Badai Pasti Berlalu

Badai Pasti Berlalu
Perkenalan


__ADS_3

Namaku Icha Nur Rahma seorang gadis kecil yang mulai beranjak remaja, kini aku sedang duduk dibangku kelas 1 Sma. Anak kedua dari tiga bersaudara, nama kakak feri yang hanya berjarak 2 tahun lebih tua dariku dan mempunyai adik kecil yang lucu bernama gilang yang berusia 4 tahun lebih muda dariku. Menjadi satu-satunya anak perempuan dikeluarga adalah keberuntungan dihidupku yang membuat diriku seakan seorang ratu.

__ADS_1


Ada banyak orang yang terlahir di dunia ini dengan serba berkecukupan, dipenuhi dengan fasilitas memadai serta diimbangi dengan gizi yang baik. tapi tidak denganku dimana orang tuaku yang harus bekerja untuk makan kami besok, ayahku bukan bekerja ditempat orang yang mengunakan dasi ataupun menggunakan pakaian rapi, yang kulihat ia menggunakan pakaian lusuh dengan cangkul di pundaknya. Ia, ayahku bekerja sebagai seorang buruh tani yang mana penghasilanya bukan perhari. Tinggal disebuah perdesaan yang kecil di desa Jarai Sumatera Selatan membuat ayah dan ibuku sangat sulit untuk menjangkaunya pekerjaan. Karna bertani tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kami ayahku pun terpaksa untuk berjudi.

__ADS_1


Aku sama seperti anak remaja lainya yang sangat ingin sekali membeli apa yang aku mau, pakaian ataupun makanan. Namun keadaan memaksaku untuk menahan, aku sadar untuk makan saja kami susah. Sangat berbeda dari temanku ketika ingin sesuatu mereka tinggal berkata dan keesokan harinya sudah ada. Sedangkan aku mencari rupiah per rupiah dari mulai menjualkan es tetangga yang diupah dengan harga 10.000 rupiah.

__ADS_1


__ADS_2