Bencana Cintaku

Bencana Cintaku
episode 12


__ADS_3

kini mereka berempat telah sampai di pantai fantasi dan menikmati indahnya debur ombak malam serta semilirnya angin pantai menusuk hingga rongga dada dan tulang.(pantai hanya karangan author aja ya).


sementara itu rambut sikha berterbangan mengenai wajahnya yang menambahkan kecantikan alami sikha akibat di permainkan angin malam di pantai itu.mereka saling berjalan beriringan saling melangkah dalam kebersamaan malam ini.sementara sekar dan bagas sengaja berjauhan dan menjaga jarak dari sikha dan hendra.kelihatannya mereka tak ingin terganggu oleh sekar dan bagas.


''lima kali kita telah bertemu bukan?dan kau kelihatannya tak ada keberanian dan niat untuk mengenal diriku.sementara aku jujur saja,aku ingin mengenal dirimu.hanya saja kata sikha dalam keheningan malam di pinggir pantai itu.


''namamu yang panjang nya apa?''tanya hendra.


''kalau kau?''


...''ah,kau selalu menuntut lebih dulu dan malah balik bertanya.oke, namaku Suhendra.entah apa arti dari namaku,yang jelas kedua orang tuaku yang memberi namaku dengan cinta kepada anaknya yang tampan ini....


''namamu yang melambangkan pesona dan kejantanan.''


''maksudmu?''


'dari nama itu tak terlihat kecengegan.''


''kau kelihatannya memang ada benarnya juga.mungkin kedua orang tuaku berharap seperti yang kau kataka itu.aku mungkin malah tidak mengetahui arti dari namaku sendiri...'kata hendra terus melangkah disamping sikha.


''sungguh sangat menyenangkan bisa mengenalmu...''


''mudah mudahan ....''kata hendra sambil tersenyum.


''kau punya saudara?''


''akan kuceriritakan kalau kau menyebutkan namamu yang sebenarnya...''


"Sikha Clarissa Jas..."


''mungkin nama ayahmu tertera disitu?''


''mungkin saja beliau berharap kalau diriku agar selalu teringat dengan orang yang pernah berbuat baik.seperti ayahku....nah, sekarang kau ceritakan padaku ...''


''aku tak punya saudara.''


''orang tu?''


''orang tua ku masih lengkap,hanya saja mereka jarang berada di rumah.''


''bisnis?''


''begitulah....''


''tentunya kau anak orang kaya yang tajir melintir dong?''


''begitulah,tapi ku akui kalau uang tidak menjamin kebahagiaan.seperti halnya diriku.memang ku akui,kalau uang hampir tak pernah telat menghampiri setiap orang,tapu aku tidak pernah merasakan apa yang di namakan kebahagiaan,karna hubunganku dengan kedua orang tuaku nyaris hilang....mereka lebih memenuhi uabg dari pada mengurus anak mereka,bahkab mereka membeban kan aku dengan urusan perusahaan dan dokumen yang menumpuk karna aku harus jadi CEO diperusahaan orang tua ku.''


sikha menarik nafas dengan panjang.pengalamannya dengan laki laki ini kelihatanya hampir sama,hanya saja permasalahan nya berlainan.karena ayahnya tidaklah suka dengan bisnis,melainkan suka mengejar ngejar seorang wanita, kemudian mencampakkannya setelah beliau sudah bosan,hamoir tak pernah memikirkan kehidupan istri dan keluarganya.


''mengapa kau termenung?''


''ah.tidak,aku hanya ikut hanyut dalam mendengarkan cerita hidupmu yang haru itu.''elak sikha.

__ADS_1


meraka berdua terdiam sesaat.mereka pun duduk di bangku yang ada di pinggir pantai itu untuk mengistirahatkan kan kaki mereka yang lelah berjalan.


mereka sama-sama menikmati keindahan pantai yang dihiasi langit malam ciptaan TUHAN yang agung di malan itu.mereka sama sama merenungin nasib kehidupan mereka saat ini.


''oh ya,mengapa kau bisa sampai dikota ini...?''tanya hendra.


''aku kabur dari rumahku.''getar suara itu.sepertinya suara yunita sengaja dibuat serak.tapi sebuah kenyataan,karena ia yakin kalau masalah pribadinya sangat perlu dimengerti oleh hendra.karena hanya hendralah yang memang patut untuk saling membagi penderitaan dan saling melengkapi.


''ada masalah?''


''ya, kadang aku tak sampai untuk menceritakan nya karna ini pribadi diriku.''


''apa terlalu rahasia....?''


''bahkan lebih dari itu...'kembali sikha menelan ludah getir.ia hampir saja tak mampu untuk berbicara pada laki laki yang berada disisinya saat ini.


''aku juga tak ingin menuntutmu untuk bercerita dengan ku, sepanjang cerita itu memang sebuah tabu,tapi bila kau ingin berbagi cerita aku siap mendengarkan nya....''


''tidak,aku ingin cerita ini didengar oleh kamu.''


''tidak,ini hanya gara gara ayahku.beliau kurang mengerti arti sebuah keluarga di hidup nya....''


''kok bisa begitu....?


