
Di saat Arjuna tau kalau penjahat sedang kehabisan peluru,Arjuna lalj mengoyak kan sedikit ujung kain bawah baju nya dan mengikat kan nya di tangan Aditiya.
Melihat anak
Melihat anak buah nya kembali ke dalam mobil untuk mengambil peluru cadangan ,ia memerintah kan lewat hp kepada beberapa anak buah nya yang lain belum melakukan penembakkan di situ untuk berjalan ke tepi mobil dan menyekap salah seorang di dalam nya
mendengar perintah dari seseorang di seberang sano beberapa orang pun turun dari mobil nya,berjala secara diam-diam mendekati mobil tanpa di ketahui oleh Arjuna dan Aditya.
ketika sampai di dekat mobil salah satu penjahat itu pun membuka kan pintu mobil,
ayu terkejut melihat pintu mobil terbuka.
pin
pandangan pertama yang penjahat iniadalah seorang gadis hitam di hadapan nya,ia memegang tangan ayu dengan paksa sambil menodong kan senjata ke hadapan keluarga, ayu pun turun dengan terpaksa.
penjahat itu lalu membawa ayu turun dari mobil dan berjalan pergi dari hadapan keluarga menuju tempat arjuna di depan mobil.setelah sampai penjahat ini berteriak kepada Arjuna mengancam Arjuna kalau tidak mau menyerah kan diri dia akan menembak wanita ini"ia berbicara sambil menodong kan senjata nya ke arah ayu
mendengar perkataan penjahat itu, ayu menjadi ketakutan
ibu ayah dan Roni merasa panik dan ikut turun dari mobil sambil berdoa berharap ayu baik-baik saja
semua orang sedang pamit tetapi tidak dengan Arjuna,tidak menimbul kan rasa panik di wajah nya,Arjuna bangun dan melihat ke arah penjahat yang sedang menodong kan senjata ke ayu,Arjuna yang melihat itu berjalan mendekati penjahat itu.
melihat Arjuna berjalan mendekati diri nya,ia menjadi ketakutan dan berteriak mengancam Arjuna lagi
tetapi Arjuna tidak getar sedikit pun,ia tetap maju dan maju mendekati penjahat itu.berkata menyuruh penjahat itu melakukan nya dan bunuh lah ayu,ia berkata untuk menakut-nakuti penjahat itu.
benar saja penjahat itu ketakutan dan menjadi gugup atas perkataan Arjuna.
melihat penjahat itu merasa ketakutan dan gugup itu merupakan kesempatan untuk arjuna.dengan cepat kilat Arjuna menodongkan senjata nya dan menembak ke arah penjahat itu.
tum
sekali tembak peluru langsung memgenai dan menembus dada nya.
penjahat itu langsung tersungkur di tanah.
melihat penjahat itu jatuh tersungkur ayu segera berlari ke arah Arjuna dan bersembunyi di belakang Arjuna.
Arjuna lalu membawa ayu masuk ke dalam.mobil.
ibu sekali lagi berterima kasih kepada Arjuna dan memeluk ayu,bahagia ayu selamat.
tapi tanpa di sangka-sangka penjahat yang tadi di tembak lalu mengamgkat tangannnya dengan sanagt pelan dengan pistol masih berada di tangan nya,ia mengarah kan pistol.itu ke arah Arjuna yang sedang menutup pintu mobil karena ayu sudah masuk di dalam mobil.setelah pistol sudah di arah kan lalu penjahat itu segwr menarik pelatuk nya dan
tum.
peluru tepat mengenai punggung nya Arjuna ,tapi Arjuna sempat membalik kan tubuh nya dan kembali menembak penjahat itu
penjahat itu pun mati ketika sudah menembak Arjuna setelah Arjuna menembak nya lagi
Arjuna yang lemas jatuh ke tanah
ayu yang melihat itu menjadi cemas dan segera membuka pintu mobil dan turun dari mobil berlari ke arah Arjuna yang terbaring lemas di tanah
ayu lalu berteriak memanggil ayah dan ibu nya untuk turun melihat kondisi Arjuna dan Aditya yang terluka akibat tembakan
ibu Siti dan pak Adi serta Roni segera turun dari mobil nya berlari ke arah ayu yang sedang dudk dan sebelah Arjuna.
ayu meminta pertolongan kepada ayah dan ibu nya untuk membantu Aditiya dan juga Arjuna.
ibi Siti menjadi cemas tapi tidak tau harus berbuat apa.
ketika semua orang sedang cemas pak Adi lalu menertawakan kondisi Arjuna dan Aditya,ia kemudian berlari masuk kedalam mobil dan mengambil koper yang berada di bawah tempat duduk nya yang ia temu kan tadi ketika hendak melanjut kan perjalanan kembali setelah dari warung makan.
