
"Ka-Kau....." Ucap kaka sepupu Chiara leon
"Kamu mengenal nya" Tanya Fahri kepada leon dengan tampang curiga khas laki² dingin itu
"Haa....iya aku sedikit mengenal nya.." Ucap leon menarik napas dalam saat menjawab nya
"Jadi kau mengenal ku nak" Ucap perempuan itu sedikit menarik sudut bibir nya
"Yahh aku tahu putri mu itu" Kata leon sambil melihat perempuan itu
"Haa iya putri ku yang malang padahal ia hanya ingin bahagia tapi semua kandas di saat perempuan itu merusak semua nya yang telah putri ku bangun sejak lama ""Ucap perempuan itu sambil memasang wajah yang marah apalagi saat mengingat putri satu² nya sampai mencium kaki laki² yang amat ia cintai namun sama sekali tidak di gubris oleh laki² dan akhirnya putri nya menjadi gila dan bunuh diri
"Sekarang putri ibu di mana " Tanya fahri pelan² karna takut menyinggung perasaan ibu itu
"Putri saya gila dan....." Ibu itu tidak sanggup melanjutkan kata² dan akhirnya berhenti
"Kalo memang putri ibu gila saya akan mengobati nya kok bu" Tawar fahri san akhirnya ibu itu bersuara
"haa saya sangat ingin putri saya sembuh dan menemani hari² saya seperti dulu lagi namun tuhan ingin ia di samping nya untuk selamanya dan meninggal kan saya....hiks." dan akhirnya ibu itu menjatuhkan buliran² kristal ke pipi nya dan jatuh ke lantai
"Sa-Saya mintak maaf buu" Fahri tidak enak hati
__ADS_1
"Ahh tidak papa nak " Ucap perempuan itu lalu mengambil tisu dari kantong jaket nya dan menyapu air mata nya
"Maaf dengan keluarga Nona Chiara" Ucap salah satu dokter yang menangani gadis itu
"Sa-Saya bunda nya dok" ucap bunda Chiara langsung berdiri dari kursinya
"Saya papa dari putri saya dok" Ucap papa Chiara dan mendekati dokter itu
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada putri saya dok" Tanya papa Chiara
"Pak buk kalian bisa masuk dahulu" Ucap dokter itu mempersilakan mereka untuk masuk ke ruangan gadis yang tengah tergelatak tidak berdaya di atas kasur nya dengan alat² yang menempel di tubuh nya sontak saja sontak saja pemandangan itu membuat bunda Chiara Meilya lemas dan terjatuh ke lantai
"Ayo sayang ke arah putri kita" Ucap papa Chiara yang sebenarnya dengan menahan tangisan nya untuk tidak menangis
"Chiara....hiks " Kaka Chiara Chinera langsung memeluk erat adek kesayangan nya itu biasa nya paling heboh sekarang jangankan bersuara gadis itu saja belum bangun dari koma nya entah berapa lama gadis itu bangun
"Sayang hiks....." bunda Chiara langsung memeluk erat kedua putri nya dan di sambung dengan papa Chiara yang memeluk ketiga bidadari yang harus ia jaga dengan segenap jiwa dan raga yang ia punya
Sontak pemandangan itu membuat tangis seluruh kelurga Pradipta dan permana pecah ya tentu tidak untuk salah satu laki² di keluarga permana yang hanya diam membisu siapa lagi kalo Fahri Permana mantan pacar gadis yang tengah berbaring di atas kasur sambil memejamkan mata nya itu
"Maaf chi ini semua salah ku andai kalo aku tidak diam saja waktu itu pasti sampai saat hari ini aku masih bisa melihat senyum cerah di wajah mu..."Batin Fahri menyalahkan diri nya sendiri atas kejadian yang menimpa mantan kekasihnya itu
__ADS_1
................................................................................
1 Minggu kemudian...
Di rumah sakit masih saja banyak dari keluarga Pradipta maupun keluarga kaya raya lainnya yang melihat keadaan gadis kesayangan keluarga Pradipta itu yang tengah berbaring lemah du tempat tidurnya
"Sayang kapan kamu bangun bunda merindukan suara nya sayang ......hiks.." 1 Minggu berlalu namun gadis itu masih saja belum menunjukan reaksi apapun.
sama hal nya dengan keluarga Pradipta yang masih saja sedih apalagi salah satu anggota keluarga yang paling penting itu masih menutup matanya
"Aunty...." Ucap Fahri mendekati ranjang fahri dan Tiba²......hal yang mengejutkan terjadi....
"Chi-Chiara...."
*
*
*
Bersambung......
__ADS_1