
Leander mendengar pembicaraan dokter dengan ibunya dan ia menjadi tidak fokus. Summer akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh baik fisik maupun traumanya. Ia melihat kemeja yang masih memiliki noda darah Summer saat ia menggendong wanita itu. Ia belum mengganti pakaiannya karena tidak ingin meninggalkan Summer seorang diri.
Summer terbaring di ranjang dengan wajah pucatnya dan beberapa luka ditubuhnya membuat ia merasakan sakit saat obat penghilang nyeri hilang, dan Leander mendengar bagaimana Summer merintih kesakitan saat ia bergerak. Summer tertidur kembali setelah dokter kembali menyuntiknya.
''Kau harus mengganti bajumu Lean'' sahut Julia melihat baju yang dipakai anaknya yang kotor. Mommy akan menjaganya disini. Mommy sudah menyuruh pelayan membawa pakaian ganti untukmu.'' ucap Ibunya lagi, kemudian Leander berjalan masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian tanpa berkata apapun
Leander berdiri di depan cermin wastafel, ia melepas kacamatanya dan mencuci wajahnya dengan air berulangkali. Beberapa saat tadi ia sangat takut kehilangan Summer. Bayangan wanita itu tersenyum menari-nari di kepalanya dan ia takut tidak akan melihat senyum itu lagi.
Ketika Leander kembali, ia melihat ayahnya dan juga Landon sudah berada bersama ibunya. Landon menghampirinya dan memeluk Leander dan memberi ia kekuatan.
"Lean, daddy ingin bicara denganmu'' sahut ayahnya kemudian berjalan keluar ruangan.
Leander mengikuti ayahnya dan melihat seseorang yang ia tau merupakan kerabat Summer dari pihak ayahnya mendekatinya.
"Leander, apakah kau berada bersama Summer saat kejadian itu? katakan padaku, apakah Summer yang membunuh ayahnya?'' tanya wanita seumuran ibunya,
Leander hanya diam dan tak menjawab apapun. Ia menatap wanita di depannya dan berpikir, kenapa tidak ada yang menanyakan keadaan Summer. Semua orang selain keluarganya hanya menanyakan mengapa Summer membunuh ayahnya. Mengapa Summer bisa dengan tega membunuh orang yang telah merawatnya sejak kecil.
''Aku akan masuk dan menanyakan sendiri pada Summer'' sahut wanita itu lagi dan ditahan oleh Leander.
"Tidak ada yang akan ku izinkan menemui Summer kecuali keluargaku'' Leander berkata dengan wajah emosi.
"kau bukan siapa siapa Summer dan aku adalah keluarga terdekatnya'' jawab wanita itu memaksa masuk tapi dihalangi oleh Leander.
''Aku kekasihnya dan kaau akan menerima akibatnya jika berani menemui Summer. Cobalah jika kau berani.'' balas Leander dan menatap tajam wanita di depannya.
Louise tidak pernah melihat Leander dengan kemarahan yang ditunjukkan seperti saat ini, Summer benar-benar membuat Leander jatuh cinta dan akan melakukan apapun untuk melindungi wanita itu.
__ADS_1
___________________
Satu jam kemudian Leander duduk disamping tempat tidur Summer setelah keluarganya pulang. Ia melihat Summer masih belum sepenuhnya sadar. Wanita itu hanya bergerak sedikit dei sedikit dan meminta minum saat haus, kemudian ia kembali tidur.
Ia menatap goresan kecil dijari dan lengan Summer yang tidak tertutupi perban. terlihat warna kebiruan dilengan atas Summer menandakan ia telah dicengkram dengan kuat oleh ayahnya. Leander tidak melihat gelang pemberiannya. Apakah Summer melepasnya? tapi kalung pemberiannya masih terpasang di lehernya.
Summer membuka matanya dan melihat Leander melamun sambil menatap tangannya yang berada di genggaman pria itu. Ia menggerakkan jari-jarinya dan tatapan Leander dengan cepat menatap ke arahnya.''
''Summer." Leander memanggil namanya saat ia berusaha menggerakkan tubuhnya dengan pelan dan merasakan sakit.
Summer berbisik pelan dan ia merasakan sakit ditenggorakannya. Leander mendekatkan telinganya agar bisa ke mulut Summer dan tidak bisa mendengar suaranya.
