Bahagia Itu Sulit

Bahagia Itu Sulit
Olahraga


__ADS_3

*Lapangan


Priiittttt..Priiittt..


Suara peluit yang dibunyikan oleh guru olahraga sebagai pertanda semua siswa dikelas harus segera berkumpul ditengah lapangan.


"Anak-anak hari ini kita akan melakukan penilaian bola Voly!! Kalian Akan dibagi menjadi empat Tim yaitu Tim A B C D" ucap guru olahraga memberi tahu para siswanya.


Para siswa mulai menggerutu tidak setuju karena hari sudah panas. Banyak dari mereka merekomendasikan olahraga yang bisa dilakukan didalam ruangan tapi semua itu ditolak mentah-mentah oleh guru olahraga.


"Pak ini udah panas!! Masa mau main Voly sih panas-panas gini.. yang lain aja deh.." ucap salah satu murid.


"Iya nih pak!!! Panas banget!! Senam lantai di kelas aja deh pak.."


"Kita akan tetap melakukan penilaian bola Voly kecuali kalian tidak ingin mendapatkan nilai pelajaran olahraga silahkan kembali ke kelas!!" ancam guru tersebut.


semua siswa sontak langsung menyoraki guru olahraga itu, "Huuuuuuuuuuu.....".


"Silahkan kalian maju satu persatu ke depan sesuai absen untuk mengambil lintingan kertas yang sudah berisi Tim yang akan kalian tempati dan tidak boleh bertukar Tim!!".


Semua orang mulai maju ke depan secara berurutan untuk mengambil kertas tersebut. Rici dan teman-temanya pun mulai mengambil lintingan kertas itu dan membukanya.


"Kalian dapet Tim apa?? Aku Tim B nih.. semoga bareng sama kalian" ucap Livy sambil menunjukkan isi kertas yang didapatnya.


"Gue dapet B.. kenapa gue harus satu Tim sama lo sih!! Awas ya lo kalau sampai jadi beban Tim!!"


"Nggaa... Aku lumayan bisa main Voly kok kamu tenang aja!! Kalo Rici dapet Tim apa?" tanya Livy.


Setelah membuka lintingan kertas itu, Rici langsung menunjukkannya kepada Felly dan Livy, "Gue dapet Tim A".


"Padahal gue lebih suka satu Tim sama Rici dibandingkan sama lo!! Tukeran aja deh" ucap Felly sambil menunjuk kearah Livy.


"Ihhhh.. kan ga boleh tuker Tim!! Lagian semua Tim juga sama aja kan.." jawab Livy.


"Lo tuh ga peka ya!! Di Tim B ada si Michael, dia kan pacarnya Rici! makanya gue bilang lo tukeran aja sama Rici, gitu aja ga ngerti heran gue!!" bentak Felly.


"Ya udah kalau gitu kamu aja yang tukeran sama Rici kan gampang.. Aku juga jadi bisa satu Tim sama Rici".


"Boleh aja! Gue kan jadi bisa lempar muka lo pake bola Voly karena ga satu Tim.. Mau??" ancam Felly sambil tersenyum pada Livy.


"Udah deh kalian!! Gue cape denger kalian berantem terus mending kalian pergi kesana deh, gue mau cari Tim gue dulu" ucap Rici sambil pergi untuk mencari Timnya.


Priiittttt...Priiitttt...


"Silahkan kalian kumpul dengan Timnya masing-masing!! Untung permainan pertama, Tim A melawan Tim B lalu dilanjutkan oleh Tim C dan D. Bersiap di tempat semuanya!!!".


Tim A dan B mulai bersiap, mereka mulai membicarakan strategi yang akan digunakan saat bermain Voly. Mereka sudah menentukan tempat mana yang penjagaan nya lemah. Setelah diberi waktu beberapa saat untuk berdiskusi semuanya sepakat kalau Tim A akan mulai terlebih dahulu.


Selama pertandingan, semua orang yang ada di lapangan sangat bersemangat. Mereka mulai bersorak mendukung kedua tim tersebut. Banyak dari mereka mendukung Tim A karena permainannya yang teratur dan merasa patut diberi nilai besar.


"Heh Livy!! Lo bisa main ga sih?!! Masa bola yang lo lempar Out semua!!! Kalo ga bisa main keluar deh lo!!" Teriak Felly kesal ditengah pertandingan.


"Aku udah bener kok lemparnyanya!! ga tau kenapa bisa Out gitu" jawab Livy membela diri.


"Bolanya Out ya karena Lo ga bener lemparnya!! Beban banget sih lo!!".


"Heh Felly!! Kenapa lo teriak gitu ke Livy?!! Lagian dia juga ga sengaja kan?!! jangan dijadiin masalah besar deh!!" teriak Michael membela Livy ditengah pertandingan membuat penonton terheran-heran kenapa Tim B sangat berisik.


