
Leander paling menyukai suasana malam hari, dan saat-saat menjelang malam. Ia menggandeng tangan Summer dan berjalan di sepanjang taman yang menjadi pusat keramaian. Angin sepoi-sepoi meniupkan helaian rambut Summer dan terlihat sangat menggoda.
"Apa kau menyukai tempat ini?" Tanya Leander ketika melihat senyum Summer yang sejak tadi diperhatikan olehnya.
"Sangat indah dengan lampu warna warni dan juga orang-orang yang menikmati malam ini seolah-olah mereka tidak akan mengulanginya lagi" gumam Summer melihat ke arah sepasang kekasih yang mengabadikan moment mereka dengan banyak foto dan juga video.
"Tempat ini sering menjadi tempat berkunjung favorit oleh wisatawan dan tidak pernah sepi sejak diresmikan. Kau lihat robot yang berada diatas, itu adalah hasil rancanganku yang aku menangkan beberapa tahun lalu" sahut Leander membuat Summer terkejut dan berteriak memeluk Leander dengan gembira.
"Bukankah itu perusahaan yang terkenal itu?" tanya Summer setelah membaca nama yang tertera diperut robot buatan Leander.
"Hmm.. Dan suatu saat nanti akan menjadi milikku" sahut Leander menatap bangunan tinggi itu dengan matanya yang penuh dengan rencana-rencana ke depan.
"Apakah menikah denganku akan menghambat masa depanmu, Lean?" tanya Summer membuat Leander seketika menoleh ke arahnya dan menghentikan langkah kakinya.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" sahut Leander yang merasa Summer semakin meragukannya setelah menikah.
Summer semakin menjaga jarak dan juga hatinya agar tidak terluka oleh perhatian Leander. Ia berusaha menjalani pernikahan ini dengan hati-hati, karena Summer tahu Leander menikahinya hanya untuk melindungi dan memperjelas status Summer.
Summer tahu percintaan mereka sangatlah panas dan penuh gairah, mereka sangat cocok dalam hal itu dan Leander tidak pernah berhenti menginginkannya. Mungkin karena mereka sama-sama baru melakukannya untuk pertama kali.
Jika suatu saat Leander memutuskan akan berpisah dengannya, Summer akan pergi dengan sukarela. Summer akan menjalani pernikahannya dengan bahagia dan juga sebaik-baiknya sebelum Leander menemukan seseorang yang ia cintai.
"Maaf, aku sedikit sensitif. Mungkin karena sebentar lagi tamu bulananku akan datang" jawab Summer tersenyum dan menyandarkan kepalanya dilengan Leander.
Mereka kemudian duduk disalah satu kursi yang menampilkan pemandangan langit yang indah. Leander mengambil beberapa foto Summer dari sudut manapun dan memcium bibir wanita itu ketika ia berpose yang sedikit seksi.
Leander menatap wajah cantik Summer dan ia berjanji tidak akan menyakiti wanita ini apapun yang terjadi. Leander mengutuk dirinya sendiri karena jatuh cinta pada wanita itu. Leander memeluk Summer dan menciumi atas kepalanya.
__ADS_1
"Apa kau kedinginan?" tanya Summer ketika merasa Leander memeluknya terlalu erat.
"Hmm... Sebaiknya kita segera pulang dan bercinta dengan panas" bisik Leander di telinga Summer.
"Kau benar-benar mesum, Lean. Aku tak menyangka selama ini kau menahannya." sahut Summer membuat Leander menertawakannya.
Begitu mereka tiba di apartemen, Leander menyandarkan tubuh Summer di pintu dan mencium bibir wanita itu dengan kuat dan penuh gairah. Summer membalas ciuman Leander dan ******* keluar dari bibirnya ketika ciuman Leander berpindah ke leher jenjangnya.
Leander mengangkat kaki Summer dan melingkarkan dipinggang miliknya. Ia mencium bibir Summer lagi dengan mengecap dan menggigitnya gemas. Leander membawa Summer ke dapur miliknya dan mendudukkan wanita itu di kitchen. Dengan tak sabaran melepas pakaian Summer dan membuangnya diberbagai tempat di ruang tamu apartemen mereka.
