AYRA PUTRI AS-SYARIF

AYRA PUTRI AS-SYARIF
Berangkat lagi


__ADS_3

Pagi ini acara sarapan bersama pun terasa lebih nikmat, bagaimana tidak kini satu kursi telah ada yang menempatinya setelah empat tahun kosong,karena di empunya pergi untuk mencari ilmu.Bukan ilmu sihir melainkan ilmu bela negara


Yah Pagi ini Ayra datang dengan disambut secara suka cita oleh Himma.Himma merasa sangat bahagia.Tak ada hal yang paling membahagiakan baginya selain berkumpul bersama putri yang sangat ia rindukan.


Setelah selesai sarapan bersama kini keempatnya tengah duduk di ruang keluarga.Gus Rokhim dan Aufar yang biasanya beraktivitas diluar rumah kini mereka ijin demi menyambut kedatangan Ayra.


Diruang tengah tempat dimana mereka selalu bercengkrama menghabiskan waktu bersama.Ayra tiduran di pangkuan sang ibu sementara para lelaki duduk dilantai beralaskan karpet bulu.Mereka saling bercerita dan bercanda,moment ini lebih dikuasai oleh Ayra.Meski telah menjadi seorang prajurit sisi manja Ayra masih sama seperti dahulu saat ia bersama dengan keluarganya.Ayra yang sekarang masih sama seperti Ayra empat tahun yang lalu,masih menjadi seorang putri kesayangan.


Di pangkuan sang ibu ia banyak bercerita tentang kehidupannya selama di Akademi.Bagaimana ia menjalani hidup yang serba disiplin.Segalanya diatur oleh waktu dan ketepatan.


Tapi dilihat dari caranya bercerita yang semangat sepertinya Ayra sangat menikmati hari - harinya sebagai seorang calon Prajurit hebat.


" Bun setelah ini Ayra dan yang lainnya akan dikirim ke perbatasan untuk menjaga kedaulatan Negara kita.Ayra mohon do' a restu dari semuanya ya." Ucap Ayra setelah bercerita dengan semangat.


" Meski berat Bunda tak ada pilihan lain kan.Kamu sudah memilih jalan ini mau tidak mau Bunda harus kasih restu Bunda kan.." Jawab Himma.Meski berat tapi memang tak ada pilihan lain kan.

__ADS_1


" Maaf " Pinta Ayra dengan berkaca-kaca.Ia sangat tau jika sebenarnya sang ibu terpaksa memberikan ijin kepadanya.Tapi mau bagaimana lagi inilah hidup yang Ayra inginkan.Menjadi Abdi Negara.


" Assalamualaikum " Terdengar sebuah salam dari depan.membuat keempatnya menoleh dan menjawab salam.Ternyata keluarga Papa Ahmad dan Kana yang datang , mendengar bahwa hari ini Ayra pulang . membuat mereka semua langsung pergi berkunjung kerumah Himma untuk cucu perempuan yang sangat mereka sayangi.


" Mana Ayra ...?" Tanya Khusnul,wanita yang satu ini memang yang paling heboh jika menyangkut tentang Ayra.Dulu ia pun sangat sedih ketika mendengar Ayra masuk akademi militer.


Satu persatu para orang tua itu memeluk Ayra dengan sangat sayang.


" Sayang apa kabar....?" tanya Mama Humaira nenek Ayra dari pihak ibu.


" Alhamdulillah kita sehat sayang." Jawab Mama Humaira dengan mata berkaca-kaca.Terharu sekali rasanya melihat cucu yang sangat ia sayangi,cucu yang dulunya manja kini telah tumbuh menjadi gadis yang dewasa.


Nenek Humaira memperhatikan Ayra dengan detail.Ternyata cucu kesayangannya itu banyak berubah,Ayra yang dulunya Manja dan berwajah imut kini menjadi sosok Ayra yang cantik ,dengan wajah penuh ketegasan.


Selesai makan bersama mereka pun bercengkrama saling berbagi suka dan duka.Nenek Humaira dan Buda Khusnul saat ini yang berkuasa.Mereka lebih banyak bertanya dan bercerita banyak hal.

__ADS_1


Hari ini suasana rumah Himma dan Gus Rokhim sangat ramai karena semua keluarga baik dari keluarga Kakek Ahmad maupun keluarga dari Baba Umar semuanya datang ,mereka ingin sekali bertemu dengan Ayra yang telah lama tak pulang kerumah karena tengah menempuh Pendidikan Akademi Prajurit.


Selama empat tahun ini Ayra telah digodok di dalam Asrama calon prajurit dan saat ini adalah kesempatan Ayra bertemu dengan keluarganya.Meski hanya satu Minggu namun Ayra sudah senang.


Dan setelah ini ia akan dikirim ke daerah perbatasan.


Selama satu Minggu ini Ayra benar - benar memanfaatkan waktunya hanya untuk bercengkrama dengan seluruh anggota keluarganya.


Seminggu telah berlalu dengan sangat singkat,kini saatnya Ayra untuk kembali menjadi Abdi Negara.


Seluruh anggota keluarganya sudah berkumpul untuk melepas kesayangan mereka pergi.


Sebenarnya mereka tak rela ,tapi mau bagaimana lagi menjadi Abdi Negara adalah pilihan Ayra.


" Bunda maafkan Ayra ...!" Ucap Ayra dalam pelukan sang Bunda

__ADS_1


" Tentu sayang ,Doa terbaik dari Bunda akan selalu menyertai langkahmu nak." Balas Himma sama terisak.


__ADS_2