"Tim B kenapa sih kok berisik banget?"

__ADS_1


"Cinta segitiga ya? Hahaha".


"Fix sih Tim A menang hahahahaha".


Begitulah reaksi para penonton saat melihat Tim B sangat berisik. Mereka mulai menyoraki Tim B karena permainannya yang jelek dan mendukung Tim A. Mereka semua terpesona dengan permainan Tim A karena sangat rapih dan teratur.


"Semangat Tim A!!!!! Semangat Alex!!"


"Wah ternyata kalo di liat-liat Rici sama Alex cocok juga ya.. sama-sama cool gitu".


"Gue baru tau kalau Rici serba bisa"


Sekarang Tim A yang mulai memukul bola, kedua tim melakukan permainan dengan baik sampai Rici memukul bola dan mengenai pundak Livy. Livy merengek kesakitan kepada tim nya.


"Lemah banget sih lo!! bola itu cuma nyenggol lo doang kali!!" bentak Felly.


"Tapi ini beneran sakit!! kalo ga sakit aku juga ga bakal ngeluh Fell.." bela Livy.


"Lo mah setiap hari juga ngeluh terus!! emang pernah lo ga ngeluh?!!".


"Heh Felly!! Bisa ga sih lo ga usah bentak-bentak Livy!! Lo ga liat dia lagi kesakitan gitu?! Lagian gue juga tadi liat kalo lemparan Rici itu keras banget makanya Livy kesakitan!!" Teriak Michael membela Livy dan memapahnya ke pinggir lapangan.


"Lah kenapa lo malah belain dia dibanding pacar lo?! stress ya lo??" tanya Felly.


"Gue cuma bela pihak yang bener!! Ga kayak lo yang selalu ngebully si Livy tanpa alasan!!".


"Terus?!! Lo mau Tim kita kalah cuma gara-gara si Livy kesakitan karena kesenggol bola?! Gila kali lo!!" teriak Felly.


"Gue cuma mau si Livy istirahat sebentar!! Lagian guru olahraga juga udah kasih ijin kenapa lo yang repot?! Mending lo sana deh ketemu bestie lo daripada disini bikin berisik!!".


Felly yang muak dengan mereka langsung pergi menuju Tim A dan bertemu Rici. Ia menceritakan apa yang terjadi dengan Tim B lalu menenangkan Felly agar tidak terbawa emosi.


"Udah mendingan kok, makasih ya.. Apa yang dibilang Felly bener.. kayaknya aku emang lemah" ucap Livy murung.


Michael yang melihatnya murung langsung mengelus kepala Livy untuk menenangkannya, "Ngga kok.. Emang bola yang di pukul Rici itu keras banget jadi ga aneh kalo pundak kamu sakit. Felly kayak gitu cuma buat belain bestie nya aja jadi jangan dipikirin ya. Nanti kita bales pukulan bolanya yaa".


Mendengar itu Livy langsung bersemangat, "Serius?!!! Makasihh!!! Tapi jangan keras-keras ya, aku takut Rici sakit".


"Haha iyaa aku paham kok".


Setelah beristirahat, pertandingan kembali dilanjutkan. Banyak dukungan untuk Tim A dari para penonton, para penonton berfikir kalau Rici dan Alex adalah yang paling menonjol dari Tim A.


Poin Tim B tertinggal jauh di set pertama jadi Tim B mulai berdiskusi lagi. Dengan ide yang diberikan oleh Michael dan Livy, mereka sepakat untuk menjatuhkan bola tepat di depan net Tim A agar tidak ada yang bisa menjangkaunya, mereka mempercayakan lemparan itu kepada Michael. Walaupun sebenarnya Felly tidak begitu percaya pada Michael dan Livy dan merasa ada yang aneh dengan mereka tapi ia tetap menyetujuinya.


Prriiitttttt..


Suara peluit dibunyikan pertanda pertandingan kembali berjalan, para penonton mulai bersorak menyemangati mereka. Permainan berlangsung seperti biasanya, Tim B juga sudah bersiap meluncurkan aksinya. Saat bola datang kepada Livy ia langsung mengopernya kepada Michael untuk menjatuhkan bola tepat didepan net lawan.


Para penonton yang tadi bersorak menyemangati tiba-tiba berteriak histeris menyuruh Rici waspada, "AWAS RICI!!!".


Bola yang seharusnya jatuh perlahan di depan net menjadi bola yang dilempar dengan kekuatan penuh menuju Rici. Rici yang terkejut sontak langsung menutup wajah menggunakan tangannya.


BUGH


Suara benturan yang keras terdengar sampai keseluruh lapangan membuat keheningan para penonton, Rici yang sudah bersiap menerima benturan dari bola tersebut terheran-heran karena ia tidak merasakan bola itu mengenai dirinya.


