Beautiful Summer Love

Beautiful Summer Love
Menjaga Jarak


__ADS_3

Seminggu Kemudian.....


Summer keluar dari kamar di penthouse milik Leander dengan mengenakan pakaian tidurnya. Ia dan Leander masih belum tidur bersama karena kondisi Summer yang belum pulih sepenuhnya.


Leander menyibukkan dirinya di ruang kerjanya, hingga jarang mengobrol dengan Summer. Sejak menikah hubungan mereka menjadi sangat canggung dan seperti ada jarak diantara mereka.


Summer menatap pintu ruang kerja Leander dan memutuskan membuatkan minuman untuk pria itu, tapi kemudian mengurungkan niatnya.


Sebelum menikah Summer dengan bebas bisa mendekati Leander dan juga tidak canggung untuk menyentuh pria itu. Dan saat ini ia bahkan takut untuk memulai obrolan dengan Leander.


Summer akhirnya kembali ke kamarnya dan tidur. Ia tahu Leander menikahinya bukan karena pria itu mencintainya. Leander hanya ingin melindunginya dengan menjadikan Summer istrinya.


Summer memandang cincin pernikahannya dan bersedih. Ia berpikir menikah akan membuat dirinya bahagia, tapi menikah dengan orang yang tidak mencintai kita sangatlah buruk.


Leander masuk ke kamar dan melihat Summer tertidur tanpa memakai selimut. Pakaian tidur Summer terbuka hingga memperlihatkan paha mulusnya. Leander menarik nafas dan memakaikan selimut ke tubuh Summer, kemudian ia berbaring disamping wanita itu.


_____________________________


"Baiklah, cukup untuk hari ini" Leander menutup buku yang sedang Summer baca dan memasukkannya ke dalam tas wanita itu.


''Aku belum selesai.'' Ucap Summer ketika Leander membawa tasnya dan menarik tangan Summer keluar dari perpustakaan.


"Kita akan ke kantin, kau harus makan.'' kata Leander.


Mereka berdua berjalan keluar dari perpustakaan menuju kantin. Setelah menikah dengan Leander, ia menjadi pusat perhatian dimanapun dan orang-orang mulai bersikap ramah dan mendekatinya.


"Bagaimana ujianmu? '' tanya Summer ketika mereka memasuki kantin yang terlihat ramai.


"Cukup sulit tapi aku bisa menjawabnya'' Leander memberitahu Summer kemudian mencarikan tempat duduk untuk wanita itu.


Leander masih menjadi pria yang sangat perhatian padanya, pria itu bahkan selalu mengingatkan Summer untuk tidak belajar terlalu berat dan mengingatkan Summer untuk minum obatnya.


"Tunggulah disini, aku akan mengambilkan makan siangmu" sahut Leander kemudian mengantri untuk mendapatkan makanan mereka.


"Kau benar-benar mencemaskan dirinya?" tanya Landon yang berdiri dibelakang Leander.


''Mengapa kau berpikir begitu?" sahut Leander menatap wajah saudara kembarnya.


"Kau selalu melihat ke arahnya seolah takut jika terjadi sesuatu pada istrimu'' Landon berkata kemudian melambaikan tangannya pada Summer yang sedang melihat ke arah mereka.

__ADS_1


"Kau berlebihan'' jawab Leander kemudian mengambil buah kesukaan Summer.


"Tenanglah, Daddy sudah membereskan masalah ayahnya dan Summer tidak akan dijadika saksi atau apapun itu" ucap Landon pelan menepuk pundak Leander.


"Apa kursi ini kosong?'' tanya seorang pria yang berdiri dihadapan Summer.


"Ya.'' Summer menjawab karena melihat disekitarnya tampak penuh.


"Terima Kasih'' balas pria itu dan memandang wajah Summer yang cantik.


"Kau mengambil jurusan apa" tanya pria itu lagi ketika melihat Summer mengabaikannya.


"Aku mengambil kedokteran'' jawab Summer ramah.


Dari kejauhan Leander melihat Summer di dekati seorang pria, ia kemudian meyerobot antrian yang tidak pernah Leander lakukan sebelumnya. Landon yang melihat tingkah Leander tertawa dan mengerti mengapa pria itu melakukannya.


"Apa kau memiliki kekasih?" tanya pria itu lagi membuat Summer terkejut dan mengangkat tangannya.


"Aku sudah-


"Aku suaminya dan itu tempat dudukku. Bisakah kau mencari tempat lain?" potong Leander membuat pria itu terkejut dan melihat cincin di jari Summer.


