
''Aku hampir tak percaya,gas...''desah hendra setelah mengetahui kalau bagas sudah sampai rumah.sementara hendra telah berbaring di ranjang king size nya.memandang lurus pada langit-langit kamar nya itu.begitu samar.begitu beku,ia hampir tidak bisa membedakan antara mana yang kenyataan dan tidak.
''bagaimana kesanmu terhadap sikha?''
''sangat menarik...''
''maksudmu?''
''seseorang wanita yang cukup menarik untuk di cintai.lembut dan mengesankan.aku tak menyangka kalau dia sebetulnya adalah pelacur...''
''apa...?''
''bayangkan,dia sangat berani berterus terang padaku kalau dirinya adalah seorang pelacur.padahal aku yakin kalau pelacur-pelacur yang lainnya tak mungkin akan berterus-terang seperti itu.mungkin juga akan selalu merahasiakan setiap kekurangannya,tapi nyatanya,dia malah sebaliknya...''
''ah,mengapa sama? tampaknya memang sebuah kenyataan yang sangat membingungkan.kelihatannya kita dituntut untuk selalu waspada setiap berdekatan dengan dua wanita itu.''kata bagas cukup pelan.
sementara udara malam semakin dingin saja.lambat lambat angin yang dingin menembus keruang kamar itu.kain gorden tampak bergoyang menurut irama angin yang masuk menerpa gorden tersebut.kemudian dua lelaki itu terdiam membisu.bagas yang memeluk bantal guling terasa amat sepi yang mulai menggigit.sementara itu hendra hanya mampu menatap gelapnya langit langit kamarnya.terasa buram dan tidak menyenangkan.
''tampaknya memang begitu.kita dituntut untuk lebih berhati hati.aku yakin kalau di suatu saat nanti kita akan mendapatkan yang terbaik dari hubungan itu ...''
''sekar juga begitu.aku sendiri pun hampir tidak mempercayai apa yang dikatakannya.tapi kelihatan kata kata itu benar benar polos yang keluar dari hati sanubari nya lewat bibir mungilnya itu.anehnya,ia juga mengatakan kalau dirinya adalah seorang pelacur.dan pelacur itu hanya semata karna uang...'
''sikha juga begitu ...''kata hendra pelan.
''kau mempercayai nya?''
''aku tak percaya.tapi setelah itu dia menjelaskan dengan sejelas jelasnya aku baru percaya.selain itu, kelihatannya ia memang berkata apa adanya dan kelihatan tidak dibuat buat sama sekali...''kata hendra.
''lalu setelah mengetahui dan mempercayai, bagaimana menurut mu dra?''
''aku tetap pada prinsipku.''
''jadi kau menginginkan gadis itu menjadi milik mu?''
''ya, tepat sekali.''
''walaupu dia itu benar benar nyata seorang pelacur?''
''ya,karna aku tidak melihat dari sisi gelap nya itu.aku melihat dari sisi lain.dan aku lebih yakin dengan kesungguhan nya.sebetulnya siapa orang yang mau melakukan itu? menjual dirinya hanya demi selembar uang kertas?kukira orang-orang yang hanya kepepet seperti dia saja yang mau melakukan hai itu.dan yang lebih yakin lagi, kelihatannya dia mau merubah nasibnya...''
''apakah kau sangat yakin dengan hal itu?''
''dia sendiri yang mengutarakan nya, kalaupun ada pekerjaan ynag lain yang sanggup menopang kehidupannya,ia akan segera meninggalkan dunia hitam itu.''
''sekarang bagaimana tindakan mu?''
''aku akan menolong dirinya...''
''mencarikan pekerjaan, maksudmu?''
''ya,kau benar sekali.''
__ADS_1
''sebesar itu tindakan mu....''
''itu semata mata aku ingin melihat keberhasilan dirinya...''
''selain dari itu?''
''aku mencintai dirinya.''
''apakah sudah kau pikirkan dengan baik-baik?''
''ya,bahkan lebih dari itu...''
bagas terdiam.dia mencoba menyelami kata-kata dari sahabatnya itu.lewat pandangan matanya ia yakin kalau kata-kata hendra memang sangat beralasan.tapi bagi dirinya masih ada sedikit ganjalan setelah mengenal sekar.sejengkal keraguan membayangin setiap angannya.ia takut akan terjadi sesuatu setelah mengenal seorang pelacur, tapi dalam hati kecilnya juga merasa tertarik dengan segala penampilan dan wajah yang begitu sempurna pada pahatan wajah sekar.tapi setelah teringat dengan pengalaman yang memuakkan,ia harus berfikir panjang.ia takut kelak dikemudian hari luka lama akan Kambuh lagi.dan wanita itu kembali terjun ke dunianya.
''bagaimana denganmu gas...?''
''aku masih ragu dra.''
''apa yang kau ragukan.''
''entahlah,akupun sulit untuk mengatakannya...''
''apakah kau terlalu memikirkan kalau dia adalah seorang pelacur...?''
''itu termasuk salah satu dalam pikiran ku...''
