
''Aku akan menikahi Summer'' ucap Leander di hadapan kedua orang tuanya.
Ia melihat ibunya terkejut dan menutup mulut dengan kedua tangannya, dan ayahnya hanya memandang Leander dingin.
''Apa alasanmu Leander? kalian masih sangat muda dan masa depan kalian masih panjang.'' tanya Louise ayahnya.
''Aku ingin menjadikannya bagian dari keluarga kita agar ia terlindungi'' jawab Leander.
''Apa kau pikir Summer akan menerima keputusanmu ini?'' tanya Julia pelan.
''Dia menyukaiku mom, aku yakin dia akan setuju'' jawab Leander.
''Dan kau sendiri, apa kau menyukainya Summer?'' tanya Julia menatap mata Leander.
''Aku menyayanginya mom, kalian juga pasti ingin Summer terlindungi.'' jawab Leander.
''Tapi pernikahan bukan sesuatu yang bisa menjadi solusi hanya karena hal itu Son. Pernikahan terjadi karena dua orang saling mencintai.'' ucap Louise.
''Aku tidak akan menceraikan Summer apapun yang terjadi, aku akan melindunginya seumur hidupku.'' Leander berkata meyakinkan orang tuanya.
''Kita akan membahas ini ketika Summer kembali dari rumah sakit'' ucap Louise.
''Tapi aku ingin menikahinya secepatnya, agar saat ia sembuh Summer bisa kembali bersamaku'' sahut Leander.
''Dan kau akan meninggalkannya untuk melanjutkan studimu?'' tanya Julia.
''Dia akan baik-baik saja selama bersama mommy bukan'' balas Leander menatap wajah ibunya.
''Kau sepertinya sudah memikirkan ini dan berharap kami menyetujuinya. Kalau begitu tanyakan pada Summer apakah dia akan menerimamu sebagai suaminya atau tidak'' ujar Louise kemudian masuk ke dalam kamarnya.
''Apa kau yakin dengan keputusanmu ini, baby?'' tanya Julia ketika mereka hanya tinggal berdua.
''Itu satu-satunya cara untuk melindungi Summer mom,'' ucap Leander kemudian memakai jaketnya untuk kembali ke rumah sakit.
''Bicarakan hal ini dengan Summer, jangan memaksanya'' Julia berkata ketika Leander mencium pipinya.
Mobil Leander berhenti ketika melewati rumah Summer telah terpasang polisi line dan tampak gelap. Setelah menikahi Summer, ia berencana mengajak wanita itu tinggal di penthouse miliknya untuk sementara.
Leander tidak ingin Summer melihat rumahnya dan mengingat kejadian mengerikan itu. Leander menjalankan kembali mobilnya menuju rumah sakit. Saat ini Landon menjaga Summer sementara ia pulang untuk berbicara dengan orang tuanya.
''Apakah dia tidur?'' tanya Leander begitu tiba dirumah sakit dan melihat Landon duduk dikursi sofa dan berbicara dengan seseorang ditelepon.
__ADS_1
''Dia tidur sejak kau pergi, dan hanya bangun sebentar menanyakan keberadaanmu dan tertidur kembali,'' ucap Landon setelah menutup teleponnya.
''Pulanglah, terima kasih sudah menggantikanku menjaganya'' ucap Leander memperbaiki selimut Summer.
''Kau benar-benar akan menikahinya?'' tanya Landon menatap saudara kembarnya.
''Hmm.. besok setelah aku melamarnya nanti'' jawab Leander.
''Apa kau sudah menyiapkan cincin untuk melamar Summer?'' tanya Landon mengingat Leander merencanakan ini terburu-buru.
''Aku membawanya dikantongku'' jawab Leander.
''Kalau begitu aku akan meninggalkan kalian berdua'' Landon berkata kemudian mengambil kunci motornya dan keluar dari kamar.
Sudah 4 hari Summer dirawat dan lukanya sudah terlihat sedikit mengering dan lebam diwajahnta berkurang. Summer hanya terlihat kurus karena masih merasa sulit untuk menelan makanan.
Leander menatap wajah Summer hingga wanita itu membuka matanya dan tersenyum melihat Leander.
''Kau sudah kembali?'' tanya Summer pelan.
''Hmm... maaf aku meninggalkanmu'' ucap Leander kemudian menggenggam tangan Summer.
''Maukah kau menikah denganku?'' tanya Leander membuat Summer terkejut dan tidak percaya dengan apa yang Leander katakan.
