
Sesaat kemudian sebuah video tampil di depan para penonton menunjukkan sebuah rekaman.
Rekaman itu berisi video saat Tasya memberikan sebuah kotak yang berisi pakaian yang di pakai Lucy saat ini.
"tuan dan nyonya aku berterima kasih terhadap adik ku tersayang " ucap Lucy dalam akhir video nya seraya menunjukkan pakaian itu dari dalam kotak dalam layar.
Tasya yang melihat video itu terlihat begitu panik.iya tidak menyangka gadis bodoh di depan nya dapat melakukan hal itu padanya.
"tidak ayah.dia pasti sengaja ingin memfitnah ku.bagaimana mungkin aku ingin mempermalukan keluarga ku sendiri" ucap Tasya membela diri nya di depan Andra dengan wajah polos nya serta air mata buaya.
"ibu percaya padamu sayang." ucap Meggy seraya memeluk putri kesayangan nya.
"suami ku kau harus bersikap lebih tegas padanya.jangam membiarkan nya membuat hal di luar batas bahkan sampai memfitnah adik nya sendiri" ucap Meggy kembali yang tidak terima anak nya di fitnah.
"aku percaya kepada nya" ucap seorang pria yang tiba tiba masuk dari pintu depan dengan beberapa pria bawahan nya.
Melihat kedatangan pria itu banyak orang yang terpesona karena ketampanan nya.tubuh pria itu begitu berbadan dengan tinggi yang 185 cm.
Banyak orang melihat nya dengan tatapan kagum tidak percaya melihat kehadiran pria itu.
Pria itu adalah Arya Nelson seorang pengusaha termuda dalam sejarah pebisnis an. Bahkan banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan nya namun tidak mudah.
Yang mereka tidak tau Arya juga memiliki bisnis gelap dalam dunia nya.bahkan dalam kehidupan Lucy yang sebelum nya organisasi keluarga Nelson tidak lah muda untuk di tangani.iya bahkan selalu berhati hati terhadap keluarga Nelson.
Lucy tidak percaya bahwa pria yang di temui nya itu ternyata adalah Arya nelson.di kehidupan sebelumnya Lucy tidak pernah ingin menyinggung keluarga ini karena tau betapa mengerikan nya organisasi yang mereka miliki.bahkan kekuasaan nya dua kali lipat lebih besar dari nya.
"tuan Nelson selamat datang.maaf tidak menyambut mu" ucap Andra yang mengubah ekspresi dengan cepat bahkan lebih cepat dari membalikkan telapak tangan.
Andra tidak percaya bahwa Arya sendiri yang datang ke rumah nya.iya berfikir bahwa iya berhasil mengundang Arya setelah sekian lama.
Tasya yang juga melihat Arya segera menghampiri nya karena iya berfikir Arya datang menemui nya kerena sebelum nya mereka pernah bertemu saat ayah nya mengajak nya ke perusahaan Arya untuk mengajak bekerja sama.
__ADS_1
Iya juga berfikir Arya mendengar keributan mereka sebelum nya dan percaya bahwa diri nya telah di jebak oleh kakak nya.
"Arya kau datang menemui ku" ucap Tasya seraya menghampiri Arya dan memeluk tangan nya.
Arya segera mendorong Tasya hingga terjatuh karena tidak suka ada orang yang menyentuh nya.arya selalu merasa jijik jika ada wanita yang menyentuh nya.
"berani nya kau menyentuh ku.bahkan memanggil namaku " ucap Aya dengan tatapan membunuh kearah Tasya.
Para tamu yang melihat Tasya begitu tidak tau malu bergosip tentang nya.mereka mengatakan bahwa Tasya tidak memiliki malu Bahkan berfikir bahwa Arya datang karena diri nya.
Arya lalu berjalan masuk mendekati lucy.iya membuka jas yang di kenakan nya dan memakai kan nya pada Lucy karena melihat pakaian terbuka yang di pakai Lucy.
"apa kau tidak merasa dingin menggunakan pakaian terbuka seperti ini" ucap Arya dengan lembut seraya menutup tubuh Lucy.
