Bakat Surga

Bakat Surga
BS 027


__ADS_3

Li Zetian sedikit kesulitan, jika dia memaksa untuk membantu itu sama artinya dengan berperang dengan kekaisaran Zhao.


Namun, mengabaikan para penduduk di desa itu juga bukanlah pilihan baik.


Nah masalah lainnya adalah dia tidak memiliki akses keluar masuk seluruh kekaisaran zhao dengan mudah.


Makan malam telah berlalu beberapa saat lalu. Li Zetian memasuki dimensi pribadinya dan langsung bermeditasi di tengah kolam


Li Zetian mencoba menjernihkan pikirannya untuk mengetahui apa langkah terbaik selanjutnya yang harus dia ambil.


Setelah beberapa saat Li Zetian akan mencoba menghubungi pihak istana Fuzhao.


Lagipula dia disini hanya tersisa dua hari lagi.


Tidak lagi ingin memikirkan, Li Zetian tenggelam dalam pelatihannya agar dirinya siap kapanpun dan atas hal apapun


.


Li Zetian pagi ini disibukkan dengan menata rambut panjang miliknya.


Dia mengambil mahkota kecil yang menunjukkan identitanya. Rambutnya di tata dengan gaya modern yang elegan


Li Zetian hari ini akan mengunjungi istana kerajaan Fuzhao. Jadi sudah seharusnya dia mengenakan mahkota kecil itu karena kunjungannya mungkin akan bersifat formal


Li Zetian melangkah keluar dari kamar dan sudah di sambut Xu Jin yang berpenampilan sebagai pengawal Li Zetian


"Salam putri, semoga bintang kekaisaran selalu bersinar terang"


"Bangkitlah Jin ge. Mari kita pergi, kau sudah mengabarkan kedatanganku bukan"


"Sudah putri"


Malam sebelumnya Li Zetian meminta Xu Jin untuk menyampaikan bahwa dirinya akan berkunjung


Li Zetian mengendarai unicorn ungu, sedangkan Xu jin menggunakan elang merah sebagai tunggangannya


Keduanya terbang bebas menikmati indahnya kerajaan Fuzhao


Beberapa saat kemudian, Li Zetian melihat barisan pengawal di sepanjang jalan yang mungkin bertugas menyambut Li Zetian.


Li Zetian tersenyum dan turun menuju tengah tengah


Gerakan unicorn itu sangat anggun, lembut dan hati hati.


Anak rambut pirang Li Zetian bergerak terkena angin, namun tidak mempengaruhi mahkota kecil yang sangat pas di kepalanya.


Mata ungu Li Zetian memandang jernih dengan binar hangat.


Kali ini Li Zetian menggunakan gaun putih dengan hiasan berwarna ungu. Sangat cantik dan pas di tubuhnya


.


Li Zetian turun dari unicorn yang langsung kembali ke tempatnya setelah mendapatkan sedikit hadiah


Li Zetian berjalan anggun menuju tempat anggota istana berdiri menyambutnya

__ADS_1


Para prajurit berjajar rapi dan berdiri sigap 5 meter jauhnya di sisi kanan dan kiri, karpet merah menyala di rentangkan di sepanjang jalan Li Zetian.


Li Zetian juga melihat banyak bunga bunga segar yang menghiasi istana itu.


Saat tiba di hadapat raja dan anggota keluarga Kerajaan Li Zetian tersenyum manis dan memberi salam


Meski kedudukan anggota kerajaan Fuzhao lebih rendah, namun Li Zetian tetap akan merendahkan diri pada orang yang lebih tua dan memiliki sikap baik


"Salam kepada raja kerajaan Fuzhao, semoga diberkati kesuksesan dan kejayaan"


"Salam kami kepada bintang kekaisaran han. Semoga putri Han Li Zetian selalu bersinar terang"


Li Zetian sekali lagi menanggapi dengan senyuman manisnya membuat beberapa pangeran mimisan


Di mata anggota kerajaan, Li Zetian sangat rendah hati dan cantik. Kesan pertama bertemu Li Zetian sangat menyenangkan


"Silahkan putri, kerajaan kecil kami sudah menyiapkan sedikit jamuan untuk putri"


"Terimakasih, maaf jika kedatangan saya merepotkan"


"Kedatangan putri adalah berkah bagi kerajaan kami"


Beberapa saat kemudian Li Zetian dan anggota keluarga Kerajaan Fuzhao selesai menikmati jamuan


Mereka saat ini berkumpul di aula kerajaan untuk berdiskusi satu dan dua hal, tidak hanya itu disana juga terlihat beberapa jendral dan mentri


"Saya kemari ingin mengetahui pendapat kalian mengenai salah satu desa di kerajaan ini"


"Apa itu desa eksekusi putri. Apa mereka menyakiti kalian" tanya salah satu pangeran


