"Bagiamana aku bisa tenang jika melihat putraku terbaring sakit di kasurnya!!" duke menghelah nafasnya dengan kasar, mengacak-acak rambutnya, sampai memukul dinding hingga retak, lalu berjalan ke arah kamar di mana axel saat ini berada.
"Bagaimana dengan anak itu?" tanyanya setelah meredam emosinya dengan pikiran yang mulai tenang.
"Kami telah mengirimkan surat ke akademi, mungkin semenit lagi tuan muda alex akan segera tiba." ujar charon yang juga berjalan di samping duke.
"Apa yang sebenarnya dilakukan anak itu?"
__ADS_1
Duke menghentikan langkahnya, membuat charon juga ikut berhenti dengan bingung. dia menatap duke yang tampak sedang berpikir.
"Charon apa putraku sebegitu lemahnya terhadap salju?"
Charon mengedipkan matanya dengan bingung saat mendengar pertanyaan duke. tetapi dia segera berdehem dan berkata "iya yang mulia. tuan muda sejak pinda kemari, dia terus mengatakan dia sangat membenci salju."
"Itu sudah jelas, ibunya mati saat musim salju." ujar duke datar, namun dia segerah mengubah topik pembicaraan.
"Tidak ada cara lain, aku akan pergi menghancurkan salju yang mencoba menghalangi penyembuhan anak itu." ujar duke dengan lirikan mematikan, dan berbalik meninggalkan charon sendiri, yang hanya mengangguk paham dengan yang di katakan duke.
Saat ini duke berada di luar massion dengan para penyihir mengintari massion yang sedang melafalkan sebuah mantra, menunggu perintah dari duke.
"Istriku maafkan aku, aku benar benar tak dapat melindungi putra yang sangat engkau cintai. andai saja waktu itu aku tidak memperlakukannya dengan buruk. mungkin anak itu tidak akan seperti ini. aku merasa bersalah... dan terus menghindarinya." duke memandang ke langit dengan wajah yang tampak datar kedapan membiarkan serpihan salju menyentuh kulitnya. sebuah ingatan tentang istrinya yang tersenyum muncul di hadapannya.
Duke memejamkan matanya dan kembali berkata "selama 10 tahun, aku ingin tahu bagaimana anak itu, bisa tubuh menjadi anak yang sangat mirip dengamu."
"Lepaskan protective stroom snave."
Setelah mendengar itu para penyihir segera melepaskan sebuah mana yang membentuk sebuah perisai yang cukup besar yang menutup seluruh penjuru massion yang bentuknya sama seperti kaca namun, memiliki efek panas yang tak terlihat yang dapat melelehkan segalah sesuatu yang mencoba mendekatinya termasuk salju.
Sihir ini adalah lima dari sihir terlarang yang biasanya digunakan di medang perang untuk melindungi pasukan dari serangan berurutan dari musuh atau melindungi sebuah negara sebagai bentuk pertahanan mutlak. karena sihir ini memang memiliki efek yang mematikan bagi setiap yang mencoba menerobosnya. dan duke menggunakan sihir ini untuk menghalau salju masuk kedalam massion bahkan kerajaan saja tidak melakukan itu jika bukan dalam keadaan genting.
dapat terlihat para penyihir yang namak begitu kelelahan bahkan ada yang sampai pingsang. jika dilihat dari kejahuan dengan mata telanjang orang orang akan berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang aneh, pasalnya di area lain terkena salju namun saat melihat ke arah massion, tampak tak ada salju yang turun.
Di dalam massion. orang orang yang awalnya merasakan hawa dingin kini mulai berangsur angsur menghangat membuat mereka menarik napas lega.
Tiga menit kemudian di saat yang bersamaan. putra pertama yang di tunggu tunggu telah datang menggunakan sebuah portal.
"Apa yang terjadi mengapa adikku belum sadarkan diri. sebenarnya apa yang terjadi padanya? mengapa kalian tidak menjawabku?!?" pria yang berusia 24 tahun dengan surai merah memandang wajah hann dengan perasaan sedih.
__ADS_1
Dia adalah putra pertama, alex chalestiene.