
"Pagi pagi aku bangun tidur, untuk mengerjakan shalat subuh bersama mas putra, setelah selesai, aku pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk sarapan pagi,, dengan cepat aku mengerjakan nya agar bisa tepat waktu supaya Anak ku Dan suamiku tidak terlambat pergi sekolah Dan bekerja.
"Tiba tiba ibu MERTUA menghampiri ku Dan minta buatkan minuman teh hangat, Dan aku buatkan, " Bu, ini teh nya, kataku, lalu ku berikan juga teh hangat untuk suamiku,
"Au... panas... kata ibu MERTUA ku, rin kenapa kamu buatkan teh panas, kan ibu mau teh hangat, katanya ,itu bukan teh panas bu, jawab ku, alah kamu emang pintar ngelis katanya, lalu aku diam
" Emang aku selalu salah dimata keluarga suami ku, tapi aku, diam Dan selalu berusaha sabar menghadapi nya, Apa pun ejekan/hinaan yang mereka kata kan aku selalu diam, asal tidak merusak rumah tangga ku,
" Tiba tiba mas putra menghampiri ku, ibu kenapa?? tanya nya, gak apa apa mas, jawab ku, lalu aku siapkan makanan untuk sarapan pagi
__ADS_1
"Mas, ayo makanan,!! sasa.... ayo makan, ibu ayo makan bu, kataku memanggil mereka semua , wow Ada Ayam goreng,kata anak ku, Dan duduk sambil mengambil ayam goreng kesukaan nya, mas putra juga makan, tapi ibu gak kesini kataku dalam hati, apa ibu Marah pada ku,
" Aku gak mau makan rin, kenapa??, ibu gak suka ayam goreng, lalu ibu mau makan apa?? ibu mau semur jengkol, , apa kamu bisa?? bisa bu, tapi ririn ke pasar dulu ya, kataku, baik lah, lalu aku izin ke mas putra untuk pergi ke pasar,
"Setelah 10 menit, aku pulang dari pasar Dan memasak di dapur, mas putra Dan sasa pergi berangkat,, hati hati ya mas ,iya, jawabnya.
" Bu, semur jengkol nya sudah masak, Dan ibu pun menghampiri ku, dengan duduk mulai memakan nya, enak rin,apa kamu beli, aku masak bu, jawab ku, tapi rasa nya Ada yang kurang ya, apa? bu, kurang banyak, kamu kok masak nya sedikit, kamu pelit sama ibu, bu aku bukan pelit, kan hanya ibu yang makan, jadi aku masak nya semangkuk aja, semangkuk di bilang sedikit, gumam ku, ibu... ibu.
__ADS_1
"Karma rasa hormatku pada suami lah, aku menghormati ibu MERTUA ku, kataku dalam hati, kalau bukan ibu MERTUA, mana mau aku di ejek Dan dihina terus olehnya,
" Mas putra sang at menyayangi ibu nya, walaupun dia tahu sikap ibu nya begitu, tapi dia selalu menghormati nya, tiba tiba
"Rin..., ririn...., panggil ibu, apa bu? kamu kemana? di panggil kok gak Ada, ririn mengambil jemuran bu di atas, O.. oh ibu kira kamu sudah gak mau mendengar kan ibu/ kamu Marah ibu datang terus kesini?? gak bu, ririn gak Marah, kataku,,
__ADS_1
Teresa sedih hati ku atas sikap ibu ke pada ku, kadang aku lelah karma selalu salah dimata beliau, ingin cerita pada mas putra , takut dia Marah, tapi kalau ku simpan sendiri Teresa sesak di dada, mudah mudahan ibu MERTUA ku, sadar bahwa aku menantu yang menyayangi nya seperti ibu ku sendiri.
"TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA CERITA KU"