Li Zetian mengangguk dan menggeleng membuat anggota rapat kebingungan


Terdengar beberapa helaan nafas lega


"Maaf karena putri harus mengalami kejadian tidak mengenakan seperti ini. Mengenai desa itu, saya mengutus putri Shiro untuk menjelaskan sekaligus menemani putri menikmati istana kami"


Li Zetian tersenyum dan mengangguk saja. Dia memahami bahwa raja juga sangat sedih, dan mungkin ada hal menyakitkan yang dia alami


"Terimakasih, saya akan sangat menyukai istana ini"


Putri Zhao Shiro berdiri dan memberi salam pada Li Zetian


Li Zetian tersenyum sembari menilai. Tidak buruk, meski memiliki temperamen aneh dan sedikit sombong namun putri di depannya tidak memiliki niat buruk ataupun kebiasaan merendahkan orang lain


Li Zetian juga senang karena raja itu tidak mengutus pangeran yang mungkin akan menyulitkan dirinya


"Salam putri, mohon bantuan untuk putri mengikuti Hamba"


"Jangan menghambakan diri padaku. Panggil saja ze jika kita sedang berdua"


Putri itu tersenyum senang karena Li Zetian berbeda dengan putri putri kekaisaran yang dia kenal


Mereka berjalan dan juga duduk di gazebo menikmati pemandangan danau dan gunung yang sangat memanjakan mata


"Putri shiro jadi apa yang terjadi dengan desa itu"

__ADS_1


"Desa itu adalah tempat kelahiran ayah dan ibuku. Ibu suri melahirkan ayah di desa itu. Tepatnya ketika ibu suri pulang mengunjungi orang tua nya di klan Zu"


Putri shiro terus memberikan informasi kepada Li Zetian


"Suatu hari ayah datang ke klan Zu sebelum menjadi putra mahkota dan memandang ibu permaisuri saat ini"


Seorang putri kekaisaran yang merupakan adik kesayangan kaisar saat ini sangat tergila gila dengan raja Zu


Putri itu meminta perjodohan dan di tolak oleh kerajaan Fuzhao atas dasar ketidaklayakan raja zu saat itu.


Yang mana dia hanya pangeran biasa yang lemah dan suka membuat onar. Kaisar pun juga sependapat jadi perjodohan itu tidak di teruskan.


Ketika kaisar Zhao Kuangyin naik tahta, beberapa saat raja zu dan permaisuri Nuan menikah. Keduanya hidup bahagia dengan tinggal di desa itu hingga putri Shiro dilahirkan


Raja kerajaan Fuzhao saat ini meninggal karena sakit, dan disaat yang bersamaan putra mahkota juga mengalami bencana dan menjadi cacat seumur hidup


Pada akhirnya raja Zu naik tahta dan diharuskan mengambil 3 orang selir


permaisuri Nuan sakit sakit an semenjak kedatangan selir selit itu


Beberapa saat berlalu, kaisar membuat keputusan menyakitkan. Dengan menjadikan desa itu tempat eksekusi


Agar tidak ada yang membantah mereka menghubungkan jiwa para penduduk kepada permaisuri Nuan.


Hal itu dilakukan juga karena ada unsur dendam atas kerajaan Fuzhao yang mendukung pangran dari selir naik tahta, dan juga atas insiden penolakan adik kaisar


"Jadi separuh jiwa permaisuri berada di dalam desa itu dan mengendalikan penduduk desa agar tetap melakukan tugasnya"


"Benar putri, kami tidak sanggup dengan penderitaan ini. Setiap bulan seluruh pemduduk dan ibunda permaisuri akan mengalami rasa sakit hebat"


Air mata Putri shiro lolos begitu saja


"Apakah kalian tidak meminta dibebaskan oleh kaisar"


"Kami sudah melakukannya putri. Kaisar mengatakan tidak dapat melakukan apapun karena itu terhubung dengan penguasa dunia bawah"


"Tolong jelaskan lebih rinci putri"


"Hubungan itu tidak bisa terputus putri Ze. Namun kaisar juga tidak keberatan jika kami berhasil memutus dan mengembalikan ke semula. Kaisar juga tidak peduli. Dalam lima tahun terkahir ini bahkan tidak ada satupun tahanan yang di eksekusi untuk menjadi makanan mereka"


Li Zetian tersenyum dan mengerti garis besarnya


"Ah tenanglah. Aku akan membantu kalian, namun hanya bisa dilakukan malam nanti. Sampaikan salamku kepada raja aku akan datang besok malam, dan harus kembali untuk bersiap"


Senyum terakhir Li Zetian membuat putri Shiro terpesona dan tidak sadar jika Li Zetian menghilang di udara tipis


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hewoo, howareyou...


Jangan lupa like kalau kalian suka...


komentar jika kalian gemas,..


vote untuk mendukung author...

__ADS_1


Boleh dong mini gift nonton iklan untuk sedekah ke author biar semakin semangat up hihi


Love you all


__ADS_2