''kau masih bimbang.''
hendra mencoba tertawa.ia pandangin wajah bagas dalam-dalam.laki-laki itu hanya tersenyum sambil memandangi wajah hendra.
''bagaimana kalau sekar juga ikut bekerja di Perusahaan papa...?''
''itu lebih baik.''
''dan bagaimana pendapat mu.''
''itu memang jalan yang terbaik guna membantu dirinya, sepanjang mereka benar-benar mau bekerja.aku juga yakin papamu tidak akan sembarangan dalam memilih karyawan.papamu tentunya tidak mau di buat rugi kalau mempunyai seorang karyawan yang belum mahir.apalagi seperti mereka yang kelihatannya sangat jauh dari jalur yang harus di tangani diperusahaan papamu,kau ingat kalau sikha dan sekar baru semester empat .itu pun dari fakultas sastra yang sangat jauh dari bidang yang dikelola oleh papamu.boleh juga dikatakan bertolak belakang...''
''tapi kemauan seseorang dapat untuk senjata dalam merubah segala-galanya.kau tentu sudah mendengar,apa ijazah papaku...?''tanya hendra yang ingin sahabatnya mengerti tentang pertanyaan itu.
bagas mengangguk berulang kali pertanda ia mengerti apa yang di maksud oleh sahabat nya itu.
''jadi sekar juga harus bekerja?''
''tidak harus, sepanjang dia sendiri mau, kalau pun tidak mau aku aku juga tidak akan memaksanya.''
aku tak dapat membayangkan, bagaimana bahagia nya mereka kalau benar-benar bekerja...''
hendra tersenyum melihat kesungguhan pada wajah bagas.ia tahu persis watak laki-laki itu.walau bagaimana pun juga bagas adalah tipe laki-laki murah hati dan suka menolong.
''gas...''
__ADS_1
''ya.''
''apakah kau percaya kalau mereka orang baik.''
''kadang begitu?''
''kau masih bingung?''
''bukan begitu.karena aku yakin dengan perbuatan-perbuatan secara tidak langsung mesti disadari,bahwa perbuatan tidak baik.tapi setelah melihat dari sisi lainnya,aku tak bisa memberi jawaban...''
''kalau aku memastikan kalau mereka sebetulnya seorang wanita yang baik.yang berani mengorbankan jiwa dan harga dirinya untuk kesejahteraan orang lain,untuk keluarganya semata....''
bagas terdiam.
''coba kau pikirkan, bagaimana penderitaan nya? bagaimana siksa batinnya.sikha sendiri pernah bercerita padaku.kalau tindakannya semata hanya untuk membiayai adik dan keluarganya yang ditinggal oleh bapak nya.... apakah ini tidak mencerminkan rasa tanggung jawab yang tinggi...?
bagas masih diam.ia merasakan betapa miskinnya penderitaan yang sedang dialami oleh sikha dan sekar.
namun ia akui kalau hal itu masih sebagian dari penderitaannya.ia yakin kalau masih banyak penderitaan lain yang masih terselip dari batin mereka.
''apakah kau masih kecewa gas?''
''ah, entahlah....''
''tetapi kau tak perlu kecewa.mereka memang pantas untuk di cintai.mereka lembut,mereka memang menginginkan itu.tampaknya memang benar-benar mau merubah cara hidupnya yang telah usang dan buram.sudahlah,kapan kita bertemu dengan mereka lagi...?''
''kukira lebih baik lewat telepon saja...''
''apakah kau tidak ingin menikmati wajahnya secara langsung...?''
bagas tersenyum malu.
''kau kan mengantarnya sampai kerumahnya,bukan?''
''ya,malah lebih dulu kamu tiba dirumahnya,jadi terpaksa aku harus naik bus umum untuk pulang...''
***
isi hati seorang pelacur
saya memang seorang pelacur,banyak yang telah tidur dengan saya,bahkan saya juga tidak tau telah berapa banyak yang telah mencicipi tubuh saya.mungkin ratusan dan lebih,bukan hati saya yang menginginkan saya jadi pelacur tapi keadaan lah yang membuat saya seperti ini.
saya juga manusia masih memiliki hati dan perasaan niat hati tidak menginginkan ini semua terjadi tapi apa daya kehidupan pahit yang membuat saya seperti seonggok sampah yang tak berguna, ditambah cacian dan hinaan dari masyarakat membuat benteng hati saya terkadang menjerit dan hancur.tapi saya tetap bertahan dalam kerasnya hidup.walau terkadang mereka tidak tau betapa rapunya saya,betapa sakitnya hati saya tapi saya coba tutupi dengan senyum indah yang tak pernah pudar dari bibir saya.walau pun mata ingin menangis,tetapi diri harus tegas agar saya tidak begitu menyedihkan.
***
maaf ya author nya baru update, soalnya author sibuk ngurus anak,apalagi rebutan hp sama anak,jadi di maklumi ya kalau author nya ilang timbul sepeti kuntilanak.
visual papanya hendra ya
__ADS_1
selamat membaca ya semuanya semoga suka 😊,maaf jika ada kata yang salah atau menyinggung pihak pihak tertentu🙏