Lalu ia pun membuka tangannya, saat membuka tangannya ia melihat seseorang berdiri dihadapannya menghalangi bola yang harusnya mengenai dirinya.


"Hoooooo...Cieeeeeee..cieeeee" teriak penonton histeris melihat kejadian tersebut.

__ADS_1


Rici yang termenung sebentar langsung sadar dan terkejut karena Alex melindunginya dari lemparan bola yang sangat keras, "Alex?".


"Lo ga apa-apa?? kenapa lo malah mundur buat halangin bolanya sih!! Sorry banget gue malah nutupin muka gue bukan nya nerima bola" ucap Rici sambil memeriksa punggung Alex yang terkena hantaman bola.


"Lo gila ya?!! Harusnya lo menghindar bukannya diem ditempat nungguin bola datang!! Lepas!!" teriak Alex sambil melepas pegangan Rici dan kembali ke tempat semula.


Penonton berisik karena sedang menerka-nerka apa yang terjadi di sana, mereka beranggapan kalau Alex marah karena Rici tidak bisa menerima bola dengan baik dan malah sibuk menutupi wajahnya.


Tim B juga tidak kalah berisik karena Felly sibuk memarahi Michael dan Livy. Michael terus-menerus memancing emosi Felly karena ia berkata hanya ingin membalas lemparan Rici, Felly yang mendengar itu langsung memukul wajah Michael sampai terjatuh. Orang-orang yang menonton perkelahian langsung berlari menuju mereka, guru olahraga pun langsung melerai mereka.


"Ada apa ini?!! kenapa kalian malah berkelahi?!! ini penilaian bola Volly bukan penilaian gulat!!" teriak guru olahraga sembari melerai mereka.


"Lo berdua lagi terang-terangan selingkuh ceritanya?!!" Ucap Felly sambil menunjuk kearah Michael dan Livy.


"Maksud lo apa sih?!! Lo gila ya mukul gue didepan banyak orang!!" Teriak Michael.


"Itu hadiah dari gue buat lo!! Buat lo yang beraninya bales dendam sama cewek!!"


"Udah Felly!! tenangin diri lo!! gue juga ga kenapa-kenapa!!" ucap Rici menenangkan Felly sambil menarik tangannya.


"SUDAH!!! Kalian masih mau lanjut atau saya coret dari penilaian ini?!! Cepat kembali ke posisi masing-masing!!" bentak guru olahraga membuat semua orang kembali ke tempatnya masing-masing dan bersiap melanjutkan pertandingan.


Saat akan memulai pertandingan semuanya bersiap untuk menerima bola, tiba-tiba pandangan Felly tertuju pada Alex yang sedari tadi memperhatikannya. Seolah berbicara dengan menggunakan tatapannya Felly mengangguk tanda mengerti dan tersenyum padanya.


Pertandingan pun dimulai kedua tim bermain seperti biasa, bola saling dilambungkan dan tidak ada tanda-tanda akan jatuh ke tanah. Sampai akhirnya bola sampai ke tempat Michael lalu ia pun memukulnya ke arah Felly, Felly yang seharusnya memukul bola itu kembali ke arah lawan malah memukulnya dengan kekuatan penuh ke arah depan tim nya sendiri.


BUGH


"Kyaaaakkk!!!"


"LIVY!!!!" teriak Michael menghampiri Livy yang duduk tergeletak di tanah sambil memegangi hidungnya.


Orang-orang langsung datang menghampiri Livy dan bertanya tentang keadaannya. Livy hanya menjawab kalau dia baik-baik saja dan langsung melepaskan tangannya dari hidungnya.


"Pftttttt...HAHAHAHAHAHA".


Orang-orang sontak tertawa saat melihat Livy. Livy heran karena semua orang tertawa terbahak-bahak saat melihatnya. Ia pun mengambil kaca yang ia bawa di saku celananya dan terkejut melihat hidungnya yang merah dan membengkak.


"Gue kira lo badut hahahaha" ucap salah satu siswa padanya.


Seketika Livy pingsan di pangkuan Michael, membuat semua orang kebingungan dan bertanya-tanya mengapa Livy tiba-tiba pingsan. Banyak yang menerka kalau itu hanya karena Livy malu. Lalu pertandingan tim A dan B pun di hentikan dan dimenangkan oleh Tim A. Mereka semua pun melanjutkan pertandingan yang akan dimainkan oleh Tim C dan Tim D.


Michael yang panik langsung membawa Livy ke UKS. Ia berlari sambil menggendong Livy seperti anak bayi. Ia sangat mengkhawatirkannya Livy sampai tidak ingat kalau Rici sedang melihatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Eugene Alexander





Tim A vs Tim B set kedua


__ADS_1



__ADS_2