''Apakah aku bermimpi?'' tanya Summer mencubit pipinya dan merasakan sakit.
''Apa kau berharap ini mimpi?'' tanya Leander mengusap jarinya ditangan Summer.
''Kenapa kau melamarku Lean?'' tanya Summer.
''Apakah karena aku tidak memliki siapa-siapa lagi? Dan kau merasa bertanggung jawab terhadapku?'' Summer bertanya lagi karena melihat Leander diam.
''Bukankah kau ingin menjadi bagian dari keluargaku.'' ucap Leander dan melihat Summer tersenyum ke arahnya.
''Siapa wanita yang tidak ingin menjadi bagian dari keluarga kalian? aku salah satunya, tapi tidak dengan kau menikahiku.'' Summer menjelaskan pada Leander.
''Aku sudah menciummu, bukankah kau bilang aku harus menikahimu jika aku menciummu'' ucap Leander membuat Summer terkejut dan meraba bibirnya.
''Kapan kau menciumku, kau bercanda-
Ucapan Summer terputus saat Leander mencium bibirnya dan ********** dengan lembut. Mereka saling menatap beberapa saat, kemudian Leander mengecup bibirnya lagi.
__ADS_1
''Itu agar kau mengingatnya'' ucap Leander kemudian Summer menutup wajahnya dengan selimut membuat Leander tertawa.
''Apakah itu ciuman pertamamu?'' tanya Leander yang melihat Summer malu.
''Dan kau?'' siapa ciuman pertamamu?'' Summer bertanya kemudian membuka selimut yang menutupi wajahnya yang kemerahan.
''Kau tidak ingat kalau kau yang sudah mencuri ciumanku saat aku berulang tahun yang ke sepuluh?'' ucap Leander mengingatkan kejadian memalukan yang dilakukan Summer saat itu.
''Itu tidak sengaja'' sahut Summer yang wajahnya semakin merah.
''Kau sengaja dan aku tau itu'' jawab Laander tertawa melihat Summer yang semakin malu.
Leander kemudian mengambil kotak brrwarna biru dari kantong celananya kemudian membukanya di hadapan Summer membuat wanita itu terpana melihat cincin indah dengan berlian kecil berwarna hijau yang merupakan warna kesukaan Summer.
''Tatapanmu sudah cukup mengatakan ya, kau menerimaku'' ucap Leander kemudian mengambil jari Summer dan memasangkan cincin di jari wanita itu.
''Tentu saja aku mau'' teriak Summer kemudian memeluk Leander erat.
----------------------
Mereka akhirnya menikah keesokan harinya dirumah sakit dengan disaksikan orang tuanya, Landon dan juga sepupunya Lion bersama istrinya.
Acara berlangsung cepat dan Summer menangis dipelukan Julia ketika ia akhirnya bisa memanggilnya mommy. Landon menertawakannya kemudian memberikan selamat pada mereka berdua dengan kotak hadiah yang sangat besar.
Leander membantu Summer saat akan ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Pagi ini Summer sudah bisa pulang dan Leander menurunkan Summer didepan wastafel kamar mandi. Mereka saling memandang karena merasa canggung dengan kedekatan yang tidak biasa.
''Aku akan menunggumu diluar, kau bisa memanggilku jika sudah selesai'' ucap Leander yang merasa Summer masih malu berdekatan dengannya.
''Baiklah. Bisakah kau mengambilkan pakaian dalamku? aku lupa membawanya'' ucap Summer tanpa memandang wajah Leander karena malu.
Setelah selesai Leander menggendong Summer dan mendudukkan wanit itu dikursi roda. Leander merapikan pakaian Summer dan memakaikan sepatu wanita itu.
''Kita akan kemana?'' tanya Summer saat mereka tidak menuju ke arah rumah orang tua Leander.
''Sementara ini kita akan tinggal di penthouseku, Mommya sudah menunggu kedatangan kita disana.'' jawab Leander.
''Apa kita tidak tinggal dirumah orang tuamu'' tanya Summer lagi.
''Kita pengantin baru, aku tidak ingin kau hanya menghabiskan waktumu bersama mommy di dapur'' ucap Leander kemudian melihat Summer menelan ludah.
''Tenanglah, aku tidak akan memaksamu untuk malam pertama kita. Tunggu saat kau benar-benar sembuh'' ucap Leander lagi kemudian tersenyum melihat Summer menutup wajah dengan kedua tangannya karena malu.
__ADS_1