Bencana Cintaku

Bencana Cintaku
episode 11


__ADS_3

''kadangkala kita juga dituntut untuk berbuat seperti itu gas.apakah kau tidak tergiur melihat kecantikan yang terpancar itu ....?


''ya ....''jawab bagas dengan dingin.


Hendra terbahak bahak.ia bahkan tak dapat untuk menahan geli nya kalau berhadapan dengan seorang laki-laki yang sedikit suka plin plan seperti keadaan bagas pada saat ini.


bagaimana penilaianmu terhadap dirinya?tanya bagas


gadis yang menyenangkan bukan.


selain itu?


''seorang gadis yang perlu pemikiran lebih lanjut?!''


apa maksud dari kata kata mu itu??


aku percaya kalau dua gadis itu bukanlah gadis sembarangan,aku menilik dari cara berbicara dan dari mereka untuk menarik kita dengan caranya sendiri.aku merasa mereka adalah gadis yang pandai untuk hal itu, mungkin juga mereka merupakan ahlinya.


Hendra tertawa mendengar perkataan dari bagas,hingga gigi giginya yang putih bersih itu terlihat berkilau seperti mutiara terkena sinar matahari.


apa kau tau bahwa dia itu dari jurusan sastra dan seni?


ya aku tau bahwasanya dia dari fakultas sastra kan lo juga dosennya kata bagas sambil memicingkan mata.


nah itu tau,aku yakin dia itu pandai berbicara sesuai dengan jurusan yang dia ambil sastra,kita kalah jauh dibelakang dengan olah katanya.


''bukan begitu maksud aku hen...''


''lalu?''


pakaian dan cara dia memoles wajah itu....


''ah,lo kuno gas,lo ketinggalan jaman.lo itu mungkin terlalu lama hidup di desa kali ya,yang tak tau keadaan jaman!''


atau lo itu kebanyakan mikir kerjaan yang menumpuk karna aku??kata hendra sambil bernada sinis dan dingin.


ya gak lah dra,lelaki yang dikatakan kuno itu hanya nyengir seperti kuda.ia tak dapat mengelak setiap hendra mengatakan sesuatu padanya.


oh ya ngomong ngomong soal kerjaan,loh kapan balik lagi ke kantor?


jangan hanya untuk mengejar nya lo tetap betah ngajar di kampus dan jadi dosen,dan membebankan tugas kantor ke aku dra walaupun aku asisten lo,tapi kan aku juga butuh yang namanya refreshing untuk menjernihkan pikiran ku dari tumpukan dokumen yang menggunung setiap harinya dra.


aku lom tau gas,aku masih mau dapat kan sekar terlebih dahulu,loh kok jadi bahas kerjaan sih loh kampret,yang kita bahas kan dua gadis itu.


sorry deh,gue khilaf,jadi menurut lo sendiri gimana dra?


''kalau penilaian aku ni ya,dia itu merupakan gadis yang memiliki pengalaman yang sangat luas dan luar biasa.dilihat dari cara berbicara,cara tersenyum,


berpakaian, dan sebagainya itu,aku dapat memastikan kalau gadis itu mempunyai cara hidup modern,tidak seperti dirimu gas...''


''hmmm,aku juga πŸ˜’,oke oke, sementara ini aku mengaku kalah dari dirimu,aku akan menuruti segala perintah dirimmu.aku akan mempercayai segala galanya yang kata katamu...!''


kuharap itu bukan sementara gas,ini berlaku untuk selama lamanya.kata hendra sambil mendekat dengan matanya yang membundar.


''baiklah.''


''haa,begitu baru cakep, Keren banget pun malahan.''puji hendra sambil tersenyum kemenangan.


sekali lagi bagas hanya sempat tersenyum.ia tak ada lagi hasrat untuk menolak segala tindakan sahabatnya itu, kelihatannya tidak ada lagi manfaatnya.


kau nanti bersama sekar ya,aku yang memegang setir, sementara aku akan bersama sikha dengan mobilku, bagaimana??


''oke oke...''


''nah begitu dong.....''


wajah bagas terlihat agak murung.sementara ia yakin kalau ajakan dua gadis itu akan membuah kan hasil yang nyata di hati hendra.tapi bagi bagas,hal itu masih dipirkannya secara masak masak.bukan kah dihatinya masih ada kekasihnya rina.


