BALAS DENDAM SANG PHOENIX

BALAS DENDAM SANG PHOENIX
03.kerinduan


__ADS_3

Lucy berhenti di sebuah jembatan.iya melihat arah lautan luas.


"saat ini aku tidak memiliki dukungan dari kakek seperti kehidupan sebelum nya.namun sekarang aku memiliki bekal ingatan dan kemampuan seperti kehidupan sebelumnya." gumam Lucy seraya memandang lautan luas di depan nya.


"kali ini aku tidak akan menghancurkan perusahaan robinson.tapi aku akan merebutnya. Aku akan menjadikan perusahaan Robinson sebagai tumpuan dasar diri ku berdiri di dunia yang kejam ini" ucap Lucy dengan semangat.


Dengan Lucy mengambil alih perusahaan Robinson iya dapat membangun kembali pasukan yang pernah di latih nya pada kehidupan sebelumnya.iya juga akan mencari bawahan penghianat untuk membalaskan dendam nya.


"anak sialan tunggu saja kau.aku pasti akan menemukan mu dan menghancurkan setiap bagian tubuh mu." ucap Lucy dengan tatapan tajam amarah yang mengerikan terukir di wajah nya.


Saat Lucy sedang melamun tentang rencana kedepan nya.iya di dekati oleh beberapa preman jalanan.


"wah Nona kecil.mengapa kau di sini sendiri.bagaimana jika kami menemani mu nona" ucap seorang pria dengan tubuh kekar kepala botak.


Pria itu bersama beberapa pria lainnya datang menggoda lucy.lucy tidak menghiraukan kedatang mereka.lucy hanya diam sambil menutup wajah nya menikmati angin yang meniup diri nya.


"gadis kecil.ikut lah dengan kami dan akan ku berikan kenikmatan yang tidak pernah kau rasakan sebelum nya" ucap pria botak itu lagi


"huh..sebaik nya kalian pergi.aku sedang tidak mood untuk melakukan sesuatu hari ini" ucap Lucy dengan tenang berusaha memperingati para preman itu agar pergi dan menjauh dari nya.


"gadis kecil jangan berkata begitu.aku lihat kau sedang kesepian.jadu biarkan kakak kakak ini menemanimu" ucap pria botak itu seraya memegang tangan halus Lucy.


Bukkk...


Lucy menarik pria botak itu dan dengan sekuat tenaga iya membanting pria itu ke tanah saat tangan pria itu memegang tangan Lucy.. teman teman pria botak itu terkejut sehingga membuka lebar lebar mata dan mulut mereka.


'sial.apa gadis ini memang begitu kuat hingga dapat menjatuhkan bos dalam sekali tarikan nafas.' gumam salah satu pria lainnya yang melihat teman nya tersungkur di atas tanah.


"sudah aku katakan aku sedang tidak ingin melakukan apapun." ucap Lucy yang masih memegang pria yang iya banting dengan tatapan yang mengerikan.


"mengapa kalian diam saja.cepat bantu aku" ucap pria botak itu dengan suara yang lemah bercampur rasa sakit.


teman teman nya yang mendengar perintah si botak tersadar dari keterkejutan mereka. Dengan sigap mereka langsung menyerang Lucy.

__ADS_1


Lucy menghindari setiap serangan mereka.lucy menendang bagian perut.punggung kepala.tengkuk leher bahkan mematahkan bagian kaki dan tangan mereka.


Setelah beberapa saat mereka semua tak berdaya di hadapan lucy.banyak dari mereka yang sudah tidak sadar kan diri.bahkan ada juga yang masih tersadar dan merasa kesakitan saat merasa kan tulang nya patah.


Saat ini pria botak yang di panggil bos oleh mereka itu datang dan bersujud kepada Lucy.


"tolong ampuni aku.ja..jangan bunuh aku..maaf..maafkan aku." ucap pria botak itu yang sudah ketakutan hingga terkancing di celana.


Iya begitu sangat menyesal karena sudah berani menyinggung seseorang seperti lucy.iya tidak menyangka gadis yang terlihat polos di depan nya begitu mengerikan.dia menghajar mereka tanpa belas kasihan.


"aku sudah peringatkan kalian.kalian sendiri yang mencari mati bukan" ucap Lucy menatap tajam pria di bawah kaki nya.


