BALAS DENDAM SANG PHOENIX

BALAS DENDAM SANG PHOENIX
04. pertemuan


__ADS_3

Setelah melepas kerinduan nya iya pergi mengendarai mobil sport merah nya.iy mengendarai dengan kecepatan tinggi.


Saat di tengah jalan Lucy di ikuti oleh beberapa mobil hitam.lucy terkepung oleh mobil itu dan menghentikan mobil nya.


terlihat beberapa pria dengan membawa senjata keluar dari mobil menghampiri mobil lucy.lucy lalu keluar dari mobil nya dengan membawa belati kembar yang di berikan si botak sebelum nya.


"hanya gadis kecil." ucap seorang pria dengan otot yang besar seraya melihat tubuh Lucy dari ujung rambut hingga ujung kaki.


Lucy melihat tato pedang bermata pada setiap lengan pria yang mengepung nya.lucy tau bahwa mereka adalah orang orang dari sebuah organisasi.iy juga tahu si botak yang telah melaporkan nya.


"gadis kecil.ku harap kau menyesali perbuatan mu pada saudara ku.kau telah menyinggung anggota pedang bermata satu kami." ucap seorang pria seraya memerintah kan seseorang keluar dari mobil nya.orang itu adalah si botak yang telah di hajar oleh Lucy sebelumnya.


"Kakak besar.itu dia..dia yang telah menghajar ku dan anggota lainnya.'' ucap pria botak seraya bersembunyi di belakang pria berotot.


"kau lagi.sepertinya kau sudah bosan hidup" ucap Lucy seraya mengarah salah satu pisau nya pada si botak dengan tatapan mengancam.


"berani nya kau bersikap angkuh.sekatang bersujud dan minta maaf.sekaligus buka pakaian mu dan serahkan padaku hehehehe "ucap pria berotot itu seraya menatap mesum ke arah Lucy.


bussss...


"ahhhhhhh" pria berotot itu berteriak saat salah satu matanya di serang dengan pisau Lucy dengan cepat sehingga mengeluarkan darah segar dari mata nya.


Lucy begitu cepat menyerang si pria berotot tanpa sepengetahuan mereka ketika Lucy menyerang.


Para bawahan pria berotot itu terkejut melihat kecepatan Lucy saat menyerang bos nya.


"cepat sekali.bagaimana iya bisa melukai kakak besar" ucap seorang pria dengan memandang Lucy yang saat ini berada di belakang pria berotot itu.


"jangan menatap ku dengan tatapan kotor mu itu" ucap Lucy dengan masih memegang pisaunya yang berumur darah.


"kau...kalian serang dia.buat dia menderita sehingga iya tau sedang berhadapan dengan siapa." ucap pria berotot itu dengan amarah .

__ADS_1


Para bawahan pria itu langsung mendengar perintah bos nya dan menyerang Lucy. beberapa pria melawan 1 wanita.lucy menghadapi mereka dengan sekuat tenaga.iya menyerang mereka dengan menendang dan memukul.iya juga menyerang mereka menggunakan pisau belati yang ada di tangan nya.


"sial.tubuh ku saat ini begitu lemah. Bahkan melawan serangga seperti ini saja sudah membuatku kesulitan " ucap Lucy seraya menyerang setiap bawahan pria berotot itu.


Salah satu pria di situ mengarahkan sebuah pistol pada lucy.iya menembak Lucy dengan pistol di tangan nya.untungnya Lucy berhasil menghindari peluru itu.lucy lalu melemparkan salah satu pisau di tangan nya ke arah pria yang menembak nya tepat di leher nya.


Lucy sudah banyak menjatuhkan pasukan itu namun bagaimana pun jumlah mereka sangat banyak.lucy merasa kesulitan menghadapi pasukan itu.


"ah..pistol ku ada di dalam mobil sekarang.mereka masih begitu banyak dan terus menyerang ku.akan sulit jika aku melawan mereka dan masuk ke mobil sekarang." gumam Lucy yang memperhatikan sekeliling nya untuk tetap waspada.


Lucy sudah mulai kelelahan karena bagaimana pun iya baru kembali hidup setelah kematian.tubuh nya yang sekarang begitu lemah karena tidak pernah mendapat pelatihan apapun.lucy hanya dapat mengandal kan kemampuan dan ingatan masa lalu nya.


