Bahagia Itu Sulit

Bahagia Itu Sulit
Evan Matthew


__ADS_3

Sampai kelas ia dikejutkan karena semua perempuan di kelasnya berlari menghampirinya untuk menanyakan sesuatu yang sangat penting.


"RICI..!! RICI..!!" teriak mereka.


"Ada apa?" tanya nya.


"Emang bener kalau lo.. Pacaran sama Alex..??".


"Ngga!! kata siapa sih?".


"kalau kalian ga pacaran kenapa si Alex hadang bolanya buat lo??" tanya salah satu orang.


"Emang kalau nolongin orang harus pacaran gitu? Ngga kan? Gue juga udah ngucapin terima kasih kok sama dia." jelasnya kepada orang-orang.


"Tapi gue heran kok pukulan cewek bisa sekuat itu ya? Padahal kan si Livy tuh anaknya lemah banget."


"Iya kan!! Waktu gue nonton mereka juga aneh.. kok si Livy bisa mukul bola itu keras banget sedangkan waktu tangan dia kena bola dari si Rici, dia kesakitan kayak anak kecil."


Para siswa pun mulai berspekulasi aneh bahwa Livy sebenarnya hanya berpura-pura lemah dan sengaja melempar kuat bola itu kepada Rici. Tapi semua pembicaraan itu langsung berhenti saat Michael masuk dan berteriak untuk melindungi Livy.


"SEKOLAH BUAT BELAJAR BUKAN BUAT GOSIP!!!" teriak Michael membuat suasana kelas menjadi hening.


Setelah beberapa lama mereka semua terdiam, akhirnya Livy masuk ke kelas sambil menutupi hidungnya. Tapi semua orang menyuruh Livy untuk memperlihatkan hidungnya yang terluka. Saat Livy memperlihatkan hidungnya mereka terkejut dan tertawa terbahak-bahak lalu mulai berbisik-bisik satu sama lain.


"Pftt..hahahahaha.. Lo lagi cosplay badut ceritanya? Hahahaha.." ucap salah satu orang kepada Livy.


"Ini sakit tau.. Tapi ga apa-apa deh namanya juga pertandingan pasti ada aja celakanya.. Iya kan Fell." jawabnya sambil tersenyum ke arah Rici dan Velly.


Setelah ditertawai oleh banyak orang, mata Livy langsung tertuju pada satu orang didepannya yaitu Alex. Livy langsung bangun dari kursinya dan perlahan menuju kursi Alex yang ada di depannya. Ia langsung menarik kursi disebelahnya dan duduk disamping Alex.


"Alex.. aku mau minta maaf..Maaf ya gara-gara aku, kamu jadi luka deh." ucapnya.


"Ya. Terserah lo deh." jawabnya malas dan mulai menjauhkan kursinya dari Livy.


Livy yang melihat Alex menjauh mulai menarik lagi kursinya agar bisa dekat dengan Alex. "aku bener-bener minta maaf..Tolong maafin aku ya Alex."


"Lo bisa jauhan dikit ga sih?! Emang perlu sedeket ini?!!" ucapnya sambil mendorong kursi Livy dengan kakinya agar menjauh.


"Kenapa di dorong-dorong sih hahaha.. Gimana kalau kita makan? Sebagai permintaan maaf aku." ucapnya sambil tertawa lugu.


"Gue ga ada waktu. Lagian bentar lagi guru bakal datang ngasih pengumuman mending lo balik deh ke kursi lo sendiri daripada gangguin gue!!"


"Gangguin apa sih!! Kan aku cuma mau nemenin kamu, daripada kamu sendiri kan.. Lagian si Kelvin juga lagi main sama si Felly. Jadi sebagai teman yang baik.. aku temenin kamu deh, harusnya kamu berterimakasih sama aku." ujar Livy sembari bertingkah imut didepan Alex.


