Beautiful Summer Love

Beautiful Summer Love
Kepergian Leander


__ADS_3

"Wah pemandangan yang luar biasa. apakah kalian akan bermesraan seperti itu terus? Leander pesawatmu sudah akan berangkat'' sahut Landon yang mencoba menarik tubuh saudaranya dari pelukan istrinya.


"Aku akan menghubungimu begitu sampai'' ucap Leander mengusap pipi Summer yang lembut.


"Kau sudah mengatakan itu berulangkali'' gumam Summer yang masih betah memeluk Leander meski Landon berusaha memisahkan mereka.


"Jangan kemana-mana sendirian'' kata Leander lagi mengingatkan Summer.


Summer mengangguk dan mengecup bibir Leander gemas karena perhatian pria itu padanya. Kemudian panggilan dari pengeras suara membuat Landon menarik tubuh Leander hingga terlepas.


"Biarkan aku menciumnya sebentar'' ucap Leander kemudian ******* bibir Summer dan berlari masuk. "Jaga Summer dengan baik Landon'' teriak Leander membuat Summer tertawa dan melambaikan tangannya.


''Aku berani bertaruh diantara kalian berdua akan ada yang tidak bisa tahan berjauhan'' sahut Landon menatap istri saudara kembarnya.


"Dan itu bukan aku'' sahut Summer kemudian berbalik dan berjalan menuju parkiran.


"Kau bahkan tidak pernah lepas dari Leander semenitpun. Apa kau lupa kau selalu menempel padanya?" ujar Landon setelah mereka berada di dalam mobil.


"Tapi setelah menikah, Lean yang tidak bisa jauh dariku'' balas Summer.


''Apa kau tidak takut jika Leander bertemu wanita cantik disana? bahkan wanita-wanita disana sangat berani dan menggoda'' ucap Landon memanasi Summer.


"Dia bukan pria playboy sepertimu'' sahut Summer memukul punggung Landon.


"Aww, apa kau mengikuti Mommy yang senang memukulku?" teriak Landon.


"Kata Mommy, kau memang pantas untuk dipukuli'' ucap Summer menjulurkan lidahnya.


"Kau akan menyesal, aku akan menyuruh Leander mencari wanita cantik disana'' sahut Landon dan mendapatkan pukulan berkali-kali dari Summer.

__ADS_1


 


Jadi disinilah dia, di depan apartemen Leander setelah menahan rasa rindu selama seminggu ini. Mereka melakukan video call setiap saat dan itu masih belum membuat Summer merasa puas.


Setelah menyelesaikan ujiannya, ia memesan tiket dan dibantu oleh ibu mertuanya tentu saja. Ia membuka pintu apartemen dengan kunci cadangan yang diberikan Leander dan membuka pintu apartemen pria itu.


Saat masuk yang ia dapatkan adalah ruang tamu yang rapi dengan perabotan khas Leander. Kemudian melihat ke dapur ia menemukan dapur yang sangat bersih seolah tidak pernah di gunakan oleh pria itu.


Kemudian ia masuk di ruang utama yang menjadi tujuannya dan ia benar-benar akan memukul Leander dengan tangannya sendiri jika sampai ia menemukan pria itu bersama seorang wanita seperti novel yang ia baca beberapa malam ini dan membuat ia memikirkan yang aneh-aneh.


Summer membuka pintu dengan perlahan dan ruangan itu sangat gelap, ia bisa mencium wangi parfum Leander yang sangat ia sukai. Ia melihat pria itu tertidur dengan posisi tengkurap dengan hanya mengenakan celana pendek.


Foto pernikahan mereka terpasang di dinding tepat berada di atas tempat tidur dan ia yang memaksa Leander untuk memasangnya agar pria itu selalu ingat bahwa ia sudah menikah.


Summer meletakkan ponsel dan juga tas kecilnya di meja yang ada disamping tempat tidur. Kemudian membuka mantel dan juga sepatunya. Ia masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.


Leander sepertinya kelelahan, hingga tidak menyadari kedatangan Summer yang bahkan berjalan kesana kemari di dalam kamarnya. Bahkan wanita itu menyalakan lampu yang ada di sisi tempat tidur.


