
''Berhenti Lean, aku lelah'' gumam Summer yang merasakan tangan Leander sudah menjelajahi tubuh bagian bawahnya dibalik selimut yang ia pakai.
Setelah melayani suaminya sejak malam dan baru berhenti dini hari ia merasa Leander benar-benar menahan diri sejak mereka kembali ke penthouse. Pria itu bahkan tidak berhenti mencium bibirnya.
"Kau yang menggodaku Honey" bisik Leander ditelinganua dengan suara serak.
Pria itu kemudian menggigit daun telinganya dengan gemas dan mencium rahang Summer yang sudah memiliki banyak tanda merah yang ia berikan semalam.
Leander tersenyum dan tidak mengerti kenapa ia tidak bisa berhenti menginginkan Summer. Wanita itu sangat cantik ketika bangun tidur membuat ia sekali lagi ingin menyentuh Summer dan mendengar ******* wanita itu di telinganya.
Summer tersenyum dan membalas ciuman Leander dengan lembut. Seolah ia mengambil apa yang diberikan Leander padanya, karena dia berhak atas pria itu.
Leander menyelipkan tangannya di lutut Summer dan membawa wanita itu menuju kamar yang memiliki pemandangan indah yang jarang mereka tempati karena memiliki kaca hampir disemua dindingnya dan membuat Summer merasa takut jika ia terlihat dari luar.
"Ronde berikutnya" ucap Leander kemudian menurunkan Summer diatas kasur yang empuk dengan bantal-bantal yang besar.
"No, aku tidak ingin bercinta denganmu dikamar ini. Aku takut." Sahut Summer yang akan bangun tapi ditahan oleh Leander.
"Kau akan menyukainya" bisik Leander ditelinga Summer dan memulai aksinya.
Pagi itu Summer sekali lagi dibuat tak berdaya oleh Leander, mereka menghabiskan berjam-jam bercinta dan pria itu bahkan tidak berhenti sama sekali membuat Summer kelelahan.
Leander menyusuri tubuh Summer dengan ciuman-ciuman dari bibirnya dan sesekali memberikan tanda ditempat-tempat yang merupakan kelemahan wanita itu membuat Summer terus mendesahkan namanya.
Summer mencapai puncak ketika Leander dengan lihainya menciumi area sensitif dan tidak berhenti saat Summer meminta ia memasukkan miliknya. Summer terus meneriakkan nama Leander, membuat pria itu tersenyum senang.
Gerakan Leander yang pelan menjadi cepat ketika berada diatas Summer, ia memandang wajah seksi Summer dan mencium bibir wanita itu dengan masih terus bergerak diatasnya.
Mereka berdua hanya pasangan yang saling menyukai, bukan mencintai. Leander tidak mungkin mencintainya dan ia harus menerima hal itu. Ia harus cukup puas bahwa pria itu menginginkannya.
__ADS_1
''I love you'' ucap Summer ketika Leander bergerak makin cepat dan ia mengangkat tubuhnya agar bersentuhan dengan pria itu. Summer mengalungkan lengannya dileher pria itu.
Leander menatap wajahnya dengan intens dan mencium bibir Summer dengan lembut. Ia bisa merasakan bagaimana tubuhnya begitu mendambakan Summer dan ia ingin terus bersama wanita ini.
Leander mencium punggung Summer ketika ia akhirnya mencapai puncak dengan posisi berada dibelakang Summer. Wanita itu akhirnya tertidur dengan tubuh penuh keringat setelah melayani Leander.
''Aku suka parfummu, membuat aku selalu ingin menyentuh tubuhmu.'' Ucap Leander dengan suara seraknya dan mencium pundak Summer.
''Mommy memberikannya padaku dan mengatakan bahwa aku hanya boleh memakainya saat berada dirumah dan bersamamu'' gumam Summer dengan mata yang terpejam.
''Dan kau memakainya untuk menggodaku, hmmm'' bisik Leander di telinganya dan mencium aroma wanita itu dilehernya.
''Berhenti, aku benar-benar lelah dan tidak bisa melakukannya lagi. Aku lapar Lean'' ucap Summer dengan wajah cemberut.
''Tidurlah, aku akan membuatkanmu sarapan istimewa'' bisik Leander didepan bibir Summer dan mengecupnya.
