
note:
Kadang kala kehidupan tak seperti yang kita bayangkan,kita menginginkan hidup yang tenang tapi takdir tidak mau mendengar kan kata-kata kita.jadi cukup ikuti permainan takdir yang menyapa kita.
lanjut ke cerita ya guys...
''maafkan aku gas.karena aku tergesa-gesa harus menjemput papaku...''
''papamu pulang?''
''ya,dan sudah kukatakan tentang penerimaan karyawan baru.''
''kau tidak sebutkan kalau titip dua wanita cantik itu...?''
''jangan gas.kita harus berusaha merahasiakan hubungan kita itu.hanya saja kita wajib berusaha, bagaimana cara nya agar mereka dapat diterima dan mendapat kan kedudukan yang lebih enak di kantor papa...''
''apakah kau yakin akan bisa?''
''ya,karena kau sendiri yang ditugasi oleh papa untuk menyeleksi para karyawan yang baru itu...''
''ah,benarkah yang kau katakan itu?''
''ya,apa kau kira aku sedang bergurau hah??aku akan mencarikan tempat yang sekiranya cocok untuk mereka.aku yakin kalau mereka akan senang dan menekuni apa yang akan di kerjakannya.dan papaku akan gembira kalau dirinya mempunyai seorang karyawan yang dapat dipercaya dan cantik lagi...''kata hendra sambil tertawa terbahak bahak.
''bagaimana tanggapan papamu tentang itu...?''
''biasa saja,karena papa tidak pernah tahu,siapa sebenarnya seseorang yang akan kubawa itu.
''okelah, semoga mereka dapat menerima keadaan ini.yang jelas bagaimana kita sekarang?''
''maksudmu?''
''apakah kita harus menghubungi mereka dengan telepon atau bertemu secara langsung?''
''sebentar, jangan gegabah seperti itu.bukankah baru tadi siang kita berpisah...?ejek hendra pada sahabatnya itu.
bagas tersenyum malu.ia menahan rasa malunya dengan membuang pandangannya dan berpaling melihat ke arah kaca yang ada di kamar itu.ia bercermin dengan sepuas-puasnya.
''dra,apakah kita mampu membawa mereka kearah itu?''
''mengapa tidak?kita belum mencoba nya, sepanjang mereka benar-benar berhasrat untuk lari dari dunianya yang gelap itu..."
"tapi aku juga ada sedikit rasa takut dra..."
"apa yang kau takutkan itu gas?"
"aku takut kalau-kalau mereka akan membuat rugi perusahaan papamu.tidak kah mereka bisa dikatakan awam dalam urusan perkantoran? bukankah mereka hanya seorang yang baru tamatan SMA saja karna mereka belum selesai kuliah.
''ya, tetapi pengalaman bukanlah salah satu menuju kesuksesan.yang terpenting disini adalah kemauan dan niat.ada pengalaman tetapi tidak ada kemauan sama aja dengan bohong!''
''jadi kau mantap untuk melakukan nya?"
''mengapa tidak?''
''oke oke kalau begitu yang kau katakan.''
''jadi kau juga sependapat dengan diriku?''
__ADS_1
''hm,aku ikut apa yang kau lakukan saja.''
''jangan begitu dong gas.perlihatkan tanggung jawab mu ...!"
''baiklah aku mantap.''
''nah begitu kan baru anak mama....''
mereka sama-sama tertawa panjang dan terbahak-bahak.mereka saling melepaskan rasa bahagianya.mereka sama-sama berbagi kesenangan di hati mereka....
''gas.''
''hm.''
''sekarang giliran kau...''
''apalagi?''
''kini kau harus hubungi sekar, tanyakan pada dirinya tentang masalah ini.aku yakin dia sebenarnya belum mengetahui masalah ini.karena antara aku dan sikha belum sempat membicarakan masalah ini dengannya.''
''aku harus menemuinya?''