"Apa kau suka didekati pria itu?" tanya Leander.


"Dia mahasiswa pindahan dan tidak tahu jika aku adalah istri dari mahasiswa terbaik dikampus ini" jawab Summer kemudian menikmati makan siangnya.


"Aku bahkan belum pergi untuk melanjutkan kuliahku, tapi kau sudah didekati pria'' ujar Leander dengan wajah tak suka.


"Tenanglah, hanya kau pria yang aku cintai. Seharusnya aku yang merasa takut ketika kau berada jauh disana dan di dekati wanita- wanita cantik dan cerdas" sahut Summer dengan cemberut.


"Kau bisa mengunjungiku kapanpun kau mau" ucap Leander menyuapkan sayur yang tidak disentuh oleh Summer dan memaksanya makan.


"Kapan kau berangkat?" tanya Summer dengan mulut penuh sayur yang dibencinya.


"3 hari lagi dan kau akan bersama mommy di mansion" jawab Leander yang masih terus menyuapkan sayur dimulut Summer.


"Kenapa begitu banyak sayur yang kau ambil?" tanya Summer menatap Leander dengan kesal.


"Kau akan menjadi seorang dokter dan kau tidak tahu fungsi dari sayur untuk kesehatanmu?" sahut Leander membuat wajah Summer bertambah kesal.

__ADS_1


"Jangan terlalu lama membaca buku yang tebal itu, kau selalu lupa waktu jika berada di perpustakaan" Leander mengingatkan Summer.


"Aku ingin lulus dengan cepat dan menyusulmu" jawab Summer membuat Leander menatap wajahnya.


"Kau bisa belajar bersama mommy daripada harus membaca buku yang tebal itu" gumam Leander kemudian membersihkan sisa makanan dibibir Summer.


"Apa kau akan tinggal di asrama?" tanya Summer ketika Leander menyuapkan buah ke mulutnya.


"Tidak, aku akan tinggal di apartemen yang dekat dengan kampus agar jika kau bisa datang kapanpun kau mau. Aku akan memberikanmu kunci cadangan." jawab Leander.


"Kau tidak boleh membawa wanita manapun ke apartemen." Ujar Summer membuat Leander tersedak.


"Wanita yang sering masuk ke kamar pribadiku sejak dulu hanya kau" sahut Leander.


"Apa kalian berdua sengaja untuk pamer kemesraan disini?" sahut Landon menghampiri meja mereka.


"Dia benar-benar memberitahukan ke semua orang bahwa aku adalah istrinya" ucap Summer.


"Kau harus menjaganya dari pria-pria yang mendekati Summer seperti tadi" ucap Leander pada saudaranya.


"Kalian suami istri, kenapa membuat orang lain repot? ajak saja dia ikut bersamamu" balas Landon.


"Itu tidak mungkin, Summer harus menyelesaikan ujiannya terlebih dahulu agar tidak ketinggalan" ucap Leander menatap wajah Summer yang terlihat kecewa.


"Dia tidak mengizinkan aku untuk pindah" gumam Summer.


"Kau akan sulit beradaptasi dengan suasana baru dan hanya tinggal beberapa bulan lagi, jadi tidak perlu pindah" balas Leander kemudian beranjak berdiri dan membawa Summer pulang.


Mereka kembali ke penthouse setelah makan malam dimansion orang tua Leander. Summer masuk ke dalam kamar dan membuka bajunya didepan Leander.


Meski sering melihat hal itu, Leander berusaha menahan diri karena masih belum berani menyentuh Summer. Wanita itu sering menggodanya dengan sengaja.


"Aku akan ke ruang kerja" sahut Leander kemudian keluar dari kamar ketika Summer akan membuka pakaian dalamnya.


"Huftt.. Dia benar-benar kuat menahannya. Apa yang harus aku lakukan" gumam Summer tampak berpikir.


Summer masuk ke dalam ruang kerja Leander membawakan pria itu kopi dengan memakai lingerie berwarna merah dan sangat seksi. Summer meletakkan kopi dimeja Leander dan menatap pria itu.


"Sepertinya kau sangat sibuk, kalau begitu aku tidur duluan. Selamat malam Leander" gumam Summer dengan suara yang dibuat seksi.

__ADS_1


"Sial." sahut Leander ketika pertahanannya runtuh dan menggendong Summer ketika wanita itu membuka pintu ruang kerjanya dan membawa Summer ke dalam kamar mereka.


__ADS_2