"mengapa kau disini.apa kau ingin menagih uang mu sekarang.tapi maaf aku belum memiliki nya saat ini" ucap Lucy dengan acuh seraya masih memegang wine di tangan nya.
Arya hanya tersenyum memandang Lucy.
"tuan Arya. Perkenalkan ini adalah putri ku lucy.apa kalian saling mengenal" ucap Andra dengan senyum yang masih terukir di wajah nya.
Tasya yang melihat kedekatan mereka merasa marah dan kesal.iya tidak terima jika Lucy berani merebut pusat perhatian dari nya.
"kami sudah saling mengenal apa ada masalah" ucap Arya menatap Lucy tanpa melihat ke arah Andra.
"tuan andra.jangan lupa kau sudah mengusirku.fan mulai saat ini aku bukan lah putri mu maupun bagian dari keluarga ini" ucap Lucy seraya menumpahkan wine yang ada di tangan nya ke lantai.
"kau lihat air yang sudah di buang tidak akan bisa di ambil lagi.iya akan mengalir dan terus mengalir hingga dapat menghancurkan sesuatu di depan nya" ucap Lucy dengan tatapan mengerikan.
Arya yang melihat keberanian Lucy merasa kagum.ini adalah pertama kali nya iya melihat wanita yang begitu mendominasi.wanita yang tidak mudah untuk di tindas .
"tutup mulut mu dan bersikap lah yang sopan" ucap Andra seraya ingin menampar kembali wajah Lucy.
__ADS_1
Arya menangkis tangan Andra yang ingin memukul Lucy." tuan Andra seperti nya kau tidak memandang kedatangan ku di sini." ucap Arya dengan aura yang menakutkan.
"ti..tidak.bagaimana bisa saya tidak memandang anda tuan.anda adalah tamu terhormat saya" ucap Andra berusaha menenangkan Arya agar tidak marah.
"sa..saya hanya ingin mendidik putri saya agar mengerti saja tuan" ucap Andra kembali.
"mendidik ku.sejak kapan kau berfikir bahwa yang kau lakukan adalah mendidik.." ucap Lucy dengan tatapan sinis pada Andra.
"tuan Andra robinson.anda harus ingat bahwa selama ini anda menelantarkan putri angkat anda" ucap Lucy dengan mendominasi.
"tuan Arya jadi lah saksi untukku." ucap Lucy menatap pria di samping nya.arya hanya mengangguk tanda bersedia pada Lucy dengan senyum halus di wajah nya.
"mulai sekarang aku Lucy bulan putri atau keluarga robinson.selama ini aku bahkan tidak memiliki ikatan darah dengan mereka.namun aku berjanji akan kembali dan mengambil semua yang mereka miliki saat ini" ucap Lucy yang juga di dengar oleh semua tamu undangan.
Lucy lalu pergi meninggalkan mereka semua seraya keluar dari rumah itu.arya juga mengikuti Lucy dari belakang nya.
Semua yang melihat kepergian mereka sedikit tercengang.mereka tidak percaya bahwa Lucy ternyata anak angkat karena dari itu mereka tidak pernah menunjukkan pada dunia luar.
bahkan seorang Arya Nelson juga bersama dengan gadis itu.mereka berfikir bahwa keluarga Robinson telah membuang sebuah permata berharga karena Arya seperti tertarik dengan Lucy..
Saat berada diluar Lucy berterimakasih pada Arya karena telah membantu nya.
"tuan Arya terimakasih atas bantuan mu.aku berhutang banyak padamu kali ini" ucap Lucy dengan tulus.
"dengan apa kau akan membayar nya kali ini" ucap Arya dengan senyum licik.
"kau tau aku baru keluar dari rumah dan tidak memiliki apapun bahkan kartu yang kau berikan juga tertinggal di rumah itu." ucap Lucy seraya menarik nafasnya karena saat ini iya benar benar tidak memiliki apapun.
"apa kau pikir aku adalah orang yang kekurangan uang" ucap Arya seraya memeluk pinggang Lucy.
"perhatikan sikap mu tuan" Ucap Lucy seraya mendorong tubuh Arya agar melepas pelukan nya.
__ADS_1