
...Aku Beatrice Ivenna dan biasa dipanggil Rici oleh orang-orang di sekitarku. Aku adalah anak kedua dari tiga bersaudara....
...Orang-orang bilang aku menjalani kehidupan yang bahagia karena terlahir di keluarga yang Kaya serta memiliki kakak yang cantik dan seorang adik yang imut. Mereka pikir aku selalu dimanja oleh kakakku dan mereka juga berpikir adikku selalu bertingkah imut dihadapan ku....
...Aku tidak bisa menyalahkan mereka yang berfikir seperti itu karena mereka hanya melihat keharmonisan keluarga kami saat di luar rumah bukan saat kami berada didalam rumah. Mungkin bagi kakak dan adikku rumah ini adalah istana yang luas tapi bagiku rumah ini tidak lebih dari sekedar penjara yang mewah....
...****************...
"Rici...bisa kesini sebentar?? Mama mau bicara sama kamu".
Aku bergegas menghampiri mama yang sedang berada di kamar Kakakku, " Iya ma, kenapa?" tanyaku.
Ia langsung mengeluarkan baju berwarna kuning cerah dari tas besar yang ada dihadapannya lalu mencocokkan baju itu di tubuhku, "Nah yang ini pas banget, buat kamu ya? katanya kamu mau baju baru..Ini punya kak Audy waktu SMA dan udah ga muat tapi masih bagus kok.. Tuh liat bagus kan?"
"Iya ma bagus kok, tapi kayaknya aku ga cocok pakai baju ini.. Mama kan tau kalo aku suka baju warna gelap" ucapku sambil menyodorkan baju itu kembali.
"Duhh udah deh Rici.. denger aja apa kata mama!! Kakakmu baik loh udah mau ngasih bajunya buat kamu. Sayang kalo baju-baju ini dibuang soalnya masih bagus. kalo kamu pakai baju ini kita bisa hemat uang daripada buat beli baju baru kamu.." jawab mama sambil mengambil semua baju-baju itu lalu memberikannya secara paksa kepadaku.
"Terima ya Rici?? Kalo bukan kamu yang pakai, buat siapa lagi kan? Tadinya kakak mau kasih ke pengemis di depan jalan tapi kakak pikir ini lebih cocok buat kamu dan kamu tau kan itu dibeli dari hasil kerja kakak? Jadi kakak pikir mending kasih ke adik kesayangannya kakak aja deh, yaitu kamu" ucap kakakku sambil tersenyum manis dan mengelus kepalaku.
...Ini adalah kakakku, namanya Audy Francisca. Kakakku adalah wanita yang sangat cantik dengan kulit yang putih, badan yang langsing, hidung yang mancung serta mata yang bulat sehingga orang-orang menyebutnya sebagai seorang malaikat karena wajahnya yang cantik dan sifatnya yang baik....
...Bagi orang-orang yang tidak mengenalnya dengan baik kata-katanya itu seperti seorang yang sedang memikirkan adiknya, tapi bagiku ia seperti sedang menyamakan ku dengan seorang pengemis yang cocok memakai baju bekas....
...****************...
"Rici.. Beresin permainan adik dong!! Ini PlayStation sama yang lainnya berantakan gini. Emang kamu ga ngerasa risih kalo liat rumah berantakan?!! Harusnya kamu langsung beresin jangan tunggu disuruh!" ucap ibuku sembari sedang memainkan ponsel di sofa ruang tamu bersama anggota keluarga yang lain.
"Itu kan mainan Alan kenapa harus aku yang beresin? Kita semua kan udah sepakat untuk beresin semua barang yang udah kita pakai sendiri. Lagian Alan juga kemana? Harusnya sebelum pergi Alan itu beresin mainannya sendiri" jawabku.
"Adik kamu itu kan masih kecil!! Dia masih butuh waktu main, lagian apa salahnya kalo kamu bantuin beres-beres? kamu ga mau disuruh mama?Jadi maksudnya secara ga langsung kamu nyuruh mama bersihin mainan Alan karena Alan ga ada? gitu mau kamu?!!".
