BALAS DENDAM SANG PHOENIX

BALAS DENDAM SANG PHOENIX
10. bertemu kate


__ADS_3

Lucy sangat tahu walau Kate memiliki fisik dan emosi sekeras baja namun hati nya begitu lembut. Keluarganya adalah harta berharga untuk nya. bahkan di kehidupan sebelum nya iya mati Matian mencari pembunuh keluarga nya dan ternyata itu di lakukan oleh ayah nya sendiri.


Ayah nya memalsukan kematian nya dan membunuh semua keluarga nya karena menginginkan harta istri nya dan menjadikan anak nya sendiri kambing hitam nya.


Orang orang berfikir bahwa Kate adalah dalang dari kematian keluarga nya sendiri. Namun tidak ada yang tahu bahwa itu di lakukan oleh orang lain. Dan Kate adalah kambing hitam nya.


"gadis kecil berhentilah membual. Kau tidak perlu khawatir. Kami akan baik padamu. Tapi sebaik nya jangan membahas tentang pria itu. Jika tidak kau akan mendapat masalah Lo"


pria itu tidak menghiraukan ucapan Lucy. Iya lalu mendekati Lucy dan mencoba untuk menye tuh nya.


krakkk..


Saat tangan pria itu hendak menyentuh bahu Lucy dengan cepat Lucy menangkap tangan ny dan memutar tangan pria itu dengan kuat sehingga membuat pria itu berteriak kesakitan.


"ahhh.. dasar gadis sialan. Berani nya kau"


Pria itu begitu emosi saat tangan nya di patah kan oleh Lucy.


"aku tidak ingin mencari ribut dengan kalian. Sebaliknya bawa aku bertemu dengan Kate"


Wajah Lucy terlihat begitu serius dan mengerikan bahkan aura membunuh nya begitu terasa dan membuat tubuh siapapun bergetar.


"baiklah aku akan membawa mu. Tapi aku harap kau tidak menyesali nya."


Walau pria itu terlihat bringas dan brengsek namun mereka sebenarnya orang orang yang baik. Mereka selalu melindungi tempat mereka dari orang orang yang jahat.


"tidak usah banyak bicara dan langsung bawa aku"


salah satu dari mereka akhirnya membawa Lucy menemui Kate. Lucy di ajak memasuki gang kecil itu dan berjalan sedikit jauh hingga di ujung gang kecil terlihat sebuah rumah kecil yang kumuh .


"itu adalah tempat tinggal si bos.. Jika kau mati di tangan nya aku harap roh mu akan tenang di alam baka"


pria itu lalu pergi meninggalkan Lucy sendiri karena takut jika harus bertemu dengan Kate.


"kate aku datang.. Sambut bos mu ini Kate"


Lucy lalu berjalan ke arah rumah kecil itu. Pintu yang terlihat tertutup perlahan di buka oleh nya tanpa izin.


Terlihat di dalam ruangan itu gelap dan hanya di terangi sebuah lampu kecil di tengah ruangan.


Rumah itu terlihat begitu kumuh dan tidak layak huni. Semua barang bahkan berserakan di mana mana.

__ADS_1


"persis seperti kehidupan sebelum nya'" ucap Lucy seraya menepuk jidat nya.


"siapa yang mengijinkan mu masuk." ucap sebuah suara dari balik remang remang lampu.


"ouh. Apa kau begitu menyedihkan sekarang" ucap Lucy lalu berjalan menuju sebuah kursi kayu yang ada di ruangan itu.


" heh...gadis kecil nyali mu besar berani datang ke sini. Apa kau ingin tidur dengan ku dan menyerahkan jantung mu" ucap suara itu.


"stttt... Jika berbicara sebaik nya di depan ku. Tidak menyenangkan berbicara tanpa bertemu bukan"


"hahaha....pergi.!!!" suara itu terdengar begitu kasar.


"tidak sampai kau menemui ku"


"sepertinya kau sudah tidak sayang nyawamu"


Bughkkk


Tiba tiba saja Sorang pria menghampiri Lucy dan mencekik erat leher Lucy dengan tiba tiba.