Alex yang melihat itu seketika bergidik geli, ia langsung memasang ekspresi jijik diwajahnya, "Lo bisa jauh-jauh dari gue ga?! Lo tuh udah kayak parasit aja ya yang nempel kesana kesini, mending lo tempelin aja tuh si Michael!! Gue udah ada anti parasit!!"


"Ihh.. Michael tuh cuma temen deket doang, apalagi Michael kan pacarnya Rici. Aku tuh masih jomblo tau!!" bantah Livy sambil memukul kecil Alex.


"Oh gitu? Makasih buat TMI nya tapi mending lo balik ke kursi lo sendiri deh. Ada wali kelas mau masuk tuh." ucapnya sambil menunjuk kearah pintu.


(*Too Much Information : informasi yang tidak terlalu penting)

__ADS_1


"Selamat siang semuanya.. Hari ini saya datang untuk memberi pengumuman sebelum pulang. Hasil Vote kali ini paling banyak memilih Camping untuk kegiatan sekolah angkatan kita. Jadi bapak akan kasih kalian lembar persetujuan wali untuk ditandatangani. Besok harus sudah dikumpulkan!! silahkan maju satu persatu sesuai absen."


Para siswa pun maju satu persatu sesuai absen untuk mengambil lembar persetujuan tersebut. Mereka banyak mengeluh kenapa banyak siswa yang memilih kegiatan Camping daripada ke tempat wisata. Tapi mengeluh pun tidak ada gunanya karena pihak sekolah sudah memberi keputusan.


Setelah guru pergi dari ruang kelas, Grizel yang duduk didepannya langsung berbalik menghadap Rici dan Felly di kursinya. "Rici... gue denger katanya anak SMP juga ikut loh... Ga wajib sih tapi peminatnya banyak, adik lo bakal ikut ga??"


"Pasti ikut lah!! Adik gue juga ikut," jawab Felly.


"Lo punya adik Fell? gue baru tau loh."


"Iya Felly punya adik... Adiknya Felly itu temen adik gue jadi otomatis pasti adik gue pasti ikut Camping."


"Oh gitu... Adik lo kayak gimana Fell? Pasti muka sama sifatnya mirip sama lo, kan?"


"Yah... Bisa dibilang gitu atau mungkin ngga?" jawab Felly ragu-ragu.


"Apa? Jadi mirip atau ngga?" Mendengar jawaban Felly membuat Grizel bingung.


...****************...


*Kelas Alan


Plakk


"Woy!!! Lo ngapain bengong? Kebelet BAB??"


"Gila ya lo?! kalau gue kebelet BAB ga mungkin gue bengong disini, Evan!!" jawabnya kesal.


"Siapa tau udah keburu keluar, kan?" ucapnya semakin mengejek.


"Tumben... Kenapa sih? Lo lagi mikirin kakak lo yang tadi berduaan sama ketua kelasnya?" tanya nya memastikan.


"Oh dia ketua kelas? Baru tau gue.. Tapi kalau masalah itu sih gue bodo amat, dan sebenernya ada yang gue pikirin dari tadi." ucapnya.


"Apa? Tumben banget lo mikir." jawab Evan sambil berusaha menyedot es yang ada ditangannya.


"Kayaknya gue jatuh cinta deh." ucap Alan tiba-tiba.


"Pftttt... Uhuk... Uhuk..." Seketika Evan tersedak es yang sedang diminumnya.


"Lo kenapa woy?!! Jangan kaget gitu lah.. Lebay banget sih lo!! Gue juga manusia kali, ya pasti bisa jatuh cinta!!" teriaknya pada Evan yang sedang batuk karena tersedak.


"Uhuk.. Uhuk.. Gue keselek es woy!! Ini tukang dagangnya kenceng banget sih iket nya!!!"


"Emang lo minum es apa sih sampe di iket-iket gitu?" tanya nya penasaran.


"Es cekek!! Uhuk.. Uhuk.."


"Lagian ngapain di iket-iket gitu sih?!! Biasanya juga ga di iket ah!! Lo juga sih beli es cekek segala!!" Ucap Alan sembari menepuk-nepuk punggung Evan agar berhenti tersedak.


