Bencana Cintaku

Bencana Cintaku
episode 3


__ADS_3

Malam ini begitu sangat indah.kerlap kerlip bintang yang bercahaya bertaburan diatas langit malam sungguh mempesona malam ini.sementara itu deru dan kilatan dari cahaya lampu mobil seakan menyatu dengan indahnya malam kota metropolitan itu.disisi lain banyak pejalan kaki hilir mudik mendekati para pedagang kaki lima yang berjajar berjualan di pinggiran trotoar.rata rata dari mereka ada yang berekonomi menengah kebawah.


mobil hendra melaju dengan kecepatan sedang malam itu. sesekali mata hendra bertemu pandang dengan para wanita penjajah cinta yang kadangkala suka mangkal di perempatan jalan yang menghubungkan dengan kawasan tu,gu Monas itu.hati hendra tiba tiba berdesir keras.kala hendra mengingat kembali pengalamanya dua tahun silam,dimana hendra melepaskan keperjakaan nya dengan wanita-wanita penjajah cinta semu yang biasa mangkal dikawasan itu.walaupun dalam hatu hendra sadar bahwa tempat itu merupakan tempat liar yang kumuh.tapi hendra tidak melihat dari segi itu,hendra hanya melihat dari segi kebutuhan yang mendesak kala itu.karna para wanita disana menolak dengan terang terangan sewaktu hendra mengajaknya hanya untuk berkencan saja tapi para wanitanya malah ingin bercinta di sebuah hotel dekat kawasan ancol tersebut.pelarian ya tinggal pelarian saja.hendra merasa ngeri kala mengingat peristiwa mengerikan itu.hendra ngeri kalau mendengar disitu tempat kumuh dan kadang kadang rawan yang namanya penyakit kelamin.persetan dengan peristiwa yang sudah hendra kubur dalam-dalam pikirnya.


bagaimana acara kita dra tanya bagas....."


sebentar gas,....kata hendra,mata hendra menangkap sesuatu yang membuat hatinya tersentak.hampir hendra tak percaya apa yang dilihat dan di pandang nya dengan mata.


kok melotot kata bagas,awas mata lo loncat keluar dra......


lo lihat gas,dua gadis yang berada di dalam mobil itu.???


mata bagas pun menuruti kemana arah mata hendra.mata bagas menerobos kaca pintu mobil samping nya itu.hampir tak percaya, padahal kemarin siang bagas baru saja bertemu dengan dua gadis itu yang sangat polos,tapi sekarang malah berbeda dengan yang bagas lihat malam ini,karna dua gadis itu berdandan dengan menornya,benarkah gadis itu gadis yang dikatakan hendra,tanya bagas dalam hatinya.


apakah lo yakin dua gadis itu yang lo maksud yang kita sangka,tanya hendra keheranan sendiri.


kelihatannya tidak salah dan benar dra kata bagas.


tapi mengapa ya mereka berada di tempat seperti ini ya gas...


entahlah,mungkin mereka menunggu seseorang orang kali dra,desis bagas lirih.


hendra menarik nafas nya berulangkali,hendra ingin mendekati gadis itu,takut takut dugaannya salah.tapi hati kecil satria berkata bahwa gadis itu adala dua gadis kampus tempat hendra mengajar.


bagaimana kalau kita kesana dra kata bagas...


bagaimana kalau dugaan kita keliru gas??"tanya hendra dengan ragu.


itu berarti resiko yang harus kita tanggung dra."


baiklah..."kata hendra sambil menjalankan mobilnya mendekati mobil sedan warna merah hati itu.sejenak hendra dan bagas terdiam membisu.dua lelaki itu saling pandang.setelah saling pandang hendra dan bagas melangkah dengan mantap nya ke arah dua gadis cantik itu.


hendra tersenyum lebar.sikha dan sekar yang pernah melihat dua lelaki itu pun ikut tersenyum juga.hendra melihat gadis itu membelalakkan matanya hingga hampir membundar tapi itu hanya berlangsung sekejap saja.


hai .."sapa hendra berbarengan dengan bagas kepada sikha dan sekar.


hai juga,ada yang dapat kami bantu pak???


tanya sikha dan sekar berbarengan.