"Bukan mah.. Yang jadi pertanyaan aku kenapa selalu aku yang beresin mainannya. Alan itu udah besar mah..Alan udah ngerti caranya beresin mainannya sendiri, kita harusnya lebih tegas ke Alan supaya ga jadi kebiasaan" jelasku.
__ADS_1
"Jadi kamu ga mau disuruh-suruh sama Mama?! Ya udah deh maaf kalo mama ganggu waktu kamu yang berharga itu!".
"Ngga gitu mah, disini juga kan ada Kak Audy.. tuh dia lagi main hp di depan mama kan? harusnya Kak Audy juga bantuin mama beresin mainan Alan daripada main hp terus" ucapku sambil menunjuk Kak Audy.
Ayahku yang mendengar ucapanku langsung berdiri sembari menggebrak meja didepannya dan mulai memarahiku, "Beatrice!! Jangan bawa-bawa kakak kamu ya!! Kakak kamu pegang hp juga karena lagi kerja. Dia tuh sehari-harinya aja udah cape kerja buat keluarga kita!! Bilang aja kamu ga mau disuruh sama mama!! Ayah capek ya denger kamu selalu membantah ucapan orang tua. Kerja kamu tuh cuma sekolah!! Ga berat kayak kakak kamu yang cari uang!! Justru kamu harusnya bisa bantu-bantu dirumah! Harusnya kamu punya sesuatu yang bisa dibanggakan sebelum membantah perkataan orang tua!!" Bentak ayah kepadaku.
Kak Audy langsung memegang tangan ayah untuk menenangkannya, "Gak apa-apa Ayah.. Audy ngerti kok perasaan Rici gimana. Biar Audy aja ya yang beresin mainan Alan dan kamu Rici masuk kamar aja.. maaf ya udah ganggu waktu istirahat kamu" Ucap kakakku menenangkan ayah yang sedang emosi, tapi anehnya aku seperti melihatnya tersenyum tipis seolah sedang mengejekku.
"Harusnya kamu malu sama kakakmu!! Dia baik sama kamu tapi kamu ga pernah menghargai dia!!" bentak ayahku lagi.
"Sudah!! Apa kalian ga malu teriak-teriak gini dengan pintu terbuka?!! Sudah jangan diteruskan!!" ucap nenek melerai pertengkaran ini dan Alan pun pulang kerumah.
"Loh kenapa ini? kok semuanya pada diem?? Ayah kenapa keringetan gitu?" tanya Alan sambil melihat kami satu persatu.
"Anak mama udah pulang sayang.. Sini peluk mama dulu dong" ucapnya sambil membentangkan kedua tangannya.
"Hehe iya mah...tadi Alan main game sama temen-temen tapi hp Alan udah jelek banget kalah sama temen-temen yang lain, besok beli yang baru ya mah??" pinta alan sambil memasang wajah imutnya.
"Iya sayang nanti kita beli lagi ya yang baru.."
"Nanti aja ah kak.. Alan cape mau tidur dulu, Kak Rici aja ya yang beresin hehe.. Makasih kak Rici" jawab Alan sambil berlari menuju kamarnya.
"ALAN!!".
"Rici!! udah deh! Tadi Alan kan bilang cape habis main jangan dipaksa. Udah ah mama mau masak buat makan nanti, kamu beresin ya".
...Nama anak itu adalah Alan Devion. Dia adalah anak terakhir di keluarga ini, tahun ini dia berumur 12 tahun. Dia adalah anak yang sangat tampan dan imut, dia selalu menggunakan keimutannya untuk merayu seseorang agar dibelikan sesuatu yang dia inginkan. Walaupun dia anak yang boros dan pemalas tapi keluargaku dan orang-orang disekitarnya tidak memperdulikan itu karena menyukai wajah imutnya....
