
Li Zetian duduk di atas pohon tinggi. Dia memakan roti isi daging dan beberapa camilan lain ada di pangkuannya.
Di sisinya Xiao Qin juga ikut memakan daging panggang yang entah dia dapat darimana.
"Nona, gadis tadi keterlaluan. Apa nona tidak membalasnya"
"Aku kesal, tapi lebih baik mengabaikan saja. Banyak yang harus dikerjakan disini. Aku juga tidak tenang meninggalkan kekaisaran dan alam neraka terlalu lama"
"Baik nona. Qin akan selalu menemani nona"
"Nah Qin Qin, bagaimana menurutmu aku harus pergi ke alam siluman"
"Itu bukan tempat yang baik nona. Dan sangat sulit mencapai tempat itu"
"Hah, sebenarnya siapa yang membuat kutukan mengerikan untuk keluargaku itu"
"Nona, Qin Qin disini menghibur nona"
Li Zetian tertawa kecil melihat serigala itu memasang pesona lucu nya.
"Sudahlah, lebih baik kamu memasuki pintu tertutup sekarang. Semakin lama menunda itu semakin tidak baik bukan"
"Tapi, siapa yang akan menemani nona. Xiao Mao juga baru saja memulai kultivasinya. Sedangkan Aurora.. Err, aku tidak percaya dengan gadis jelek itu"
Pletak..
Jitakan kecil mendarat di kening serigala itu. Tentu pelakunya adalah Aurora.
"Bilang saja kau iri denganku. Huh, serigala jelek. Nona seharusnya dulu mengambil bentuk burung cantik atau bentuk lain saja. Bukan serigala jahat ini"
"Sudahlah, kalian mengapa sangat suka berdebat"
"Nona itu salah Ro Ra"
Pletak ...
"Hei apa kau lupa tadi mengataiku jelek"
Li Zetian pusing dan memasukkan kedua hewan itu kedalam dimensi agar keduanya melanjutkan perdebatan di dalam. Tidak lupa dia menutup akses untuk tiga jam kedepan
Umumnya mereka akan betah berdebat hingga tiga hari. Dan tiga hari di dalam ruang dimensi sama dengan tiga jam dunia luar
Li Zetian lanjut berjalan kembali ke area pemukiman. Dia memiliki janji temu dengan Xu Jin di desa itu.
Li Zetian berjalan memasuki sebuah desa. Aura di desa itu sedikit berbeda. Namun juga bukan masalah besar.
Selama beberapa waktu lalu dia juga akhirnya tahu bahwa kekaisaran Zhao memiliki struktur yang sedikit berbeda dengan kekaisaran Han.
Selain struktur, beberapa desa juga memiliki aura yang berbeda. Dan itu hal normal bagi rakyat kekaisaran Zhao.
Li Zetian merasakan perasaan tidak nyaman. Namun karena penasaran dia tetap melanjutkan memasuki desa.
Lagipula dia sedang menunggu Xu Jin. Jadi, tidak masalah untuk bersenang senang sebentar
Li Zetian ingin memakan semangkuk mie kuah. Mie kuah miliknya tadi pagi tidak bisa dimakan akibat ulah seorang putri manja.
Melihat ke kiri dan kanan akhirnya Li Zetian menemukan kedai mie yang cukup ramai
Meski desa ini aneh tapi dia berharap makanannya tetap normal.
Li Zetian memasuki kedai, dan pelayan kedai itu menghampirinya dengan senyum yang tidak bisa di artikan.
__ADS_1
Setelah memesan Li Zetian mencoba menggunakan kemampuan mata dewa nya untuk melihat sesuatu yang terjadi.
Namun anehnya dia tidak bisa menembus pertahanan daerah ini
'Sial, aku ternyata sangat lemah. Menembus pemikiran mereka saja tidak sanggup, sepertinya ada yang salah dengan tempat ini'
Li Zetian meletakkan kantung emas dan melesat pergi keluar. Dia harus pergi untuk memastikan sesuatu.
Tentu saja tidak semudah itu. Sejak tadi dia sudah diperhatikan dan sudah di klaim sebagai makanan pembuka oleh penduduk desa.
Beberapa penduduk desa menghalangi jalan Li Zetian dan berusaha menangkap Li Zetian.
Ketika Li Zetian ingin membalas dan mengeluarkan kekuatannya tiba tiba dia tercengang.
Kekuatannya sama sekali tidak bisa digunakan. Bahkan dia juga tidak bisa menghubungi Xiao Mao, Xiao Qin dan Aurora di dalam dimensi.
Akhirnya Li Zetian mengerti mengapa dirinya tidak bisa membaca pemikiran penduduk.
Hanya saja tempat ini mengurung segala jenis kekuatan.
Li Zetian tersenyum manis namun menakutkan. Tatapannya tajam menyebarkan teror.