"aku memberi mu kesempatan untuk hidup dan pergi. tapi kau memilih kematian"


"Kate hentikan. aku tau kau bukan orang yang kejam. Kau tidak akan membunuh ora g yang tidak bersalah." Lucy berusaha melepaskan tangan Kate dari lehernya.


Dengan bersusah payah Lucy berusaha meyakinkan Kate agar percaya bahwa dia datang bermaksud baik.


"bagaimana kau tau bahwa orang lain yang membunuh keluarga ku"


Kate secara perlahan mengendorkan tangan nya di leher Lucy. Dengan segera Lucy mencari celah dan memutar balik keadaan. Lucy melepaskan tangan Kate dari nya dan berbalik menahan tangan Kate kebelakang punggung sehingga membuatnya tidak dapat melawan.


"Kau tenang lah. Aku bukan musuhmu"


Lucy berusaha meyakinkan Kate agar percaya pada nya.


"jangan mencoba merayuku. Kau pikir aku akan percaya begitu saja. Lepaskan aku dan akan ku buat kematian mu begitu cepat"


Kate terus berusaha memberontak dan melawan. Kate merasa cukup kesal dengan Lucy. Padahal tubuh nya begitu kecil dan imut namun tenaga nya bahkan lebih kuat dari nya sehingga dapat menahan nya.


Brughhkk..


Lucy menendang pantat Kate begitu saja karena lelah terus memegang tangan Kate sehingga membuat Kate tersungkur kedepan.

__ADS_1


"ah...berani nya kau.." suara Kate terhenti saat Lucy menatap tajam diri nya.


Entah mengapa Kate merasa tubuh nya bergetar saat Lucy menatap tajam dirinya.


"apa mau mu"


"kerja sama" ucap Lucy dengan senyum licik di wajahnya.


"tidak..pergilah aku melepaskan mu kali ini"


"apa kau tidak ingin tau keberadaan ayahmu saat ini. Apa dia benar sudah mati atau tidak"


Ucapan Lucy berhasil membuat Kate mengalihkan perhatian padanya.


"apa maksudmu.. Semua orang sudah tau bahwa ayah ku telah tiada" Kate merasa marah saat Lucy mengatakan ayahnya masih hidup.


"benarkah..lalu di mana jasad nya" ucapan Lucy membuat Kate terdiam.


Selama ini Kate juga berusaha mencari jasad ayah nya. Saat dia menemukan mayat keluarga nya dulu Memang jasad ayah nya tidak berada di tempat. Namun ada jejak seretan darah di mana" yang di yakini adalah ayah nya.


Saat ini Lucy mengajak Kate untuk mengobrol santai agar lebih enak saat berbicara...


Saat ini terlihat lah wajah tampan Kate yang tenang. Walau dia tinggal di tempat kumuh dan di takuti namun wajah nya sungguh menarik minat wanita.. Bahkan ketampanan nya tidak kalah dari Arya.


"katakan padaku apa maksudmu mengatakan bahwa ayah ku kemungkinan masih hidup"


Tanpa basa basi lagi Kate langsung menanyakan hal yang ingin di ketahui nya. Ayah nya jelas sudah meninggal namun wanita di depannya mengatakan bahwa ayah nya belum meninggal membuatnya memiliki banyak pertanyaan di kepalanya.


"tidak perlu buru buru. Selama kau ingin bekerja sama dengan ku maka aku akan membantumu mencari pembunuh keluarga mu"


"apa yang kau ingin kan"


"mudah ..jadilah bawahan ku"


"mengapa aku harus menjadi bawahan mu jika aku bisa menjadi bos bagi orang lain"


Kate dengan angkuh menolak ajakan Lucy untuk menjadikan nya bawahan Lucy.


"namun tidak ada dari mereka yang dapat kau andalkan selain aku"..


Ucapan Lucy seakan terlihat begitu serius. Kata kata nya begitu mendominasi untuk Kate...

__ADS_1


"aku akan bekerja sama dengan mu dengan sebuah syarat"


__ADS_2