"tolong..aku akan melakukan apapun .semua yang ku punya akan ku berikan padamu asal kau tidak membunuh ku." ucap pria itu terus memohon pengampunan dari Lucy.


Lucy menyeringai menakutkan.lucy seperti sedang mendapatkan sebuah harta untuk nya.


"aku akan mengampunimu.aku lihat kau dari suatu organisasi bukan" ucap Lucy seraya melihat sebuah tato berbentuk pedang bermata.bahkan teman teman nya yang telah di jatuhkan Lucy juga memiliki tato yang sama.


"kau tau bukan betapa mengerikannya organisasi ini.jika kau menyakiti ku maka anggota yang lain pasti tidak akan tinggal diam" ucap pria botak itu tersenyum mengancam Lucy.


"stttt...aku tidak perduli.tapi aku paling benci di ancam" ucap Lucy seraya menginjak tangan pria botak itu dengan sepatu kasual yang iya pakai dengan bertenaga.


Pria itu berteriak merasakan tangan nya yang kesakitan karena injakan Lucy.


Pria itu memohon kembali untuk di lepaskan iya meminta maaf karena berani menyinggung nya.


"maafkan saya..maafkan saya.." ucap pria botak itu seraya bersujud pada Lucy.


"bagus.aku ingin kau memberikan sebuah senjata dan uang.serta sebuah mobil " ucap Lucy dengan senyum licik.


"baik saya akan membawakan nya sekarang"ucap pria botak itu seraya mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


Setelah beberapa menit seorang pria datang dengan sebuah mobil sport merah dengan dua buah koper di tangan nya.

__ADS_1


Pria botak itu segera memerintahkan pria itu untuk memberikan kunci dan koper pada Lucy.


Lucy langsung menerima kunci mobil yang di berikan lalu memerintah kan pria itu membuka ke dua koper itu.


Di dalam koper itu berisi uang dan juga senjata seperti pistol dan sepasang belati. Lucy tersenyum puas melihat benda itu.lucy lalu melepaskan mereka dan pergi dengan ke dua kopernya dengan menggunakan mobil sport yang di berikan.


"sial.tunggu saja.aku akan melaporkan mu pada kakak besar.aku tidak yakin kau dapat lepas dari kakak besar" ucap pria botak itu dengan marah melihat Lucy pergi dengan membawa mobil kesayangan nya.


Lucy benar benar merasa puas iya berhasil mendapat kan sebuah harta Karun hari ini.


"untung saja kemampuan ku tidak berkurang.jika tidak pasti akan sangat sulit melawan serangga seperti mereka" ucap lucy.iy terus menyetir mobil nya hingga sampai di sebuah warung pinggir jalan.


Iya sangat ingat di kehidupan sebelum nya warung ini selalu memberikan nya makanan gratis saat iya di hukum tidak di beri makan oleh orang tua nya setiap pulang sekolah.


Lucy keluar dari mobil nya menuju warung kecil yang tidak begitu ramai.


"bibi Ani" ucap Lucy memanggil seseorang dengan lembut dan sopan.


"ah Lucy ya..apa kau ingin makan nak" ucap seorang wanita tua seraya membuka celemek yang iya pakai.


"bibi.." Lucy langsung berlari mendekat ke wanita tua itu lalu memeluknya dengan hangat.


"ada apa.apa kau di sakiti lagi oleh ayah mu" ucap wanita tua itu yang sudah tau apa yang selama ini Lucy alami.


Bibi ani adalah orang yang paling menyayangi Lucy di kehidupan sebelum nya.namun karena usia nya yang sudah tua iya meninggal karena sakit.sayang nya saat kematian bibi Ani Lucy masih dalam pelatihan sehingga tidak mengetahui kematian bibi Ani.


itu adalah hal yang paling di sesali Lucy .iya selalu berharap akan bertemu bibi Ani lagi dan sekarang tuhan mengabulkan keinginan nya.


"tidak..aku hanya merindukan bibi" ucap Lucy yang masih memeluk bibi Ani dengan lembut.


bibi Ani membalas pelukan Lucy dengan lembut. iya menyayangi Lucy seperti anak kandung nya sendiri.


Setelah pertemuan yang mengharukan bagi lucy.iya akhirnya memesan semangkok mie spesial yang khas dari bibi ani.saat makanan itu di hidangkan iya merasa senang karena dapat merasakan makanan bibi Ani kembali setelah bertahun tahun lamanya

__ADS_1


__ADS_2