''kalaupun aku berhasil menangkap gadis itu,aku akan gembira sekali.''kata hendra sambil menerawang jauh.


(dra jangan kebanyakan menerawang lu dra,ntar lu jadi gila 🀣🀣😝)

__ADS_1


(sialan lu ya thor nyumpahi gue gila lu ya πŸ˜’πŸ™„)


(habis lu dra kebanyak angan sih)


(dasar author gak ada akhlak,mau ngajak gelut gimana lu thor??πŸ™„)


kita lanjut cerita ya...


sedangkan bagas masih diam membisu.matanya masih tertuju pada keangkuhan bangunan gedung gedung pencakar langit yang bertingkat tinggi itu.pilar pilar penyangga yang kokoh itu seakan mencerminkan kekuatan yang sangat luar biasa.


''dia datang gas....''desis hendra yang mengetahui kalau dua gadis itu sedah menampakkan batang hidungnya dengan telah menyelesaikan segala urusannya dan bejalan mendekati kedua lelaki itu.


bagas yang berpaling dan melihat kalau dua gadis itu telah datang dan hanya menggeser letak duduknya saja.


''bagaimana ...? apakah bisa berangkat sekarang?''tanya sikha dengan nada selemah lembut mungkin.


''ya...''jawab hendra dengan singkat dan padat serta pelan.


''bagaimana ini, sementara kita berempat hanya ada dua mobil...?''tanya sekar.


''kau bersama sahabat ku.dan aku bersama dengan sikha,pakai mobil yang ini ....''kata hendra sambil menepuk nepuk dashboard mobilnya.


''baiklah...''kata sekar sambil melangkah dan membuka pintu mobilnya yang berwarna merah darah yaitu brio.dengan langkah ringan,bagas juga mendekati dan membuka mobil itu.laki laki itu duduk dibelakang setir mobil.


''kau ikuti aku ...'kata hendra pada bagas yang baru menghidupkan mesin mobil itu.


''baiklah..''jawab bagas sambil mengikuti mobil hendra yang berjalan pelan keluar dari area parkir.dalam pikirannya kembali dijejali pada permasalahan yang sungguh pelik.matanya ia coba untuk melirik kekiri.ekor matanya beradu pandang dengan sudut mata sekar yang begitu bersinar seperti bulan.ada perasaan bergetar yabg yang halus menjalar di telaga hati bagas yang dalam.bagaimana pun juga ia mengagumi kecantikan alami yang nyaris sempurna itu.pikiran bagas pun benar benar berkelana dengan penampilan sekar yang sangat cantik alami itu dengan pakaian yang sangat cocok ditubuh sekar.sementara sekar yang duduk disamping bagas masih betah berdiam diri.ia lebih banyak melempar perhatiannya pada mobil hendra yang berjalan mulus di depannya itu.


sedangkan udara sore makin beranjak cepat.mentari bersinar lemah diujung sebelah barat.bagas dengan santai menjalankan mobil brio itu sambil mengikuti mobil satria yang melaju sambil membawa seorang gadis jelita,bagas pun menyalakan musik didalam mobil itu dengan lagu menua bersama yang di nyanyikan oleh tri suaka dan nabila.


menua bersama


hanya kamu di hatiku, yang mampu mengertiku


menjadikan diriku lebih baik


aku menyayangi kamu


kamu selalu setia menemani diriku


dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan


kuberdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu


lagu yang mengalun indah itu membuat bagas dan sekar sibuk dengan pemikiran masing masing.


kembali dua mobil itu berjalan sangat santai.hendra dengan tenang menjalankan laju mobilnya kearah selatan.sementara itu sikha yang duduk di sebelah hendra hanya diam saja sambil menikmati wajah hendra yang kelihatan sangat jantan.


''kok diam?''tanya hendra dengan tenang.


''jadi aku harus bagaimana...?''


''cerita dong?''


''cerita apa?''


''apa saja, asalkan byang menyenangkan...''


''kehidupan jarang sekali diliputi dengan perasaan senang.''


''ah,masa iya?''


