
Author POV
Azizah sedang berada di mushola. Setelah memberitahu Hanif tentang keadaan Indra, Azizah memutuskan pergi ke mushola untuk melaksanakan sholat Dhuha.
Azizah memang belum rutin dalam melaksanakan sholat Dhuha, namun ia berusaha untuk melaksanakannya.
Azizah masih berusaha memperbaiki dirinya.
Azizah memegang sebuah tasbih ditangannya, ia istighfar, berdzikir, sholawat, membuat hatinya tenang.
Azizah berdo'a lalu mengaji. Tak lama kemudian, bel pertanda sudah masuk pun berbunyi.
Di kelas ...
Azizah tiba di kelas dan melihat Indah yang sudah memasang ekspresi wajah kesal.
Azizah hanya tersenyum menampilkan giginya.
"Kamu tu dari mana, sih? Ku cariin dari tadi!" Kata Indah kesal.
"Sorry," ucap Azizah singkat.
"Sorry ... sorry, tau nggak, aku cariin kamu di perpus, tapi kamu nggak ada, aku malah ketemu sama tiga cewek alay itu." Kata Indah.
Cewek alay yang dimaksud Indah adalah Chika, Tia, dan Liana.
"Beneran? Jadi kamu tadi ke perpus? Terus kamu ke kantin nggak?" Tanya Azizah.
"Kamu nanya!" Balas Indah, Azizah langsung menatapnya malas membuat Indah tertawa.
"Orang nanya bener bener." Gerutu Azizah pelan.
__ADS_1
Indah tertawa sampai menepuk bahu Azizah kuat, Indah tertawa terlalu kencang membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Ndah ... jangan ketawa keras keras." Bisik Azizah.
Indah berusaha menghentikan tawanya.
"Ekspresi mu lucu banget ... maaf." Kata Indah masih tertawa walaupun tidak sekeras tadi. Azizah menggelengkan kepalanya.
"Serius! Kamu tadi jadi ke jantin nggak?" Azizah bertanya dengan nada masih kesal.
"Jadilah ... urusan perut jangan sampai terabaikan, nanti asam lambungku naik," jawab Indah.
Azizah melihat meja Indra yang kosong.
"Ndah, Indra kemana?" Tanya Azizah.
Indah terkejut.
"Kamu kok lama lama bikin aku kesel, ya." Kata Azizah kesal.
"Maaf ... aku cuman kaget, kok seorang Azizah bertanya tentang laki laki? Apa jangan jangan ... kamu suka ya sama Indra."
"Ngawur! Aku nanya kayak gitu, karena tadi aku lihat si Indra tu sakit." Jelas Azizah.
"Trus, kamu kenapa peduli?" Indah ini kenapa, sih?
"Tau ah! Capek ngomong sama kamu!" Azizah langsung membuka buku pelajarannya.
"Cieee ... marah tandanya sayang lho!" Indah tidak berhenti menggoda Azizah.
" Bilang cieee tandanya cemburu ... dan cemburu tandanya cinta." Kata Azizah cepat membuat Indah bungkam sejenak.
__ADS_1
"Enak aja! kamu kan tau aku sukanya sama Hanif." Kata Indah spontan membuat orang orang yang berada dikelas itu terdiam.
Sontak! Indah langsung menutup mulutnya lalu memukul kepalanya pelan. Ia kelepasan berbicara.
Azizah tertawa pelan.
"Gara gara kamu!" Indah menyenggol pelan bahu Azizah.
"Wong kamu yang ngomong keras keras kok." Kata Azizah pelan.
Indah memang seperti itu, terkadang bila sudah keasyikan bicara apalagi bercanda, sudah tidak ingat tempat.
"Indah, lo beneran suka sama Hanif?" Tanya Habibi yang tak ditanggapi Indah.
"Kalo Chika tau, pasti langsung ketar ketir dia ... ternyata musuh bebuyutannya juga suka sama Hanif."
"Masa Azizah suka sama Hanif? Indah aja terang terangan ngaku kalo dia juga suka sama Hanif." Begitulah komentar komentar orang orang yang berada di kelas itu.
Brak!
Semua orang dibuat terkejut saat Indah menggebrak mejanya, tak terkecuali Azizah.
"Bisa diem nggak! Brisik tau! kelas sebelah tu lagi belajar!" Bentak Indah membuat semua orang diam.
"Lebih seram daripada gue." Batin Habibi.
Di kelas itu, Habibi menjabat sebagai ketua kelas.
Indah kembali duduk dengan ekspresi kesal.
"Sabar, Ndah," ucap Azizah pelan yang tak ditanggapi Indah.
__ADS_1
Bersambung ...