''belia suka bermain cinta dengan wanita lain, sementara keluarganya di rumah di biarkan merana.dan ibuku kelihatannya sudah tak sanggup bertahan karna ulah ayahku, sampai sampai keluarga ku nyaris berantakan.padahal adik adikku masih banyak dan semua adikku masih membutuhkan biaya untuk membiayai kebutuhan sekolah dan ***** bengeknya....''kata sikha tersendat.kerongkongan terasa sangat kering bagai di gurun pasir.getar didadanya begitu keras.sementara hatinya seperti teriris jarum yang runcing.pedih dan sakit yang ia rasakan bagai merejam hingga keulu hati.


''sungguh penderitaan yang sangat berat telah dipikul oleh ibumu?''


''begitulah,aku sendiri sampai tak tega melihat penderitaan itu....''


(ih si hendra di kira rumah runtuh kali,yang ada hancur kali draπŸ€”)


(bising kali lah lu thor ku lakban juga tuh mulut pake linen tape nachi πŸ™„)


(dasar pemeran gak ada akhlak πŸ™„ ku ceburkan kelaut juga entar lu biar diem aja πŸ˜’)


lanjut cerita ya guys....


''bagaimana dengan ibumu sekarang?''


''beliau masih mencoba untuk mencari selembar belas kasihan dari ayahku yang hanya menggantungkan hidup dari uang pensiunan,itu pun tak seberapa yang diterima ibuku.untuk makan sebulan saja beliau harus banyak ngebon di warung....''


''lalu bagaimana kau bisa kuliah di kota metropolitan ini...?''tanya hendra tegas.


sikha pun menghela nafas berulang kali.terasa berat memang.tapi begitu mendengar dan mengerti kehidupan ku yang sebenarnya,mereka mundur secara teratur,tapi hal itu memang saya benarkan.aku memang paling takut kalau hubungan itu sempat berjalan jauh dan laki laki itu dengan tegas memutuskan hubungan itu.aku memang senang dengan kejujuran dan keterus terangan dari laki laki yang sengaja ingin berjumpa denganku....''kata sikha lirih.sebuah penderitaan yang benar benar berat ia rasakan.kekihatannys is hampir tak sanggup untuk menjalani kehidupan hitam itu.


sementara hendra masih diam membisu.


''mengapa kau terdiam?''tanya sikha.


''aku hampir tak percaya...''


''kau kecewa setelah mendengar ceritaku...?''

__ADS_1


''tidak,aku malah kagum setelah mendengar cerita itu kelihatannya kau seorang wanita yang sangat tegar dan kuat...''


''itu hanya sebagian dari ceritaku saja dra.aku takut untuk menceritakan yang lainnya.yang jelas aku adalah sebagai wanita yang sempat banyak meresahkan banyak para ibu ibu....''ada butiran bening dikelopak mata sikha yang indah itu dua butiran bening bagaikan mutiara yang indah.meleleh dan membasahi pipi yang padat itu.


''bagaimana dra, tentunya kau kecewa untuk mengenal diriku?''


laki laki itu mengeleng perlahan.


''tidak...''


''kau akan kecewa dra....''


''tidak,aku akan kecewa kalau kau tidak menerima ku...''


''ah, benarkah...?''


''ya,sejak aku melihatmu ada sesuatu yang tertanam dihatiku.dan sesuatu itu akan kubuktikan padamu...''


''apa sesuatu itu?''


''Aku mencintai mu?"


''dengan seorang wanita yang sudah tidak suci ini...?''


''aku tak mengganggap mu demikian,aku tidak terlalu mempermasalahkan masalah itu.cinta adalah buta.cinta memerlukan sebuah pengorbanan.cinta adalah suci.cinta adalah abadi dan cinta abadi itu ada padaku kha...'


aku sungguh mencintaimu kha aku tidak memikirkan hal buruk tetang dirimu.


''ah, benarkah?kau tidak takut kecewa...?''tanya sikha sambil mendekatkan tubuhnya hingga benar benar menempel pada tubuh kekar hendra.


''kau tak mempercayai diriku?''


''ah,mungkin akulah satu-satunya wanita yang paling bahagia saat ini mungkin akulah seorang wanita hina yang benar-benar menemukan seseorang yang paling baik....''kembali getar suara sikha keluar dari kerongkongan nya.suara itu terdengar lirih nyaris tidak terdengar,kalaupun tidak menempelkan telinganya,mungkin hendra tak mendengarkan apa yang keluar dari bibir sikha.


entah apa sebabnya dan angin apakah yang membuat hendra mendekap tubuh mungil sikha mereka saling pandang.mereka saling menyelami hati mereka lewat pandangan itu


''bolehkah aku menikmati rasa cintaku padamu...''kata hendra lirih


sikha tak dapat membendung perasaannya saat ini.ia tak kuass untuk menjawabnya.sikha menangis dalam pelukan hangat hendra.


**Bagai tumbuhan tanpa air


begitu pun diriku akan rapuh tanpa cintamu


kau adalah pelengkap jiwa ragaku yang merana


bagaikan pantai tak berpasir


begitu pun aku yang tak sanggup bila kau tak disisi ku


visual hendra ya guys**


__ADS_1


selamat membaca pembaca yang setia ☺️


__ADS_2