''benar....''


hendra hanya tersenyum sewaktu mendengar pengakuan dari sikha.hendra pun tidaj menaruh rasa percaya dari perkataan sikha,malah sebaliknya.apalagi kalau melihat penampilan dan raut wajah sikha yang kelihatan berseri dan kelihatan tak ada memiliki masalah atau pun bermasalah.


''kadang manusia sering terlena dengan penampilan seseorang.dan perlu diyakini kalau seseorang itu jarang sekali ingin mengetahui isi hati dan dalamnya seseorang.dan perlu di sadari kalau tidak selamanya antara isi hati dan dalamnya seiring, maksudnya.kadang seseorang berpenampilan menarik,tapi belum tentu dalamnya juga menarik,terkadang juga kita hanya melihat seseorang itu tersenyum dan tertawa tapi tidak dengan pikiran dan bebannya yang mengandung banyak masalah demi menutupi nya maka seseorang itu harus tersenyum dan tertawa walaupun kita tahu dari sorot matanya aja menyimpan banya arti kehidupan yang dipikulnya...''kata sikha


''tapi kuharap hal itu tidak termasuk dirimu.''

__ADS_1


''aku juga bisa termasuk seperti yang baru aku ceritakan itu.toh aku juga hanya sebagai manusia.


''sudah sudah,aku tidak ingin beradu argumentasi dan debat tentang kejiwaan seseorang.sekarangvyang paling penting kita bisa pergi bersama.''


''pergi bersama tanpa tahu siapa seseorang itu?''


''ya''


''dan kau tidak menyesal kalau seseorang itu berbuat yang tidak baik terhadapmu? apalagi sampai membuat rugi?''


''tidak itu yang kumaksud.''


''lalu?''


''yang jelas aku terlalu percaya padamu.aku menaruh kepercayaan itu semata untuk dirimu.dan aku yakin kalau kau tidak akan berbuat yang tidak-tidak terhadapku.apalagi sampai membuat aku rugi.''


''jangan berbuat ceroboh....sekarang jaman sudah edan dan berubah drastis.banyan sekali orang yang mencari kesempatan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri....''


''tapi aku yakin kalau aku tidak akan keliru untuk menilai dirimu.''


''dan kalau ternyata keliru...?''


hendra berhenti sejenak.ia goyangkan setir kekiri dan melaju mengambil jalur lambat.ia berharap akan lebih leluasa untuk berbincang bincang dengan sikha yang kelihatan mulai sangat menarik.''


sudah kukatakan kalau gerak hatiku berkata kalau aku mempercayaimu.


''seratus persen??''


''ya begitu lah..''


sikha tertawa lepas,gigi gigi yang lutih memancarkab sinar kemilauan bak mutiara yang terkena pantulan sinar matahari.


''kenapa kau menertawakan diriku?''


''kau lucu sih...''


''apanya yang lucu?''


''masak jaman sekarang masih ada seorang laki laki yang gampang percaya pada orang lain seperti dirimu.''


hendra semakin bingung dengan kata kata yang dikeluarkan oleh sikha.sedangkan sikha sendiri makin yakin kalau hendra adalah seorang laki laki yang memang menyenangkan untuk dikenang.


''apa yang kau maksudkan sebenarnya?''


''kukira belum waktunya aku memberi jawaban padamu...kata sikha sambil berpaling kearah hendra.''


sedangkan hendra masih diam dan bengong dengan kata kata sikha yang makin lama makin misterius aja.


oke,aku memang tidak terlalu menuntutmu untuk menceritakan hal itu.yang paling penting kita bisa bersama sama dan berdua.itu saja sudah cukup,kata hendra sambil menghentikan mobilnya dia area parkir yang diikuti oleh mobil yang dikendarai bagas dan sekar.


tanpa banya kata kata mereka berempat turun dari mobil itu dan tanpa sadar mereka telah berpasang pasangan dan meninggalkan area parkir.


visual sikha ya yang lagi merenungin nasib kehidupan nya.



ini visual hendra



ini visual hendra dan bagas ya



ini visul sikha dan hendra ya



ini visual sikha dan sekar ya,visual hanya bayangan author aja loh πŸ˜‰


__ADS_1


mon maaf ya para pembaca saya update nya lama,karna saya masih harus kerja di dunia nyata juga,jadi mohon maklum ya,


mohon bantu vote like dan komen ya biar author semangat terus loh ☺️


__ADS_2