Balikan Sama Mantan Pacar

Balikan Sama Mantan Pacar
Bab 9 : Salah memilih musuh


__ADS_3

"A-apa kok bisa ja-jadi....." Ucap nara kaget bercampur malu awal nya ia ingin mempermalukan Chiara malah ia terkena batu nya sendiri


gadis itu memperhatikan setiap jengkal ekspresi yang di keluarkan oleh nara....


wajah nya pucat apalagi saat melihat semua orang menatap ia dengan tatapan jijik


dia sangat ia malu dan menatap wajah Chiara yang penuh dengan kemenangan


"pasti ini semua ulah gadis miskin itu" umpat nara karna sudah terlanjur malu atas vidio itu dia melihat Fahri dan berpikir


"Seperti fahri tidak percaya dengan vidio itu aku akan mempermalukan mu di depan fahri Chiara ha ha ha" Umpat nara lalu menangis


sontak Chiara kaget dia sudah memahami apa yang akan di lakukan oleh Nara pasti Nara akan mempermalukan nya balik.....


sontak gadis itu berpikir di otak nya untuk menyiapkan kata² untuk membalas Nara


"Fa-Fahri hiks..hiks" Ucap nara dengan nada lembut menatap fahri


fahri pun menatap nara dan ia tidak habis pikir kalo nara akan mau melakukan itu semua....


karna melihat tatapan dari fahri ia pun yakin akan bisa menghasut fahri karna fahri tidak akan percaya dengan vidio itu


dengan bangganya ia mendekati fahri dan memeluk nya sambil menangis tersedu sedu


"Ehh dasar cewek *** lepaskan fahri" Ucap salah satu siswi menatap ke arah nara dengan tatapan jijik


" iyah tuhh gak malu apa" ucap salah satu siswa


karna melihat semua orang menatap nya dengan tatapan jijik ia pun semakin kesal dan semakin percaya kali dalang di balik ini adalah Chiara

__ADS_1


gadis itu melihat nara memeluk fahri dan cowok cool itu hanya diam


"Seperti nya ia tidak percaya dengan vidio itu ha ha ha nara nara dasa perempuan bodoh kau tidak tahu betapa hebat nya aku dalam berekting" umpat Chiara panjang lebar sambil tersenyum sinis ke arah nara yang sedang memeluk fahri


"Fa-fahri itu bukan aku hiks hiks pasti ada orang yang mengedit nya" Ucap nara sambil menangis


"Terus kalo bukan kamu siapa ha" bentak fahri menatap tajam ke arah nara


"sungguh itu bukan aku dan aku tahu siapa dalang di balik ini" ucap nara dan Fahri melepaskan pelukan nara awal nya nara tidak ingin melepaskan pelukan itu karna dia mendapatkan tatapan tajam dari fahri akhirnya ia melepaskan pelukan itu


"Siapa memang nya ha" Ucap fahri


"Chi-Chiara dalang nya fahri" dan menunjukan jari nya ke arah Chiara


semua orang pun termasuk fahri hendak menatap gadis itu


"A-aku kak nara menuduh aku apa buktinya kalo memang aku" Ucap Chiara dengan mata yang sudah berkaca kaca Dan berubah ekspresi nya


"A-aku mendengar kalo kamu merencanakan itu" jawab nara gugup


"Ha aku.....harusnya aku yang bilang itu kepadamu dasar" Ucap Chiara kesal


"Maksud mu" jawab fahri penasaran


"Di-Dia bohong faa" ucap nara dan seperti nya ia tahu kalo gadis itu mendengar rencana nya


"Iyah saat hari sabtu jam 5 aku di suruh oleh salah satu guru untuk mengambil bola basket dari gudang dan tidak sengaja mendengar kalo kak nara ingin mempermalukan aku di depan orang banyak di hari ini" Bentak gadis itu dan menekan setiap kalimat nya


Nara diam tidak bisa berkata kata lagi

__ADS_1


"Di-dia bohong fahri mana buktinya kalo aku merencanakan semua itu" Ucap nara semakin gemetaran


Fahri melihat ekspres nara dan langsung tahu kalo memang nara yang merencanakan semua itu dari awal dan seperti nya nara salah musuh


"Dasar wanita bodoh dia memang menguji kesabaran Chiara" umpat fahri memang tau watak gadis itu kalo sedang marah


"Untuk apa bukti kan aku hanya mengikuti alur dari mu kak" Ucap Chiara suara nya berbeda membuat setiap orang mendengar nya langsung diam, Dan gadis yang di kira lugu itu langsung memasang wajah penuh dengan emosi


*


*


Di lain sisi salah satu guru yang memang di suruh oleh kedua orang tua Chiara untuk menjaga anak mereka


menghubungi mereka untuk memberi tahu kalo ada masalah dengan putri mereka....


"(Hallo pak)" ucap guru itu sedikit takut karna pasti akan di marah oleh orang tua Chiara karna gadis itu sangat di sayang oleh keluarga nya


"(Ada apa ya pak)" ucap laki² di sebrang sana tidak lain papa Chiara


"(Saya tidak bisa memberi dengan jelas kronologi nya pak)" ucap guru itu


"(Lalu kenapa bapak menelpon saya)" jawab papa Chiara


"(Bapak silahkan datang ke sekolah sekarang pak)" ucap guru itu berhati hati


"(Baiklah pak)" uacap papa Chiara


*

__ADS_1


*


Bersambung........


__ADS_2