__ADS_1
setelah ia mendapat kan apa yang ia cari, pak Adi segera turun dari mobil berjalan menuju ke arah keluarga nya yang sedang melihat sedih ke pada Arjuna dan Aditya.
pak Adi lalu mengata kan niat nya untuk pergi dari sini,untuk segera m3lari kan diri.dan berniat untuk mengajak keluarga nya
ibu marah ketika mendengar perkataan suami nya yang ingin kabur di saat orang yag telah menolong nya tadi terluka seperti ini.i u memaki pak Surya dan memyayang kan niat suami nya yang ingin melari kan diri .
ayu juga marah kepada ayah nya tetapi ia memilih untuk diam dan berusaha membantu Arjuna.
ayah yang di marahi oleh istri nua tidak memperdulikan itu,ia tetapi ingin membawa uang itu bersama dengan nya.
setelah berkata seperti itu ia lalu berjalan ke arah ayu dan menarik tangan ayu untuk segera pergi dari sana.
ayu yang di tarik tangan nya segera memberontak dan berusaha melepaskan diri dari ayah nya tetapi ayah nya memegang tangan nya sangat kuat.
ayah memegang tangan ayu sangat kuat,dengan sekuat tenaga akhirnya ayu bisa di tarik
ayu berdiri karena di tarik ayah tetepi kaki nya tidak bisa di langkah kan karena kaki nya sedang di pegang oleh seseorang.
Arjuna yang masih sadar bisa mendengar dengan jelas dan melihat walau pun samar-samar.ia lalu memegang kaki ayu sanagt keras,berusaha untuk bilang sesuatu kalau jagan tinggalkan kami tapi tidak bisa .
ayu yang sadar kalau kaki nya di pegang oleh Arjuna dan arjuna masih sadar ternyata segera melepas kan tangan ayah nya dan memdekati Arjuna,.
ayah Adi terus saja mengajak ayu dan keluarga nya untuk pergi.
tetapi ayu menolak nya dengan lembut,ia lalu berkata kepada Arjuna kalau diri nya akan berusaha untuk menolong ny dan Aditya.
ibu yang melihat kesadaran dari arjuna juga berlari ke arah Arjuna .dan berakata kepada pak Adi suami nya kalau 8ni lah saat nya untuk membalas jasa kepada Arjuna dan Aditya yang telah menolong mereka.
ayu yang bingung lalu bertanya kepada ibu nya untuk segera membawa kedua orang ini kerumah sakit terdekat
Roni juga mengatakan persetujuan nya denga ibu dan kakak nya untuk menolong Aditiya juga Arjuna.
pak Adi yang mendengar itu menjadi marah dan berjalan meninggalkan tempat itu,ia berjalan pelan berharap keluarga nya bisa berpikir kembali untuk pergi kabur bersama dengan nya meninggal kan kedua orang itu di sana.
Roni juga mendekati Arjuna dan nengatakan kepada ibu nya serta kakak nya tentang bagaimana cara nya mereka akan membawa Arjuna dan Aditya ke rumah sakit sementara di antara mereka tidak.ada satu oun uang bisa menyetir mobil.
ibu kembali cemas
ayu melihat ke segala arah mencari seseoramg uang bisa di mintak tolong tetapi tidak di temukan karena jalan sangat sepi di sini sedangkan kedua anak buah yang tadi berkata ingin buang air kecil tidak kunjung kembali.
kedua anak buah yang tadi meminta izin buang air kecil tadi masihaaih ada di dalam semak-semak ,duduk termenung menunggu perintah dari seseorang untuk pergi kalau keadaan di luar sudah terkendali.
setelah melihat kesana kemari mencari arah akhirnya ia menemukan nya dan pandangan nya sekarang tertuju ke arah sebuah tempat jauh di sebelah kiri mobil .
benda itu adalah sebuah gerobak,melihat sebuah gerobak berada jauh dari mereka tetapi masih bisa ia lihat,ayu mendapat kan sebuah ide.
pak Adi yang merasa risau segera memutar arah berjalan kembali ke arah tempat keluarga nya berada
ayu lalu berlari ke arah gerobak itu,dengan susah payah ia membawa gerobak itu ke arah ibu nya.
setelah berjalan beberapa menit akhir nya pak Adi sampai di tempat keluarga nya,ia melihat ayu sedang menarik gerobak mendekati mobil tempat Arjuna terbaring.
pak Adi marah,ke apa keluarga nya masih tetap ingin membantu Arjuna,ia kembali memutar langkah nya u tuk pergi dari sana.
ibu Siti memutar pandangan nya dan selintas pandangan nya meluhat suami nya berada di sana,ia memutar kembali padangan nya lalu berteriak memanggil suami nya.
pak Adi yang mendengar teriakan istri nya Melihat ke arah asal suara dan berjalan mendekati istri ya
ayu datang dengan gerobak di tangan nya,ia berkata kepada ibu nya untuk membantu membawa kedua oranga yaitu Aditya dan Arjuna untuk naik ke atas gerobak.
pak Adi sampai di hadapan keluarga nya.
ibu melihat kedatangan suami nya segera berkata kepada suami jua untuk segera membantu mereka untuk naik ke atas gerobak,setelah selesai menaikkan ke dalam gerobak maka pergi lah sesuka hati.
mendengar perkataan istri nya ia menjadi marah tetapi ia masih mau membantu menaikkan kedua lelaki itu di atas gerobak.