__ADS_1


tidak ada,jawab hendra memberanikan diri, jangan panggil bapak dong kalau bukan di halaman kampus.


tentu tidak dong pak,habis aku juga bosan kalau harus berduaan terus dengan sahabatku ini sambil melirik kearah sekar..."jawab sikha


tuh kan, panggil pak lagi kata hendra...


lah trus kita harus panggil apa dong jawab sikha dan sekar kompak.


hendra tertawa garing....


apa gak sebaiknya kita saling berkenalan daripada saling berhai ria disini tanpa saling mengenal nama masing-masing desah hendra lembut....


terbersit ada pikiran lain dari pandangan yang beradu dengan gadis itu...


tapi memang kelihatan nya aneh sih pikirannya.gadis itu seakan menyajikan hal yang lain kalau dilihat dari sikapnya.sementara dilihat dari polesan wajahnya nampak berbeda sekali dari biasa di kampus, seperti nampak "wah" gitu.siapa sebenarnya dua gadis di depannya ini pikir hendra???


bagaimana bisa sulapnya menjadi berubah sembilan puluh derajat?tanya hendra dalam hati.


sikha pun tersenyum lebar,sikha mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan hendra.


sikha dan ini sekar sahabatku.


bagas pun menjabat tangan lembut sikha.memang hangat dan menyenangkan pikir bagas,bagas berkesimpulan bahwa sekar merupakan gadis yang perlu dapat perhatian ekstra.kemudian bagas menjabat tangan gadis yang berada disamping sikha.


sekar kata gadis itu.


apa mekar gurau bagas...


hendra dan sikha pun sontak mendengar gurauan dari bagas itu.


emang aku bunga apa mekar desis sekar gadis berambut panjang itu dengan santunnya...


terserah kata sekar sambil mengerucutkan bibir mungilnya itu.


sekar menatap sikha yang sedikit lincah itu.sementara sikha hanya tertawa kecil saja.sikha dan sekar menatap hendra dan bagas.hati sikha bergetar hebat kala melihat bulu bulu indah yang menempel di dada bidang kedua laki laki jantan itu.sikha sendiri tak dapat membedakan mana yang lebih tampan dari hendra dan bagas.memang sejak sikha melihat laki laki yang bernama hendra itu,rasanya sikha sangat begitu dekat dengan hendra.meskipun hasrat hati sikha masih begitu sungkan untuk mengenal secara dekat.


mengapa kalian berdua ada di tempat ini tanya hendra memberanikan dirinya.sebetulnya pertanyaan itu tidak perlu keluar dari mulut hendra.hendra yakin dengan pertanyaan dari mulutnya itu akan sedikit banyaknya mengusik ketenangan kedua gadis itu.


ah,tidak apa apa.aku hanya kebetulan berada di tempat ini kata sikha.hitung hitung sambil menyelami kehidupan malam di kota metropolitan ini,elak sikha.

__ADS_1


setelah ini kalian mau kemana kata bagas menimpali.


ya pulang lah.....?kata sikha


bolehkah aku tahu alamat rumah kalian....?


kukira itu kurang begitu perlu,bukankah kita bisa saling bertemu di kampus.setiap hari pun kita ketemu dikampus saat kita kehendaki....


begitu mahalkah harga sebuah alamat rumah... desis hendra


mahal dong, siapa tahu...."kata sikha.


siapa tahu kami berdua berbuat jelek begitu...??kata bagas


tidak dong,maksud kami adalah siapa tahu kalian berdua akan menghina kami setelah melihat rumah yang kami tinggali sebenarnya pantas dibilang gubuk.desis sekar menimpali.


itu tidak jadi masalah buat kami berdua.manusia tidak bisa di ukur dari segi materi maupun megahnya rumah mereka.rumah bagus tapi penghuninya tidak mencerminkan etika yang baik kepada setiap tamunya yang datang berkunjung,berarti sama juga dengan boong.tapi rumah sederhana bila penghuninya menarik,itu banyak sekali yang dicari orang orang kata hendra dengan sedikit memberikan petuah.


sikha hanya bisa tersenyum mendengar kata kata hendra.sementara ekor mata sikha kembali membentur sosok tubuh yang kelihatan kokoh dengan dada yang bidang nan jantan itu.kembali dada sikha berdesir kuat.


bagaimanapun sikha harus akui bahwa lelaki yang bernama hendra itu berbeda dan sangat menarik dari lelaki yang pernah sikha kenal.


bagaimana kalau kita minum minum dulu..." ajak hendra sambil memandangi dua gadis yang berada di depannya secara bergantian.


sebuah ide yang bagus,tapi aku sebentar lagi harus pulang,mungkin aku hanya punya waktu beberapa menit saja....kata sikha.


tapi tak keberatan bukan kata hendra lagi.


baiklah,tapi sepanjang tidak membuat aku rugi tidak masalah desis sikha....


rugi???tanya hendra


ya kata sikha....


mengapa rugi kata bagas menimpali.


kalau kalian memaksa ku untuk menemani kalian minum sampai puas dan larut malam kata sikha.


oke oke,aku tahu perasaanmu.percayalah kalau kita hanya minum sebentar saja.aku juga tidak ingin kalian berdua berasa ngantuk besok saat di kampus, seperti yang kalian risaukan bukan kata hendra.

__ADS_1


__ADS_2