
"Malam yang sangat dingin, terasa menusuk sampang ke tulang, dengan rasa hancur, Ririn minggat dari rumahnya sendiri, karena ulah ibu mertuanya yang tidak berperasaan, seketika, Ririn bingung mau pergi kemana, ke rumah bibi takut dimarahi, lalu Ririn memilih pergi ke rumah mpok nur, wanita yang selama ini menolong nya, sesampai didepan rumah mpok nur Ririn mengetok pintu,
"Tok... tok... tok....
assalamu'alaikum mpok, WA alaikum salam, lalu mpok nur terkejut melihat keadaan Ririn, astagfirullah rin, kamu kenapa, ayo masuk, kata mpok nur, dengan mata sembab Ririn terisak menangis, mpok Ririn boleh menginap di rumah mpok malam ini? boleh rin, boleh kata mpok nur, yang merasa iba melihat keadaan Ririn
"kemudian mpok nur mengambilkan air minum untuk Ririn, ayo minum dulu, iya mpok, terimakasih mpok, sambil mengusap bahu Ririn mpok nur menenangkan Ririn, tenang kan dulu dirimu, istirahat lah dikamar, iya mpok, lalu mpok nur mengajak Ririn ke kamar untuk istirahat, setelah Ririn tertidur lalu mpok nur keluar,
"kasihan kamu rin, satu masalah selesai datang lagi satu masalah, gumam mpok nur dalam hatinya, pasti ini masalah yang sangat berat, kalau tidak mana mungkin kamu minggat dari rumah mu, mpok akan bantu kamu sebisa mpok, kata mpok nur dalam hati nya,,
" Mpok nur adalah tetangga Ririn, dia seorang wanita janda yang baik hati, selalu menolong Ririn dalam masalah, layak nya seorang kaka menjaga adiknya,esok harinya
__ADS_1
"Ririn terbangun, lalu Ririn melaksanakan shalat subuh, dan tak lupa Ririn berdoa untuk anak anak nya agar selalu dilindungi,
" kemudian Ririn menghampiri mpok nur yang selesai shalat subuh, mpok, maafkan Ririn ya sudah merepotkan mpok nur, gak rin, mpok gak keberatan kok, kalau boleh mpok tahu apa yang membuat Ririn minggat dari rumah, mpok, ibu mertua Ririn datang ke rumah membawa calon istri mas putra,
"Astaghfirullah, tega banget ibu mertua mu rin, iya mpok, Ririn tidak sanggup, jadi Ririn minggat, kalau Ririn pergi ke rumah bibi Ririn, pasti mas putra tahu, kalau di rumah mpok nur, mas putra gak akan tahu, kata Ririn
"Anak anak mu bagaimana rin, Ririn akan temui disekolah mpok, iya rin, kamu harus tetap perhatikan anak anak mu, iya mpok, Ririn sekarang mau menenangkan diri dulu, baru mengurus gugatan cerai Ririn, baik lah rin, apapun yang bisa membuat Ririn bahagia, mpok akan dukung, terimakasih mpok nur, sama sama rin,
__ADS_1
" Ririn mau cari kerja mpok, untuk hidup Ririn, agar bisa mandiri, baik rin, terserah kamu saja, mpok, Ririn pamit mau jenguk anak anak di sekolah dulu, iya, hati hati rin,,
"kemudian Ririn pergi ke sekolah ilham, setelah sampai, ilham menghampiri Ririn, ma.... mama...., iya ilham, ada apa nak, tadi pagi mama kemana ma, kenapa tidak ada di rumah?? mama pergi ke rumah bibi nak, kalau bibi sudah sehat pasti mama pulang ke rumah, ilham jangan nakal ya, nanti mama akan jenguk ilham setiap hari ke sekolah, iya ma, kata ilham sambil memeluk Ririn, ilham, sekarang mama mau ke sekolah kaka sasa dulu, besok mama kesini lagi, iya ma kata ilham sambil melepaskan Ririn pergi.,.
"sungguh sakit hati Ririn dengan semua keadaan ini, namun Ririn harus kuat demi anak anaknya, setelah sampai disekolah sasa, Ririn menunggu sasa istirahat, tak lama kemudian sasa istirahat, dan menghampiri Ririn, mama... sasa..., ma, mama kemana, tadi pagi gak ada di rumah, sasa, mama lagi menemani bibi di rumah sakit, untuk sementara mama gak ada di rumah, sasa jaga ilham ya nak, kata Ririn, iya ma, sasa akan menjaga ilham,
"nanti mama akan temui sasa setiap hari disekolah, ya, sasa jangan sedih ya, iya ma, sasa akan turuti kata kata mama, yasudah sasa, mama mau ketempat bibi lagi, masuk sana ke kelas, iya ma, lalu Ririn pergi meninggalkan sasa, yang masih melihat kepergian ibu nya.
__ADS_1
Bersambung.......