''ya, tanyakan saja pada dirinya, bagaimana tentang usaha untuk kucari kan pekerjaan.''
''baiklah...''
''tapi gas,kalau kau bertemu dengannya, tolong sebutkan saja tentang pekerjaan itu.aku yakin dia akan mau, apalagi kalau sikha Juga mulau memikirkan tentang itu ....''
''baik,tuan?tapi bagaimana kalau aku bertemu dengan sikha?''
''di tempat yang telah kau janjikan?''
''ya,dan emaknya,sekar di rumah sendirian....''kata hendra sambil tertawa panjang.
***
dasar hendra mesum, pikirannya emang gak ada akhlak,bisa pula tu isi pikiran melanglang buana kemana mana gitu.
ah berisik banget lu thor,kan lu yang bikin cerita,lu yang bikin peran aku mesum,dasar author gak ada hati udah salah malah ngegas,ku bikin perkedel tempe juga lu thor.
ih pemeran gak ada baiknya lu di kasih peran malah katai author ku kirim ke TPU MANDAILING yang di katamso juga lu thor.
serah lu lah thor mending aku tidur udah malam,mumet aku nemenin lu thor 🙄
hus pergilah sana lah 😏
***
lanjut cerita ya guys
bagas diam mematung.ia berdiri tegak sambil memandangi wajah hendra yang tertawa saat ini.
''kenapa kau bengong?''tanya hendra
''aku melihatmu seperti anak kecil yang gembira karena sesuatu permintaan nya di turuti sama mamanya...''
''maksudmu?''tanya hendra.
__ADS_1
''kau seperti anak kecil yang sedang bergembira karena dibelikan sesuatu oleh mamamu ....''
''habis tak bahagia bagaimana gas...?''
bagas tertawa lepas sambil memandangi wajah hendra.
''jadi kau mau ada acara hari ini?''
''ya.''
''bagaimana dengan ku?''
''terserah dirimu saja...''
''bagaimana kalau aku juga ikut pergi sekarang...?''
''sudah kubilng terserah kau sajalah...!''
''mobilnya di pakai atau tidak?''
''ya aku hampir tak bisa hidup tanpa mobil itu.''
''kalau tanpa sikha?''
''pusing juga....''kata hendra sambil membuka tangan nya lebar-lebar.sementara matanya melotot karena bagas yang masih senyum-senyum pada dirinya.''tidak kah kau juga akan menggunakan kesempatan yang baik ini bersama sekar gas...?''
^^^bagas tersenyum malu.ia berusaha ingin menghilangkan rasa malau itu dengan mengaca di kaca besar yang berada di sebelah kanannya.namun wajah laki-laki itu masuh juga bisa di lihat dari pantulan kaca tersebut.dan kembali mereka berdua tertawa terkekeh-kekeh.^^^
''bas...''
''hmm.''
''tidakkah kau sekarang sudah mencintai sekar?''
''kalau ya bagaimana?''
''kalau ya,berarti kau harus melupakan rina dong.''
bagas kembali tertawa.kali ini tambah keras, kelihatannya tak ada lagi beban yang menimpa pada hatinya.
''kenapa kau tertawa seperti itu?''tanya hendra heran.
''sudah terlalu dalam aku kubur dra...''
hendra diam dalam kebingungannya...''
''aku sudah melupakan segalanya tentang sesuatu yang berhubungan dengan rina.aku muak sendiri kaliau harus mengingat nya.
''apa karena kau telah memiliki sekar?''
''begitulah...''kata bagas sambil tersenyum yang diikuti oleh hendra.
dua laki-laki itu menggunakan waktu bahagianya dengan tertawa panjang.hingga ruangan itu kelihatan damai sekali meski hanya dua gelintir manusia saja.
''gas.''
''ya bos...''jawab bagas dengan kocak.ia menjawab dengan menggerakkan tangan dan memberi hormati.
__ADS_1