
Hamil? itu tidak mungkin terjadi. Summer selalu berhati-hati ketika berhubungan dengan Leander dan ia tidak menginginkan kehadiran seorang anak diantara mereka. Summer tak ingin ia menghabiskan sisa hidupnya dengan pria yang hanya merasa bertanggungjawab padanya.
"Apa yang kau lamunkan?" bisik Leander ditelinga Summer saat wanita itu sedang membuat sarapan untuk mereka.
"Ah, bukan apa-apa Lean. Aku hanya sedang berpikir waktuku disini sisa dua hari lagi. Aku akan kembali dan memulai aktivitasku lagi tanpamu" jawab Summer tersenyum ketika Lean mencium pipinya.
"Aku benar-benar ingin kau berada disini bersamaku, tapi aku rasa itu sulit mengingat saat ini kau akan mulai menjalani pelatihanmu sebagai dokter" ucap Leander kemudian membalikkan tubuh Summer ke arahnya.
"Aku akan mengunjungimu pekan depan" lanjut Leander berjanji.
"Kau tak perlu melakukan itu, aku tahu kau sangat sibuk disini. Aku akan baik-baik saja." jawab Summer meyakinkan Leander dengan memeluk pinggang pria itu.
"Apa kau sudah mencobanya?" tanya Leander.
"Mencoba? ah, itu. Hasilnya negatif. Aku hanya sedikit lelah dan itu membuat aku sering merasa ngantuk tiba-tiba" jawab Summer gugup.
"Benarkah? Apa aku membuatmu kelelahan dengan percintaan kita?" tanya Leander lagi.
"Itu sangat mungkin mengingat kau-
Leander memotong kata-kata Summer dengan ciuman di bibir wanita itu. Ia selalu suka melihat bagaimana pipi wanita itu merona karena malu. Leander kemudian memasukkan tangannya ke dalam kaos yang dipakai wanita itu dan mengelus pinggangnya.
"Kita harus berhenti, aku belum selesai membuat sarapan untukmu" ucap Summer yang melepaskan ciuman mereka.
"Hmm... Kau tidak sedang menolakku kan?" tanya Leander yang merasa Summer sedikit berbeda.
"Tentu saja tidak. Karena aku tidak mungkin bisa menolakmu, Lean. Kau benar-benar akan terlambat dan aku belum selesai membuat sarapan untukmu" jawab Summer kemudian mendorong tubuh Leander menuju kamar.
"Baiklah... Baiklah. Aku akan bersiap-siap dan tak akan menggodamu lagi." Sahut Leander kemudian mengecup bibir Summer dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku benar-benar akan merindukan kebersamaan ini" gumam Summer dengan wajah sedihnya.
Summer mengatur bekal untuk dibawa Leander ketika pria itu sedang menikmati sarapannya. Sejak pagi tadi wanita itu sangat sibuk dengan kegiatannya di dapur. Bahkan penampilannya sangat kacau karena membuat begitu banyak kue untuk Leander.
__ADS_1
"Untuk apa kau membuat begitu banyak kue?" tanya Leander sambil menikmati sarapan penutupnya.
"Untuk persediaanmu beberapa minggu ke depan. Aku akan mengirimkannya ketika sudah habis. Ini bisa bertahan sebulan dan rasanya masih enak. Jangan terlalu banyak makan makanan manis, oke!" ujar Summer yang telah selesai mengatur bekal untuk Leander bawa.
"Ini bekal makan siangmu, kau pasti tidak akan sempat ke kantin. Aku tidak ingin kau terlambat makan dan membuatmu sakit" sahut Summer ketika Leander selesai.
"Kau tak keberatan aku tinggal sendiri?" tanya Leander ketika Summer mengantarnya hingga ke pintu.
"Tenanglah, Lean. Lagipula aku lelah dan akan beristirahat setelah menyelesaikan kekacauan itu" jawab Summer sambil menunjuk dapurnya yang berantakan.
"Jangan terlalu lelah, aku akang menghubungimu saat makan siang" ucap Leander memeluk pinggang Summer dan mencium bibir wanita itu sedikit lama.
"Kau juga jangan terlalu lelah, habiskan bekal yang ku buat, oke!" sahut Summer melambaikan tangannya ketika Leander masuk ke dalam lift.