...Untuk anak seusianya bagi orang-orang Alan terlihat sangat tampan dan aku pun mengakui itu bahkan mereka sampai mulai membayangkan 10 tahun ke depan karena penasaran akan sosok tampannya saat dewasa. Mereka juga mulai memperkenalkan anak-anak perempuan mereka yang masih kecil kepada Alan dan keluarga kami dengan harapan akan berbesan di masa depan....
...Sedangkan Ayah.. Ayah selalu ada di pihak Kakakku. Ia selalu merasa bangga atas pencapaian kakakku, saat kakakku juara satu dikelasnya saat masih sekolah ia membelikan kakakku sebuah mobil. Sedangkan ibuku selalu berpihak pada adikku karena Alan masih kecil dan karena Alan adalah anak laki-laki yang diharapkan oleh keluarga ini....
...Dan aku? Aku pun tidak tahu siapa yang ada di pihakku. Tapi aku punya satu orang yang selalu membelaku saat aku diasingkan oleh keluarga ini, yaitu Nenekku....
__ADS_1
...****************...
"Nenek bantuin ya.." ucap nenek sambil membantuku mengambil mainan Alan yang berserakan.
Aku pun langsung mengambilnya dari tangan nenek, "Ga usah nek.. Rici bisa kok, nenek duduk aja di sofa biar pinggangnya ga sakit. Cuma sedikit kok jadi cepet selesai" jawabku sambil tersenyum.
Nenek menatapku dengan tatapan sayu seperti akan menangis dan ia pun langsung mengelus lembut kepalaku. Sangat berbeda saat nenek yang mengelus kepalaku, rasanya hatiku menjadi hangat tapi saat kakakku yang mengelus kepalaku rasanya hatiku panas dan kesal. Inilah yang membuatku nyaman saat bersama nenek karena bersamanya membuat hatiku terasa hangat dan ialah yang membuatku kuat untuk bertahan disini.
"Kamu pasti capek ya? Nenek paham.. maaf karena nenek yang tua ini ga bisa bantu banyak buat kamu" ucapnya.
"Nenek ga boleh gitu.. Rici sayang sama nenek!! Justru karena ada nenek, Rici jadi kuat. Nenek harus terus sama Rici ya supaya Rici kuat disini" ujarku sambil memeluk nenek.
Sambil memeluk dan mengelus kepalaku nenek berbisik kepadaku, "Cucuku tersayang.. tanpa nenek pun kamu bisa kuat menghadapi ini.. Nenek juga ingin tetap disini dan menemani Rici sampai dewasa, sampai Rici bisa menemukan lelaki yang bisa memberi kebahagiaan untuk Rici.."
"Hiks hiks.. Ngga!! Aku bakal terus sama nenek sampai nanti.. tunggu Rici dewasa nek dan ayo kita punya rumah kecil yang hangat buat ditempati berdua" ucapku sambil mengeratkan pelukanku.
"Cup..cupp.. Rici kecilku.. nenek ga bisa menentukan sampai kapan nenek yang tua ini akan hidup. Sebagai gantinya Rici harus bisa menemukan lelaki yang bisa memberi kebahagiaan untuk Rici.. Nenek cuma bisa berdoa diberi umur yang panjang supaya bisa melihat cucu tersayang nenek ini menikah dengan lelaki yang dicintainya".
...Ini Nenekku, ia adalah orang yang paling ku sayangi di keluarga ini. Nenek selalu saja bicara tentang pernikahanku dimasa depan, ia berfikir kalau lelaki yang menikahi ku akan merasa sangat beruntung karena memiliki ku....
...Aku sendiri tidak terlalu memikirkan tentang itu karena yang ada dalam pikiran ku hanyalah bisa hidup bahagia di rumah kecil yang hangat bersama nenek. Aku yakin akan segera mewujudkan impian itu dan untuk itulah aku bekerja keras selama ini....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
1. Audy Francisca
2. Beatrice Ivenna
3. Alan Devion
__ADS_1