"sial.apa kah aku harus mati lagi sekarang.tidak.aku belum membalas dendam ku.bagaimana bisa aku mati begitu saja" ucap Lucy


Lacy lalu melemparkan sebuah pisau yang masih ada di tangan nya ke arah si pria berotot untuk mengalihkan perhatian agar iya dapat kabur.


Lucy langsung kabur setelah melempar kan pisau nya.namun beberapa pria yang menyerang ny itu terus mengejar nya.


Lucy berhasil kabur dari kejaran pria pria itu dengan bantuan mobil yang iya tumpangi.


"huh..dasar serangga.kalian tunggu saja." ucap Lucy seraya menghela nafas nya.


"nona anda baik baik saja" ucap seorang pria yang tengah menyetir mobil di depan nya.


"terimakasih atas tumpangan nya.bisa kah kau menurun kan ku di depan sana saja." ucap Lucy yang sudah merasa cukup jauh dari kejaran bawahan pria berotot itu.


"nona.apa kau berpikir bahwa mobil ku ini taxi" ucap seorang pria di samping Lucy.


Lucy melihat pria di samping nya.iya tertegun beberapa saat melihat pria di samping nya.wajah nya begitu tampan tubuh nya begitu indah.alis yang tebal bibir yang mempesona.rahang yang tajam.mata yang tegas. Pria itu begitu sempurna sehingga sulit untuk mengalihkan pandangan dari pria itu.


"nona jangan memandang tuan ku seperti itu" ucap supir yang melihat melalui kaca mobil nya.wajah khawatir terlihat dari supir itu saat melihat Lucy menatap tanpa berkedip tuan nya itu.

__ADS_1


"ah.maaf. Sebelumnya aku ucap kan terima kasih sudah membantuku" ucap Lucy dengan sedikit acuh.


"kau begitu kotor." ucap pria itu memandang jijik pada Lucy.


"ya maaf tadi aku sedikit bertemu dengan serangga yang menyerang ku.merekq sangat mengotori diri ku" ucap Lucy merendahkan musuh nya sebelum nya.


"kau cukup tampan" ucap Lucy kembali melirik ke arah pria di samping nya.


supir yang mendengar ucapan Lucy tiba tiba mengerem mobil nya dengan mendadak. Iya cukup terkejut dengan keberanian wanita di belakang nya pada tuan nya.


Saat mobil berhenti tiba tiba Lucy terjatuh tepat di dada pria di samping nya. pria itu hanya menatap Lucy dengan tidak senang karena berani menyentuh nya.


Lucy yang sadar iya terjatuh di pelukan pria di samping nya segera bangun.iya ingin keluar dari mobil itu.


"terimakasih atas bantuan nya."ucap Lucy seraya membuka pintu mobil."oh iy..bisa kah kau meminjam kan ku beberapa lembar uang untuk naik taxi.aku janji akan mengembalikan nya" ucap Lucy menatap pria di samping nya.


"nona jika kau membutuhkan uang ini ambillah untuk kau pulang nanti" ucap supir seraya memberikan uang pada Lucy.


"tidak perlu.kau bisa mengambil kartu ini.tak ada kata sandi.pergilah" ucap pria itu dengan dingin seraya menyerahkan sebuah kartu kuning pada Lucy.


"kau baik sekali" ucap Lucy mengambil kartu itu dengan sedikit arogan.iya lalu mengecup bibir pria itu sebagai tanda terimakasih dari nya karena bantuan yang di berikan pria itu.


"anggap saja sebagai kompensasi dari ku" ucap Lucy seraya meninggalkan mobil pria itu.


Sang supir yang melihat kelakuan Lucy begitu terkejut.lucy begitu berani terhadap tuan nya itu.bahkan saat ini keringat membanjiri kening nya karena takut kemarahan tuan nya akan di alihkan pada nya.


Pria itu menyentuh bibir yang di cium Lucy dengan lembut."sangat lembut" gumam pria itu.terlihat senyum tipis yang tidak mudah di lihat dari bibir pria itu.


"cari informasi tentang nya dan berikan padaku hari ini" ucap pria itu pada supir nya.


"baik tuan" mereka pun pergi meninggal kan tempat itu menerus kan perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2