"Aku akan memanggilkan dokter'' ucap Leander tapi tangannya ditahan oleh Summer saat ia akan berbalik.
''Aku haus'' bisik Summer memberi tanda dengan menggerakkan tangannya.
Summer merasa lega ditenggorokannya setelah menghabiskan hampir setengan gelas air. Dan ia mulai bisa bicara dengan sedikit jelas.
"Apa yang kau rasakan?'' tanya Leander yang kembali duduk didekat Summer.
"Aku merasakan sakit diseluruh tubuhku dan kepalaku sedikit nyeri'' jawab Summer menatap wajah Leander yang terlihat lelah.
"Kau mendapatkan jahitan di beberapa tempat" Leander berkata kemudian mengusap pergelangan tangan Summer. "Dimana gelang yang aku berikan?'' tanya Leander menatap wajah Summer.
"Pengaitnya rusak dan aku bermaksud ingin memberikan padamu untuk kau perbaiki, tapi aku ditarik Daddy dan melempar tubuhku hingga aku tidak sadarkan diri," ucap Summer.
"Seharusnya kau menghubungiku" Leander berkata dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Daddy?'' tanya Summer pelan.
''Apa kau tidak mengingat kejadian saat itu?'' Leander bertanya dengan hati-hati.
"Yang aku ingat daddy menarik rambutku kemudian melempar tubuhku kekursi dan kepalaku terbentur meja. Aku tidak mengingat kejadian setelah itu. Aku hanya merasa bahwa itu adalah akhirku.'' gumam Summer pelan.
''Kita tidak akan membicarakannya sekarang. Kau harus istirahat dan fokus dengan kesembuhanmu terlebih dahulu." Leander berkata kemudian berdiri merapikan selimut Summer menutupi tubuh wanita itu.
"Kau juga. Kau juga harus tidur Leander." perintah Summer dengan wajah memohon.
"Aku akan menjagamu. Tidurlah.'' balas Leander kemudian menyandarkan kepalanya disamping tangan Summer.
"Kau tidak perlu melakukan semua ini untukku Lean'' gumam Summer pelan dan mengusap rambut Leander.
"Kau selalu menjagaku dan melindungiku dimanapun. Kau juga yang pertama kali menemukanku, dan itu membuatku akhirnya bergantung sepenuhnya padamu. Maafkan aku Lean, aku selalu merepotkanmu dengan semua masalah dan merasa bertanggung jawab padaku." bisik Summer yang tau Leander telah tertidur.
"Kumohon kejarlah impianmu dan aku berjanji akan selalu mendukungmu disini. Berbahagialah Leander, temukan seseorang yang bisa membuatmu jatuh cinta dan kembalilah dengan perasaan bahagia." sambung Summer lagi dengan sudut mata mengeluarkan airmata.
Beberapa saat kemudian Leander mendengar dengkuran halus Summer yang telah tertidur. Ia membuka matanya yang sejak tadi mendengar apa yang dikatakan Summer.
Wanita itu berpikir Leander telah tertidur hingga ia mengatakan apa yang mengganjal di hatinya. Leander tau bahwa malam itu Summer mendengar percakapan antara ia dan orang tuanya.
Leander kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium Summer dibibirnya dengan pelan karena tidak ingin membangunkan wanita itu. Kemudian mencium kening Summer sedikit lama. Ia merapikan rambut Summer yang menutupi mata wanita itu.
"Aku sudah menciummu, dan artinya kita akan menikah'' bisik Leander kemudian berjalan ke arah jendela dan menatap keluar.
Leander merasa keputusan yang ia ambil saat ini adalah yang tepat, ia akan menikahi Summer agar wanita itu terlindungi dari pihak manapun. Leander akan dengan tenang meninggalkan Summer bersama kedua orang tuanya dan ia bisa melanjutkan kuliahnya dengan tenang.
__ADS_1
Summer akan aman berada dalam jangkauan keluarganya dan tidak akan ada yang berani mengganggunya. Leander akan membicarakan keputusan ini dengan ayahnya meski nanti akan membuat ayahnya marah. Ibunya menyayangi Summer dan Leander yakin ibunya akan setuju.