
keesokan pagi nya Lucy bersiap akan pergi dari rumah arya..iy berencana akan pergi mencari Kate seorang bawahan paling setia di kehidupan sebelumnya.
"huh..aku harap aku dapat bertemu Kate segera. Dulu aku slalu mencurigai bahwa dia adalah musuh dalam selimut. Namun setelah pertarungan itu dan melihat nya mengorbankan nyawa nya demi ku aku sungguh menyesal."
Wajah Lucy terlihat begitu sedih mengingat masa lalu nya. Iya segera keluar dari kamar nya dan handak pergi. saat turun dari lantai dua kamar nya iya melihat Arya tengah berada di sebuah meja makan dengan aneka macam makanan di atas meja itu.
"kau ingin kemana?"
Arya menatap Lucy penasaran karena pagi pagi sudah begitu rapi dengan jeans dan kaus berlapis jaket.
"aku di sini hanya satu malam. Sesuai janji ku setelah tinggal aku akan pergi".
Lucy menjawab dengan wajah datar nan tajam pada Arya..hal itu malah membuat Arya tersenyum misterius.
"baiklah..terserah kau saja. Kemari Lah dan makan sarapan mu"
Arya melanjutkan makan makanan di meja nya.
Lucy merasa enggan untuk makan karena iya ingin segera pergi namun perut nya sungguh tidak dapat di ajak kerja sama.
krukkkk
Perut Lucy berbunyi begitu keras sehingga membuat nya mau tidak mau harus sarapan dari pada iya tersiksa karena lapar nanti nya.
"apa kau sudah memiliki tujuan kemana kau pergi" ucap arya datar seraya terus memakan makanan nya.
"ya..sudah..aku akan pergi menemui seseorang. Seorang teman" wajah Lucy terlihat begitu serius saat mengucapkan kata teman. Terlihat wajah sedih karena penyesalan di wajah nya.
Namun wajah sedih itu hanya sesaat. Kini wajah Lucy kembali dingin dan datar seraya memakan makanan di depan nya.
Arya menyadari perubahan ekspresi Lucy namun tidak bertanya apa apa karena tidak ingin membuat nya terganggu.
"jika kau memerlukan bantuan aku bisa membantumu" ucap Arya dengan senyum di wajah nya.
"uhukk..uhukk..." Lucy langsung tersedak mendengar ucapan Arya seperti itu.
__ADS_1
Lucy sering mendengar rumor tentang Arya di kehidupan sebelum nya. Kejam dan dingin serta tidak memiliki perasaan ataupun ekspresi. Namun kini dia menawarkan bantuan untuk orang yang bahkan baru di temui nya.
Lucy berpikir bahwa mungkin pria di depan nya sedikit gila dan salah minum obat kemarin.
"kau ingin membantu ku" ucap Lucy tidak yakin
"ya..jika kau memintanya aku akan membantumu" ucap Arya datar.
"aku tau kau membantu pasti bukan dengan gratis bukan" ucap Lucy datar seraya melanjutkan makan nya
"jadilah pacarku" ucap Arya santai dengan terus memakan makanan nya.
Lucy sedikit terkejut mendengar ucapan Arya.. Dia sungguh yakin kali ini jika Arya sudah salah minum obat sehingga otak nya bermasalah. Bisa bisa nya iya meminta Lucy menjadi pacar nya begitu saja.
"tidak terimakasih.. Walau kau sudah membantuku beberapa kali aku sungguh berterima kasih. Namun harga kali ini terlalu besar untukku" ucap Lucy menolak dengan sopan.
"aku tidak memaksa mu. aku ingin kau membantu ku saja. Jadi kita tidak saling berhutang.aku membantu mu kau membantuku. Hanya sekedar itu saja" ucap Arya kembali
Lucy sedikit mengerutkan dahinya iya merasa heran dengan perkataan Arya.
" maksudmu kau ingin aku menjadi pacar pura pura mu" Lucy langsung menebak maksud dari Arya.
