
Memang sih cinta pertama sulit dilupakan bagi sebagian orang,saat mengingatnya masih ada debaran didalam dada.Tapi bagi sebagian orang,ingat hanya sebagian orang tidak semuanya....😂
Ayra berjalan keluar ruangan kepala sekolah dengan wajah kesal,wajah yang biasanya terlihat ceria kini terlihat menekuk dengan bibir mengerucut lima Senti kedepan.
" Ay ...kakak kamu jadi juara Umum tuh, nilainya paling tinggi !" Ucap salah satu teman wanitanya yang sama - sama memakai jilbab putih.
" Kok kamu tau ...?" Tanya Ayra masih tak tau jika pengunjung nilai kelulusan sudah terpasang di papan pengumuman.
" Ya iyalah tau orang sudah dipasang disana ." Jawab gadis itu seraya menunjuk kearah papan pengumuman.
"Ah , kenapa Pak de gak bilang sih !" Gerutu Ayra sambil berlari menuju tempat pengumuman.Sampai disana ternyata sudah ramai para siswa sudah berkumpul ditempat itu .
" Misi - misi ,maaf aku mau lihat." Seru Ayra menerobos kerumunan para siswa.
" Alhamdulillah aku lulus..." Ayra mengucapkan syukur.
" Kamu nomor dua puluh Ay ...?" Tanya seorang siswi kepada Ayra setelah melihat nama Ayra berada di urutan ke dua puluh dari seratus lima siswa yang dinyatakan lulus ujian akhir sekolah.
" Bener dan kak Aufar tetap jadi juaranya." Jawab Ayra merasa senang.Ayra sadar memang dia tak sepandai sang kakak tapi dia tak pernah merasa iri atau rendah diri.Orang tuanya pun juga tak pernah membandingkan kepandaiannya dengan Aufar.
__ADS_1
" Kok kamu gak seperti kakak kamu sih Ay,apa kamu gak malu gitu, gak dimarahi apa sama Ortu kamu...?" Tanya salah seorang siswi yang namanya berada tepat dibawah nama Aufar.
" Gak tuh ,kenapa Ortu ku harus marah, kan aku gak bodoh - bodoh amat . " Jawab Ayra.
Yah begitulah Himma dan Gus Rokhim memang tak pernah marah meski Ayra berbeda dengan Aufar.Nilai akademis tak mempengaruhi kasih sayang keduanya untuk anak - anak mereka, Aufar dan Ayra mendapatkan tetap mendapatkan kasih sayang yang sama.
Tak usah dibandingkan karena setiap anak memiliki kemampuan dan bakat yang berbeda.Toh selalu juara bukankah jaminan kesuksesan.Betulkan banyak diluar sana orang bisa sukses meski selama sekolah tak pernah sekalipun mendapatkan juara kelas.
Itulah cara Himma dan Gus Rokhim mendidik kedua anak mereka.
" Oh ya ,apa kamu gak iri sama Aufar ...?" tanya siswi itu lagi mencoba memprovokasi Ayra.
" Kak... Selamat ya,kakak ia the best deh.Aku sangat bangga sama kakak." Ayra memberikan selamat kepada sang kakak.Aufar tersenyum mendapatkan selamat dari adik kesayangannya itu.Senyum Aufar yang manis menambah kadar ketampanannya membuat para siswi meleleh di buatnya.
" Kakak juga bangga sama Kamu Ay kamu juga hebat." Aufar mengelus puncak kepala Ayra yang tertutup hijab berwarna putih.
Perlakuan Aufar terhadap Ayra membuat para siswa dan siswi yang melihatnya menjadi iri dalam hati para siswi berkata andai mereka berada di posisi Ayra pastilah mereka akan bahagia mendapatkan perlakuan manis dari seorang pemuda tampan dan pintar macam Aufar.Sedangkan para siswa berharap bisa menjadi Aufar dimana mereka bisa berlaku manis pada gadis cantik seperti Ayra.
Sungguh sepasang kembar beda genre itu membuat orang ingin terus memandanginya.Layaknya kedua orangtua mereka,Ayra dan Aufar adalah dua sosok yang penuh dengan pesona.
__ADS_1
" Ayo kakak antar kekelas, setelah dapat surat keterangan lulus kita langsung pulang,Bunda pasti sudah menunggu dirumah." Aufar menggandeng tangan Ayra Dan mereka pun berjalan beriringan menuju kelas Ayra yang berada di lantai dua.
Kelas Ayra,yang awalnya tampak riuh mendadak menjadi sepi saat Aufar masuk mengantarkan sang adik kesana.Para siswi yang semula berceloteh kesana - kemari diam seketika.Pandangan mereka fokus kearah Aufar yang sesekali tersenyum mendengarkan curhatan sang adik.Sungguh senyum Aufar sangat manis ditambah dengan lesung dipipinya serta gigi gingsulnya menambah kadar kemanisan.Memandang Aufar terlalu lama bisa membuat kita terkena diabetes loh.
" Makasih kakakku sayang, sana kembali ke kelas kakak.Jangan lama - lama disini.Bisa - bisa kelas ini banjir air liur." Ayra mendorong sang kakak agar segera pergi dari sana.
" Ay, beruntungnya jadi kamu Ay.Di kelilingi orang - orang tampan." Ucap salah satu temannya.
" Iya Ayahnya saja cakep ditambah kakaknya handsome." Tambah yang lain
" Kalian belum tau ya, kedua kakak kembar Bunda juga sangat tampan loh.Beda tipis sama Ayah ,Yah sebelas dua belas lah." Ayra mengompori teman - temanya agar mereka tambah iri.
" Beneran Ay...?" Tanya yang lain
" Hemm, calon suamiku juga sangat tampan Apalagi dia seorang Bule." Canda Ayra sambil terkekeh
****
Kayak Ayra tau aja bakalan Author jodohin sama Bule... wkwkwkwkwkwkw
__ADS_1