
"Hari hari Ririn jalani dengan sabar dan penuh ujian, Ririn yang dulu ceria dan semangat sekarang berubah menjadi Ririn yang pendiam, tetangga pun sering gosip kan kisah rumah tangga Ririn yang tidak harmonis lagi, hingga merubah Ririn menjadi pendiam
" Mungkin Ririn diam karena sudah pasrah dan lelah dengan keadaan rumah tangganya, dengan segala cara Ririn sudah ikhtiar kan agar rumah tangganya bahagia seperti dulu lagi, tapi hasilnya gak ada, semua sudah Ririn lakukan, hingga membuat Ririn lelah dengan semua keadaan,
"Lelah lahir dan batin yang Ririn rasakan, hingga membuat Ririn ikhlas untuk semua masalah yang ia jalani, semua nya membuat Ririn lelah dan Ririn merasa berada di titik paling rendah dalam hidupnya,,
" Rin... Ririn... panggil putra, tapi Ririn tak menjawab panggilan putra, kamu dimana rin, kok diam?? kamu sakit? ya, Ririn tetap diam, baiklah kalau kamu tidak mau bicara denganku rin, gak apa apa, kata putra...
__ADS_1
"Rasa sakit hati yang Ririn rasakan, hingga membunuh semangat hidup Ririn secara perlahan, tanpa rasa bersalah putra pergi ketempat kerja nya,
" Ririn yang hanya diam, duduk didalam ruang kamarnya, tiba tiba"Ma... mama... kenapa? tanya ilham, tapi Ririn tetap diam, hanya menggelengkan kepalanya, besok kita pergi main yuk ma? ajak ilham, tanpa menjawab, Ririn mengangguk kan kepalanya,, hore..., besok pergi main, hore... hore..., kata ilham,
"kamu kenapa sih? dik, kata sasa, besok kita pergi main kak, kata mama besok kan kita libur sekolah, mama mau ajak kaka sasa dan ilham main, apa benar? iya kak, tanya aja sama mama sendiri, apa benar? ma, tanya sasa, lalu Ririn menganggu kan ke pekanya,,
"pemandangan yang kadang menghibur Ririn saat hati nya sedih, anak anaknya memang paling bisa menghibur Ririn, entah sampai kapan aku bisa bertahan, gumam Ririn dalam hatinya,
__ADS_1
" Ririn tidak pernah menunjuk kan rasa sedih dihadapan anak anak nya, dia tidak mau anak anak nya tahu masalah ayahnya, karena Ririn tidak mau anak anak nya sedih,,
"semoga lelah ku ini menjadi catatan amal baik ku diakhirat kelak, kata Ririn, tiba tiba mpok Nur mengetuk pintu
" Tok... tok...., assalamualaikum rin, lalu Ririn membukakan pintu, ih ada mpok nur, ayo masuk mpok, iya rin kata mpok nur, setelah masuk lalu mpok nur duduk diruang tamu, rin, mpok mau kasih tau Ririn sesuatu, apa? mpok,
"mpok mau bantu Ririn agar lena pergi dari hidup putra, suamimu, apa kamu mau rin? mau mpok, gimana caranya mpok, dengan sedikit berbisik mpok nur memberitahu Ririn,
" semua warga juga resah dengan ulah lena rin, biar dia diusir warga aja supaya lena tidak menggangu suami mu, dan yang lain nya, cara mengusirnya mpok? aku dan ibu ibu lain nya sudah ada rencana, kamu mau ikut bantu juga kan rin?? mau.. Ririn mau, bantu apa mpok, ini no. HP mpok, kamu simpan dulu, ntar mpok kabarin, kapan kita bertindak dengan ibu ibu lain nya, oh ya, mpok Ririn ngerti, bagus rin, makasih ya mpok, iya sama sama, aku pamit dulu y, iya mpok.
Bersambung......
__ADS_1