"tidak terimakasih. Aku menolak nya" ucap Lucy seraya bangkit dari meja makan setelah menyelesaikan sarapan nya.
"pikirkan lah. Aku tau kau memiliki masalah dengan keluarga angkat mu. Aku bisa membantumu menjatuhkan mereka dan merebut perusahaan nya"
Arya berusaha membujuk Lucy agar mau bekerja sama dengan nya.
"tidak. Aku sudah memiliki rencana atas diriku" ucap Lucy yang masih teguh tidak ingin bekerja sama dengan Arya.
Lucy lalu berjalan pergi meninggalkan Arya yang masih menyantap makanan di meja nya dengan santai.
"apa kau tidak ingin tahu siapa orang tua kandungmu"
Perkataan Arya membuat langkah Lucy terhenti dan memikirkan sesuatu.
__ADS_1
'orang tua kandung. Huh bahkan mereka meninggalkan ku sendiri saat aku bayi untuk apa mencari mereka. Bahkan jika mereka mati itu lebih baik'
dalam hati Lucy iya telah membenci orang tua kandung nya sendiri karena meninggalkannya saat masih bayi. Dan membuatnya harus menderita.
"tuan Arya Nelson terima kasih untuk semua tawaran dan bantuan mu. Namun kau tidak perlu ikut campur dalam hal pribadi ku. Apalagi menyangkut orang tua kandungku. Mereka sudah lama mati bagi ku"
Tatapan Lucy yang tadi nya datar kini terlihat amarah pada wajah nya. Arya menyadari bahwa Lucy sudah begitu membenci orang tua kandung nya. Iya merasa sedikit bersalah karena menyinggung tentang hal itu.
tanpa sepatah kata lagi Lucy langsung pergi meninggalkan Arya dan pergi dari rumah itu.
Lucy pergi dengan mengendarai sebuah taksi. sebelum nya iya mendapatkan uang dari sekretaris Arya sebagai bekal iya pergi.
Dalam mobil Lucy sedikit melamun ..
Iya sedang berpikir tentang ucapan Arya.
'orang tua kandung.. Di kehidupan sebelum nya aku bahkan tidak pernah memikirkan atau mencari mereka bahkan jika aku mau. lalu sekarang untuk apa aku harus mencari mereka. Aku sudah cukup dengan sendiri. Aku bisa bangkit dengan kemampuan ku sendiri '
Taksi yang di naiki Lucy berhenti di sebuah jalan kecil nan kumuh. Bgitu iya turun dari taksi terlihat beberapa pria menghampiri diri nya.
"hei gadis cantik. Apa kau kesasar. Perlukah kami membantu mu" ucap seorang pria kurus dengan wajah pas pas an penuh nafsu.
"sttt...jangan berusaha cabul jika tidak aku akan melaporkan kalian pada Kate"
Mendengar perkataan Lucy membuat nyali para pria itu menciut. Kate adalah bos mereka. Di tempat itu mereka sangat di takuti karena bos nya. Kate seorang pria berdarah dingin yang telah membunuh banyak musuh dengan tangan nya sendiri. sehingga tidak ada yang berani pada nya.
Mereka berfikir bahwa Lucy adalah teman atau pacar Kate. Karena Lucy menyebut nama Kate langsung dengan santai dan akrab.
"kau...kau mengenal bos kami"
"sangat kenal. Bawa aku bertemu dia"
Para pria itu mengerutkan dahi nya tidak percaya bahwa gadis kecil seperti Lucy memiliki hubungan dengan Kate. Apalagi Kate dikenal tidak memiliki hubungan dengan siapapun. Bahkan keluarga nya saja di bunuh oleh nya.
"hei. Jangan berpura pura mengenal bos kami. Aku tahu jika kau takut dengan kami. Tapi tidak baik berlindung di belakang nama bos kami"
__ADS_1
Pria itu tidak percaya bahwa Lucy mengenal bos mereka.
"katakan pada kate aku percaya dia bukan pembunuh keluarga nya"