Setelah berhenti tersedak akhirnya Evan bisa bernafas dengan lega dan kembali melanjutkan minumnya. "Jadi..? lo jatuh cinta sama siapa? Paling bentar lagi juga udah ga suka."

__ADS_1


"Ngga!! Gue tuh suka banget sama dia! Gue sampai rela jauhin cewek-cewek yang suka sama gue demi dia!!"


Baru beberapa detik Alan bicara seperti itu, tiba-tiba ada anak perempuan yang minta berfoto dengannya. "Alan foto bareng dong..."


"Oke ayok!" jawabnya lalu berfoto anak perempuan itu. Tingkah Alan yang seperti itulah yang membuat Evan jengkel.


Setelah berfoto dan anak itupun pergi, Alan dan Evan kembali melanjutkan pembicaraan. "Ngomongin apa kita tadi? Oh iya tentang gue jatuh cinta, jadi menurut lo gimana?"


Evan hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Emang lo suka sama siapa?".


"Gue suka sama temennya Kak Rici... gue tau mukanya tapi gue ga tau namanya siapa..." ucapnya lirih sambil membayangkan wajah Felly dalam bayangannya.


"Hmm.. pantes.. badan lo panas nih, kayaknya lo gila deh." Jawabnya sambil menempelkan tangannya di dahi Alan lalu menempelkannya lagi di bokong miliknya.


"Serius!!! Masa gue dibandingin sama bokong lo!!"


"Iya.. Iya.. Kayaknya gue tau deh lo suka sama orang yang mana, tapi gue juga ga tau namanya."


"Beneran?!! Kalau ada waktu bantuin gue deket sama dia ya!! Terus menurut lo temen Kak Rici yang gue suka itu gimana?" tanya Alex antusias.


"Hmm.. cantik.. imut.. tapi agak mencurigakan sih keliatannya juga judes, Gue sih dukung pilihan lo aja." Jawabnya sambil menepuk bahu Alex untuk menyakinkan nya.


"Oke oke!! Gue percaya sama lo!! Penilaian Lo emang ga pernah salah, Evan. Thanks ya!!"


"Santai aja.."


"Jangan lupa nanti bantuin gue biar bisa deket sama dia ya?!! Kebetulan kelas kita kan ikut acara Camping angkatan kak Rici, bisa jadi kesempatan emas tuh!!" lanjutnya antusias.


"Iya gue janji bakal bantuin lo deket sama dia kalau ada kesempatan!! Lo tenang aja."


Setelah selesai berbincang mereka pun langsung bersiap-siap untuk pulang kerumah, selama bersiap-siap Evan meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia akan membantu kisah cinta Alan.


"Gue harus bantuin Alan deket sama cewek yang dia suka!! Tapi gue baru tau selera Alan ternyata yang imut-imut bermuka dua kayak gitu." Batin Evan sambil membayangkan wajah Livy dalam bayangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



Evan Matthew




...Evan Matthew adalah adik dari Felly. Dia sudah lama berteman dengan Alan. Dia juga tau sifat baik dan buruk dari Alan, tapi mereka tetap berteman. Rici juga sudah tau kalau Evan adalah adik Felly karena Rici sering berkunjung kerumah Felly, sedangkan Alan tidak mengetahui kalau Felly adalah kakak Evan....


...Evan terkenal dengan kepintarannya. Tapi bagi Felly dan keluarganya dia tidak lebih dari sekedar orang yang ceroboh. Dibalik kebaikan hati Evan, ada kesedihan mendalam yang dialaminya. Orang tuanya meninggal saat akan menjemputnya pulang sekolah dan itu membuat Evan merasa sangat bersalah walaupun sebenarnya Felly dan kakek neneknya sangat menyayanginya dan tidak pernah sekalipun menganggap Evan dalang dari kematian orang tuanya....



Es cekek yang diminum Evan

__ADS_1




__ADS_2