__ADS_1
ibu dan juga ayu membantu pak adi menaiki Arjuna dan Aditya.
setelah selesai ibu dan ayu berterima kasih kepada ayah karena telah menolong mereka menaiki Aditya dan Arjuna naik ke gerobak.
ayu di bantu ibu pun segera mendorong gerobak itu menyusuri jalan setapak mencari rumah sakit terdekat.
pak Adi hanya mengikuti keluarga nya dari belakang
Roni melihat sebuah rumah sakit dari kejauhan,dan memberitahukan kepada ibu serta kakak nya.
ibu dan ayu yang melihat 8tu menjadi sedang dan bersemangat kembali mendorong gerobak.
dengan susah payah mereka mendorong gerobak yang berat dengan dua orang lelaki dewasa di atas nya,setelah lama berjalan sambil mendorong gerobak akhir nya mereka sampai di depan sebuah rumah sakit.
ayu segra berlari masuk ke dalam rumah sakit untuk meminta bantuan.
ia bertemu dengan seorang perawat dan mengata kan kalau seseorang sedang dalam masalah akibat luka tembak berada di depan.danegajak perawat itu untuk melihat pasien yang berada di luar rumah sakit
perawat itu menolak untuk melihat ia memberi alasan kalau sedang mengurus pasien lain dan berjalan pergi
ayu memegang tangan perawat itu dan memohon agar mau menyelamatkan seseorang yang ia kenal itu
perawat rumah sakit pun mau,danengikuti ayu dari belakang sampai di depan rumh sakit.
perawat itu langsung melihat ke dalam gerobak,dan alangkah terkejut nya ia melihat orang di dalam gerobak,ia lalu berteriak memanggil perawat lain untuk segera membawa kan tandu rumah sakit.
perawat laki-laki yang mendengar itu pun segera berlari menuju ke tempat itu sambil membawa tandu.
seorang doktor juga datng ke sana dan bertanya kepada perawat siapa uang sakit dan kenapa.
perawat lalu mengatakan kalau tuan Arjuna bhau yang sakit akibat luka tembak dan juga Aditya bhau.
mendengar itu doktor segera berteriak kembali kepada perawat lelaki untuk segra membawa kedalam ruang operasi.
kedua perawat lelaki itu segera mengangkat pasien ke tandu dan membawa nya ke ruang operasi.
ayu dan keluarga nya heran melihat tingkah orang di rumah sakit,merasa kalau mereka sangat mengenal Arjuna dan juga Aditya.
ayu dan keluarga nya berjalan mengikuti perawat yang membawa Arjuna dan Aditya.
mereka menunggu di luar pintu ruang operasi dengan cemas.
ibu Siti berdoa kepada doa nya untuk keselamatan Arjuna dan juga Aditya.
begitu pun ayu juga berdoa kepada dewa dengan sungguh agar operasi berjalan lancar.
pak Adi yang semula ingin melarikan diri setelah melihat kepanikan dari doktor dan perawat di rumah sakit mengikuti keluarga nya masuk dan menunggu di depan ruang operasi.
di dalam ruangan beberapa doktor dan perawat sedang merawat Arjuna dan juga Aditya,mereka mengeluarkan peluru yang berada di tubuh mereka,setelah mengeluarkan peluru luka nya doktor memakai kan perban diluka nya,setelah selesai operasi terjadi masalah ,doktor pun keluar dari ruang operasi
selagi operasi berjalan pak Adi lagi lagi mengajak keluarga. ya untuk pergi saja
ibu Siti yang mendengar kan menjadi kesal dan meyuruh suami ku.ya untuk diam
pak.aldi langsung terdiam.ketika mendemgar istri nya marah.
doktor berjalan ke arah ojntu dan membuka pintu operasi ,lalu berjalan ke arah keluarga yang menunggu di depan ruang operasi
pandangan semua orang tertuju ke arah pintu yang di buka,mereka melihat doktor yang datang,dengan cemas ayu lalu bertanya kepada doktor tentang kondisi Arjuna dan Aditya
doktor lalu mengata kan kepada ayu dan kelaurga nya kalau doktor sudah berhasil mengeluar kan peluru di tubuh keluarga nya tetapi sekarangArjuna dan Aditya membutuhkan banyak darah.
Mendengar itu ayu menjadi risau.ia lalu bertanya kepada doktor darah apa yang di butuh kan apak kan ia bisa mendonor kan darah nya?
doktor itu menjawa bisa,.
__ADS_1
ayu menjadi senang lalu mengatakan kepada doktor .
doktor itu lalu berkata kalau kita harus mengecek dahulu darah mu dan kondisi mu,kalau cocok dan memungkin kan baru kamu boleh mendonor darah.