...----------------...
Sudah lewat pukul sembilan malam ketika Leander akhirnya selesai. Ia melirik jam tangannya dan membereskan barang-barangnya dan memasukkan dalam tas miliknya. Beberapa temannya sudah kembali lebih dulu.
Wanita itu menjadi lebih penyabar, dan sedikit pendiam. Meski Leander suka dengan sikap Summer yang sekarang, tapi ia merindukan Summer yang dulu. Summer yang sekarang sedikit pendiam dan jarang bercerita seperti dulu lagi.
''Bagaimana kalau kita makan malam bersama?'' ajak salah satu kekasih temannya yang sejak tadi memperhatikan Leander.
''Ide yang bagus, Leander kau juga ikut bersama kami" sahut teman Leander yang satunya.
"Kalian pergilah, aku harus segera pulang. Summer menungguku" jawab Leander kemudian beranjak dari kursinya dan akan keluar tetapi seseorang menahan lengannya.
"Kau bisa mengajak kekasihmu, kami juga ingin berkenalan dengannya" ucap wanita itu lagi.
Leander menatap tajam pada lengan yang menahannya, hingga wanita itu melepasnya perlahan. "Istriku sedang menungguku, dan dia juga sudah memasak makan malam untukku. Jangan memaksaku apalagi menyentuhku sembarangan" ujar Leander dengan suara dingin membuat wanita itu merasa malu.
"Besok aku akan datang terlambat, karena ada urusan penting. Kalian bisa menghubungiku jika ada masalah" Leander berkata pada temannya kemudian pergi.
"Dia benar-benar menyeramkan" gumam wanita yang dengan berani menyentuh Leander.
__ADS_1
"Dan kau dengan berani melakukan itu, kau pikir aku tidak tahu kalau kau sejak tadi memperhatikannya?" ucap pria yang merupakan kekasihnya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu," balas wanita itu ketus.
"Mulai besok kau tidak perlu datang kesini, kau sudah membuatnya tak nyaman. Dan itu akan membuatnya mengganti diriku dengan orang lain." sahut kekasihnya lagi.
Leander membuka pintu apartemnnya dan melihat Summer tertidur di sofa dengan tv yang menyala. Leander meletakkan tasnya secara perlahan dan berjongkok di depan Summer. Rambut wanita itu menutupi sebagian wajahnya.
Leander akan mengangkat tubuh Summer ke dalam kamar, tetapi wanita itu membuka matanya karena terkejut. Summer merasa lega ketika mengetahui pria yang akan menggendongnya adalah Leander.
"Kau membuatku takut, Lean" ucap Summer menyentuh lengan pria itu.
"Maafkan aku membuatmu terbangun, Aku ingin memindahkanmu ke kamar. Kenapa kau tidur disini?" tanya Leander menyentuh pipi Summer yang lembut.
"Aku menunggumu pulang dan sepertinya tertidur. Apa kau baru pulang?" Summer melirik jam dinding.
"Hmm... Maaf meninggalkanmu sangat lama" gumam Leander meletakkan kepalanya dipangkuan Summer.
"Kau pasti sangat lelah, aku akan memanaskan makan malammu" ucap Summer memijat pundak Leander.
"Sepertinya aku hanya menyukai sentuhanmu" gumam Leander ketika merasakan jemari Summer dibelakang lehernya.
"Apa ada yang menyentuhmu selain aku?" tanya Summer penasaran.
"Hmm... Dia menyentuh lenganku dan aku tidak suka. Aku memarahinya didepan kekasihnya, menurutmu yang aku lakukan itu salah?" ucap Leander menatap Summer.
"Jika yang menyentuhmu seorang wanita, aku bukan hanya akan memarahinya tapi juga mematahkan tangannya" jawab Summer dengan mata melotot marah.
"Aku suka dirimu yang ini, kau selalu menunjukkan bahwa aku hanyalah milikmu seorang" ucap Leander tersenyum kemudian mengangkat kepalanya dan menatap wajah Summer.
"Dan kita akan makan malam terlebih dahulu atau bercinta dulu?" tanya Summer yang sudah melihat kilatan dimata Leander.
"Tentu saja yang kedua" jawab Leander kemudian mengangkat tubuh Summer dan membawanya ke dalam kamar.
__ADS_1