Leander menatap wajah Summer ketika ia bergerak diatas tubuh wanita itu. Wajah seksi Summer dengan rambut acak-acakan dan bibir.erah menggoda, membuat Leander merasakam cemburu yang sangat besar mengingat beberapa teman mereka saat di sekolah sering menceritakan dirinya.
Percintaan mereka berlangsung lama dan Leander melakukannya diberbagai tempat yang ada di apartemennya. Pria itu bahkan memaksa Summer bercinta dengan bersandar dijendela kamar Leander dengan dinding kaca yang bisa melihat pemandangan malam yang indah.
"Kau benar-benar gila" gumam Summer ketika sekali lagi ia dibawa ke puncak dengan nafas yang memburu dan kelelahan akibat mengimbangi permainan suaminya.
...----------------...
''Jadi, Summer. Apa kesibukanmu?" tanya salah satu teman Leander yang duduk didepan dirinya ketika ia sekali lagi menemani Leander ke kampusnya.
Summer menatap wajah wanita cantik itu dan tersenyum ramah, ia melihat Leander sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan pria yang duduk disamping wanita yang sejak tadi memandangnya dan juga Leander.
"Aku mahasiswi kedokteran" jawab Summer santai.
"Benarkah?" tanya wanita itu tak percaya dan menatapnya secara keseluruhan membuat Summer merasa canggung.
"Apa kau juga mengambil kuliah disini?" tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
"Tidak. Aku kuliah di London dan aku baru saja menyelesaikan ujianku dengan baik. Jadi aku datang kesini untuk merayakannya dengan Landon" ucap Summer.
"Kalian sudah menikah, bukan?" tanya wanita itu lagi ketika melihat cincin yang ia kenakan dengan Leander memiliki bentuk yang sama persis.
Summer mengangguk dan tersenyum, kemudian membuka botol minumannya dengan sedikit kasar menandakan ia sedang kesal dengan wanita di depannya.
"Leander jarang menceritakan tentangmu, apakah kalian dijodohkan?" sahut wanita itu membuat Summer tersedak minumannya.
Leander yang menyadarinya menepuk punggung Summer dengan perlahan dan membersihkan air yang membasahi kemejanya. Perhatian Leander pada Summer membuat beberapa orang yang berada di sekitar mereka memperhatikan gerakan Leander yang sepertinya sering melakukannya pada Summer.
"Pakaianmu basah. Sebantar." ucap Leander kemudian melepas jaketnya dan memakaikan pada Summer.
"Sebentar lagi aku selesai" lanjut Leander kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan tangan satunya menggenggam tangan Summer.
"Aku akan menunggumu, tidak perlu terburu-buru" ucap Summer membalas genggaman tangan Leander.
Summer melihat pandangan wanita itu tertuju pada genggaman tangan mereka berdua dan Summer sengaja mencium tangan Leander dan meletakkan dipipinya membuat wanita di depannya semakin meradang dan pergi dari tempat duduknya.
Summer memandang sekeliling perpustakaan dan melihat wanita-wanita cantik disini memiliki penampilan yang berkelas. Tidak seperti dirinya yang sampai saat ini masih memakai pakaiannya yang lama dan ia tidak pernah mau ketika di ajak berbelanja di butik terkenal langganan ibu mertuanya.
Ia menyandarkan kepalanya diatas meja dan memejamkan mata, samar-samar ia merasakan ciuman Leander di pipinya ketika Summer mulai tertidur, dan terbangun ketika Leander menggendongnya menuju mobil mereka.
"Apa aku tertidur?" tanya Summer dengan suara seraknya.
"Hmm.. dan saatnya kita pulang." Jawab Leander kemudian membuka pintu mobil dan menurunkan Summer.
"Akhir-akhir ini aku sering cepat mengantuk dan tertidur di manapun" ucap Summer kemudian melanjutkan tidurnya membuat Leander tertawa dan mencium bibir merah wanita itu.
__ADS_1
"Apa mungkin kau hamil?" sahut Leander membuat Summer terkejut dan berteriak kencang.