Balas Dendam Sang Menantu

Balas Dendam Sang Menantu
Akbar di adopsi keluarga Anjani dan Rangga


__ADS_3

"Akhirnya kita dapet uang banyak mas ,kita bisa beli rumah baru ,rupanya Manda dan Zidan sudah mendapatkan bayaran untuk seorang bayi yang tak berdosa yaitu keponakanya sendiri yang mereka jual dan mereka tukar dengan sejumlah uang yang nominalnya tidak main_main .


Manda dan Zidan tidak tahu kalau bayi Akbar nantinya akan di kemanakan ,yang peting dia sudah terima uangnya lalu mereka pergi tanpa merasa berdosa .


***


Ini nyonya bayinya ,saya membeli merka sejumlah uang yang mereka minta asal mereka memberikan bayi mereka pada saya, dan mereka bilang ,bayi itu bayi keponakanya yang terlantar karena orang tuanya mengidap kanker dan tidak tahu bisa sembuh lagi atau tidak ,jadi mereka minta sejumlah uang untuk pengobatan keponakan nya itu dan memberikan bayi yang mungil ini pada saya .


"Terimakasih banyak Inah ,kamu sudah mencarikan anak adopsi ini untuk saya ,saya akan mengangkat anak ini, untuk menjadi anak saya dan mas Rangga ,ucap Anjani !


bayi Akbar kini di adopsi oleh keluarga yang sangat kaya raya ,namun mereka belum kunjung jua di kasih keturunan ,mereka sebenarnya bisa mengadopsi anak dari panti asuhan tapi mereka tidak melakukan nya karena orang tua mereka hanya ingin cucu kandung yang lahir dari rahim menantunya yaitu anak kandung Anjani sendiri ,mereka melarang keras untuk mengadopsi anak asuh !


Segala upaya telah Anjani dan Rangga lakukan untuk mendapatkan momongan ,namun mereka tak kunjung jua mendapatkan nya ,kalau soal materi mereka punya segalanya ,hanya saja belum juga di kasih kepercayaan untuk mempunyai seorang anak .

__ADS_1


***


Anna sudah mencari ke setiap pelosok ,namun hasilnya nihil ,24 jam sudah berlalu ,Anna baru bisa malaporkan kasus ini ke kantor polisi namun polisi juga tidak bisa menemukan Akbar secepat itu karena Akbar masih bayi .


berhari_hari telah berlalu ,Anna belum juga mendapat kabar tentang Akbar ,dia merasa putus asa .


"Mas ,aku sudah tidak sanggup lagi kalau begini terus mas ,gak ada kabar dari polisi dan aku gak bisa diam saja mas ,lakukan sesuatu untuk mencari Akbar mas !


"Sudahlah Anna ,kita ikhlaskan saja kepergian Akbar ,siapa tahu Akbar di selamatkan oleh keluarga yang baik ,lagi pula kamu kan ibu yang baik ,pasti Akbar di tangan orang baik sekarang .Alan coba meyakinkan istrinya agar dia tidak terus bersedih


"Cukup mah ,apa mamah gak bisa merasakan perasaan aku sebagai seorang ibu ,mamah dengan enteng bilang anak bisa bikin lagi ,Akbar itu anak aku darah daging aku ,mana bisa aku bisa ikhlas dia hilang di culik mah ,mamah mau tiba_tiba kehilangan mas Alan ,apa mamah mau mah ? Anna meninggikan suaranya karena kali ini mulut mertuanya sudah tidak bisa di toleran .


"kamu berani menyimpangkan mertua kamu Anna ,sembarangan kamu pake bilang mamah harus kehilangan anak mamah ,lihat Alan istri kamu berhati busuk ,dia mendoakan kamu pergi meninggalkan mamah ,dasar menantu lancang

__ADS_1


"plakkk!


Linda malah menampar Anna di depan Alan .


Anna hanya menangis lalu pergi ,dan Alan malah tidak berkomentar apapun dia hanya bisa berdiam diri melihat ibunya menampar istrinya .


***


di kediaman Anjani dan Rangga


"Mas ,besok kita pergi ke rumah mamah sama papah ,kita bilang kalau cucunya sudah lahir 2 bulan yang lalu dan kita baru bisa balik Jakarta karena nunggu Rafka gede dulu baru bisa di bawa pake pesawat .


"ia sayang ,mereka pasti senang mendengar kelahiran cucu pertama mereka .

__ADS_1


"maaf ya mas aku belum bisa kasih kamu keturunan dari rahim aku sendiri ,Anjani memegang tangan suaminya


"gak papa sayang ,aku akan mencintaimu sampai kapanpun meskipun kamu belum bisa memberi aku keturunan,sekarangkan kita sudah punya Rafka yang akan menjadi anak kita ,aku berharap Rafka bisa membawa kebahagian baru dalam keluarga kita .ucap Rangga lirih


__ADS_2