''Aww...'' teriak Summer membuat Leander terkejut dan menyalakan lampu kamarnya membuat ia menyipitkan mata dan memandang ke arah Summer.


''Summer?'' sahut Leander yang takut jika ia sedang bermimpi.


''Kau menyakitiku'' ucap Summer dengan wajah cemberut kemudian tubuhnya ditarik masuk ke dalam pelukan pria itu.


''Ya Tuhan, kau benar-benar nyata?'' ucap Leander kemudian mencium wangi dileher wanita itu untuk memastikan bahwa wanita yang dipeluknya adalah benar istrinya.


''Aku merindukanmu'' gumam Summer kemudian memeluk pria itu dengan erat dan tertawa ketika Leander menggelitik lehernya.


''Kenapa tidak memberitahuku kau akan datang?'' tanya Leander melepas pelukannya dan menatap Summer yang semakin hari semakin cantik.

__ADS_1


''Tentu saja ingin memergokimu dengan selingkuhanmu?'' sahut Summer kemudian berteriak ketika tubuhnya diangkat dan di tindih oleh tubuh kekar Leander.


''Apa kau memakai kaosku?'' tanya Leander ketika melihat Summer hanya mengenakan kaos yang hanya menutupi sebagian pahanya.


''Ya, aku masih lelah untuk membuka koperku, lagipula kau pasti akan melepaskannya.'' Ujar Summer dengan senyum menggoda membuat Leander menancapkan giginya disepanjang leher Summer dan menggigitinya gemas.


Summer mendesahkan namanya ketika ciuman Leander bergerak menyusuri telinganya. Kaos Summer sudah terlepas dari tubuhnya dan Leander kembali dibuat terpana ketika Summer tidak menggunakan apapun dibalik Kaos miliknya.


''Aku sangat merindukanmu'' Gumam Leander dengan mulutnya berada didada Summer dan memciuminya.


Summer terkesiap ketika Leander menggigit kulit sensitifnya dan meneriakkan nama pria itu ketika Leander mencium bibirnya dengan ganas, membuat pria itu tersenyum dan mengusap seluruh tubuh Summer dengan tangan kekarnya.


Mereka bercinta hingga dini hari dan Leander benar-benar tidak memberinya ampun dan membuatnya kewalahan melayani pria itu. Seminggu mereka tidak bertemu dan lihatlah pria itu. Bagaimana jika mereka tidak bertemu dalam sebulan. Summer tak ingin membayangkannya.


Keesokan harinya Leander di kejutkan dengan dapurnya yang sangat berantakan dan juga wajah Summer yang terdapat tepung di kedua pipi dan juga keningnya.


''Honey, apa yang sedang kau lakukan?'' tanya Leander mencoba mendekati Summer dan mencium bibirnya.


''Tentu saja aku sedang membuat kue kesukaanmu. Aku minta maaf membuat dapurmu berantakan, tapi aku janji akan merapikannya'' sahut Summer membalas ciuman Leander.


''Kau terlihat cantik dan cocok berada disini, membuat aku ingin bercinta denganmu lagi'' bisik Leander kemudian tertawa ketika Summer memukulnya.


''Aku tidak ingin bercinta denga tepung yang berserakan dimana-mana. Itu akan membuatku mengingatnya setiap akan membuat kue'' sahut Summer kemudian mendorong tubuh Leander untuk duduk dikursi.


''Aku akan ke perusahaan sebentar dan ke kampus, ada yang harus aku kerjakan. Apa kau tidak masalah jika sendirian disini?'' tanya Leander.


''Tentu saja, aku akan menunggu disini dengan tenang.'' jawab Summer kemudian memberikan kue untuk Leander dan juga kopi kesukaan pria itu.


''Aku akan menjemputmu setelah dari perusahaan dan kita akan bersama-sama ke kampus'' ucap Leander akhirnya yang tidak ingin Summer sendirian.

__ADS_1


''Kau tak perlu seperti itu Lean, aku tidak ingin mengganggu aktivitasmu. Aku tidak masalah jika menunggu disini'' Summer menyakinkan Leander dan menyentuh tangan pria itu.


''Aku ingin kau ikut denganku'' ucap Leander kemudian merengkuh tubuh Summer dan memangkunya. Kemudian menciun bibir wanita itu dengan lembut.


__ADS_2