"Baiklah, sudah lama aku tidak bermain"
"Gadis sombong. Kekuatanmu tidak akan bisa digunakan disini"
Li Zetian menguap lebar. Ekspresinya berubah menjadi bosan dan menyebalkan
"Humm, hanya kalian saja. Aku tidak butuh kekuatan untuk memusnahkan seluruh desa ini"
"Gadis sombong. Cepat serang dia"
Para penduduk mulai menyerang Li Zetian menggunakan pedang, cambuk, dan sebagainya.
Dari posisinya saat ini Li Zetian juga bisa melihat beberapa orang bersembunyi dibalik pohon pohon tinggi. Mereka siap untuk melesatkan anak panah.
Li Zetian tersenyum. Dia kali ini fokus dan menghitung mundur, persis dengan aba aba yang akan dilakukan pemimpin desa ini
Satu... Satu
Dua... Dua
Tiga.. Tiga
Ratusan anak panah melesat menuju ke arah Li Zetian. Para pemuda dan penduduk yang mengepung Li Zetian telah menggunakan pelindung masing masing.
Li Zetian menghindari anak panah sambil menari lincah.
Dia juga melepaskan sedikit aura kecantikannya (Mengontrol aura kecantikan tidak membutuhkan Qi ya manteman)
Seorang pemuda dengan cambuk yang melihat Li Zetian menghindar i anak panah dengan mudah segera menyerang.
Pemuda itu mengayunkan cambuk dengan ujung ujung berbentuk lidah ular
Li Zetian yakin cambuk itu mengandung racun ular.
Li Zetian segera tersenyum manis dan melepaskan 60% kecantikannya.
Pemuda itu terpesona dan kehilangan kontrol cambuknya. Hingga mengenai rekan rekan nya yang lain.
Li Zetian tersenyum semakin manis. Pemuda itu juga semakin tersihir oleh pesona Li Zetian. Sedangkan penduduk lain, tidak merasakan apapun menatap aneh kepada pemuda
__ADS_1
"Don don. Apa yang kau lakukan. Mengapa menyerang teman sendiri"
Pemuda itu linglung sejenak. Melihat serangannya kepada dua rekannya dia merasa bersalah dan kembali fokus menyerang Li Zetian.
Hanya saja Li Zetian tidak mungkin melepaskan mainan begitu saja setelah sangat lama berpuasa tidak bermain.
"Don don. Selamatkan aku, kumohon"
Li Zetian berderai air mata, Pemuda bernama don don itu sedikit luluh. Namun langsung dihantam oleh seorang gadis bersurai putih.
Li Zetian sedikit tertawa melihat gadis ubanan itu
"Si*lannnnnn beraninya kau menggoda kekasihku"
"Cih dia kekasihmu, sayang sekali pemuda sepertinya harus bersama gadis ber uban sepertimu"
"DIAMMMMM"
Penyerbuan itu kini seperti berubah menjadi pertarungan merebut seorang pemuda, padahal kenyataannya Li Zetian hanya iseng.
Gadis itu menyerang dengan sangat lincah, yang tentu dihindari Li Zetian dengan lebih lincah.
"Jangan terus menghindar"
"Baik"
Gadis itu menggunakan pedang dengan ujung petir kecil. Membuat gerakan menyilang yang diarahkan pada Li Zetian
Li Zetian melompat ke pohon dan berpegangan pada batang pohon besar.
Pohon pohon di desa ini sangat tinggi. Hanya beberapa saja yang berukuran normal, dan pohon normal itu lah yang digunakan para pemanah tadi bersembunyi.
Li Zetian tersenyum mengetahui ada yang tidak beres. Dia memanjat naik terus menerus ke atas pohon
Semakin naik ke atas semakin ringan tubuhnya. Li Zetian berfikir sejenak lalu mengeluarkan jurus auman maut
Suara memekik itu menyakiti banyak orang yang tadi meraung marah di bawah sana.
Ternyata benar, kekuatan apapun tidak bisa di gunakan di tanah.
Li Zetian mengepakkan sayapnya dan terbang di jarak tertentu yang dirasa aman.
Di atas kepala Li Zetian muncul bola api raksasa yang siap menghancurkan seluruh desa ini.
Namun seorang kepala suku segera berlutut memohon ampunan gadis itu
"Nona ampuni kami nona. Kami hanya ingin terus bertahan hidup"
Li Zetian mengerutkan dahi dan menatap mata pria itu. Memang benar tidak ada kebohongan di mata itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hewoo, howareyou...
Jangan lupa like kalau kalian suka...
komentar jika kalian gemas,..
vote untuk mendukung author...
Boleh dong mini gift nonton iklan untuk sedekah ke author biar semakin semangat up hihi
__ADS_1
Love you all