Summer akhirnya tertidur dan Leander menyelimuti tubuh istrinya. Ia kemudian mandi dan membuatkan sarapan untuk mereka berdua. Leander tersenyum bahagia dan tidak menyesal telah menjadikan Summer istrinya.
Beberapa hari kemudian Summer sedang membereskan barang-barang Leander yang akan dibawanya. Pria itu akan pergi besok dan mereka akan menjalani pernikahan jarak jauh selama dua tahun.
Summer tidak tahu apa ia akan sanggup berjauhan dengan Leander mengingat hubungan mereka beberapa hari ini semakin dekat dan pria itu bahkan selalu bercinta dengannya dimanapun dan kapanpun.
Meski pernyataan cinta Summer tak pernah dibalas oleh pria itu, tapi ia bisa melihat bahwa tatapan dan sentuhan pria itu bisa menjawab semuanya. Leander akan menciu. bibir Summer dengan kuat saat ia mengatakannya.
"Kau belum selesai Honey?" tanya Leander ketika melihat Summer masih belum selesai membereskan kopernya.
"Hanya sisa beberapa pakaian lagi, ada apa?" Summer berkata tanpa memandang Leander.
"Aku ingin bercinta denganmu" sahut Leander to the point membuat Summer terkejut.
__ADS_1
"Ini masih sore dan kita baru melakukannya tadi pagi Lean" jawab Summer menatap tajam pria yang hanya memakai boxer dengan senyum jahilnya.
"Aku akan pergi besok dan aku ingin bercinta denganmu sepuasnya" bisik Leander yang sudah memeluknya dari belakang.
"Lalu jika kau menginginkannya saat berada disana bagaimana? apa kau akan mencari wanita lain?" tanya Summer menatap wajah Leander.
"Tentu saja tidak, aku hanya bergairah denganmu. Dan aku akan fokus dengan kuliahku disana. Kita bisa video call setiap malam jika kau takut aku akan mencari wanita lain" ucap Leander dengan serius.
"Aku percaya padamu" ucap Summer kemudian melanjutkan merapikan koper Leander dengan pria itu memeluk pinggangnya.
"Jangan mengabaikanku dan datanglah jika kau merindukanku" bisik Leander pelan mencium pundak Summer.
"Aku harus fokus dengan kuliahku beberapa minggu ini. setelah itu aku akan mengunjungimu" jawab Summer membalas ciuman Leander yang sudah membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan pria itu.
Leander mengangkat Summer untuk duduk dipangkuannya, kemudian melepas kaos kebesaran yang dipakai wanita itu. Leander tersenyum senang ketika mengetahui bahwa Summer tidak menggunakan apapun dibalik kaos miliknya.
Dengan cepat ia menciumi dada Summer dan melepas sisa pakaian mereka. Summer membusungkan dadanya dan meremas rambut Leander ketika ciuman pria itu semakin kencang di bagian dadanya.
Summer bergerak naik turun diatas Leander dan mereka saling berciuman dengan lembut. Leander mengerang dan mengencangkan pegangannya dipinggang wanita itu membantunya bergerak.
Setelah Summer mencapai puncaknya, Leander menggendong Summer menuju kamar mereka dan melanjutkan percintaan mereka hingga tengah malam.
Beberapa jam kemudian Leander menatap wajah Summer yang tertidur pulas dengan kepala berada diatasnya tangannya. Ia mengeluarkannya dengan perlahan dan menyelimuti Summer hingga menutupi dadanya yang polos.
Leander merasa tidak bisa berpisah jauh dengan Summer, wanita disampingnya ini benar-benar sudah membuat pikirannya hanya berpusat padanya. Bahkan ia ingin cepat pulang dan bertemu Summer hanya untuk bisa menyentuh wanita itu merasakan kulit wanita itu ditangannya.
Ia tidak bisa meminta Summer untuk pindah bersamanya dan membuat kacau hidup Summer. Meski ia tahu Summer akan senang jika ia mengajaknya, tapi Leander tak ingin menjadi egois hanya karena ingin berada dekat dengan wanita itu.
''I Love You My Wife'' bisik Leander ditelinga Summer.
__ADS_1