
Hari Hari yang melelahkan menurut ririn,
hari libur yang sudah ia rencanakan berlibur untuk mengajak anak anak nya pergi bermain,,
"Mas, Ririn izin pergi ya sama anak anak, kata Ririn pada suaminya, ya rin pergi aja, jawab putra, lalu Ririn pergi berangkat bersama anak anak nya,
" Berselang lima belas menit Ririn dan anak anak nya sampai ditempat bermain , dengan rasa bahagia ilham dan sasa bermain sesuka hatinya, ma ilham main bola ya, iya hati hati ya nak, kata Ririn, iya ma, sedangkan sasa main melukis, karena suka melukis,
"Ririn duduk di kursi dekat anak anak nya bermain, tiba tiba HP Ririn berbunyi ring.... ring...., iya halo mpok nur, ada apa mpok, rin aku dan ibu ibu berencana
menangkap basah lena sore ini, kamu nanti ajak putra ya lewat depan rumah lena, ok mpok nur, supaya putra tahu rin, wanita seperti apa lena itu, siap mpok ntar Ririn ke sana sama mas putra, iya rin, terimakasih ya mpok, iya sama sama, lalu telpon terputus,,
__ADS_1
"Tak terasa sudah satu jam anak anak bermain, tapi anak anak masih aja main seperti tak pernah bosan, sasa, ilham... ayo kita pulang, seru Ririn, bentar ma, lagi seru kata ilham, tapi ini sudah hampir sore, nanti kita kesini lagi ya, kata Ririn, baik lah ma kata sasa, seperti terpaksa, ayo ilham, kita pulang, ayah pasti menunggu kita di rumah, iya.. iya, ma
"lalu Ririn pulang ke rumah dengan anak nya, sekitar lima belas menit Ririn sampai di rumah, gimana main nya barusan, sasa, ilham tanya ayah, seru.... banget yah, ayah sih gak ikut, lalu Ririn bicara, mas, sore ini temenin Ririn ya mas? ? kemana rin, ke rumah bibi mas, tadi pagi bibi nelpon, katanya mau ketemu Ririn, kenapa gak sendiri aja? kata putra, motor aku bensin nya habis mas, gak sempat beli, mas, ya bujuk Ririn, baik lah jawab putra, dengan nada terpaksa
"Anak anak nanti mama sama ayah antar kalian ke sekolah ngaji ya, tapi mama dan ayah mau ke rumah nenek sebentar ya, kata Ririn, iya ma, tapi setelah itu mama dan ayah akan jemput kalian lagi, iya ma, kata sasa, tapi jangan lama lama ya ma, iya sasa, jawab Ririn
" Ada satu pesan masuk di HP Ririn, "rin 5menit lagi kamu kesini, ya, SMS dari mpok nur, lalu Ririn balas, ok mpok, ririn pasti ke sana, , kemudian SMS Ririn hapus dengan cepat, agar suaminya tidak mengetahuinya
"Tiba tiba dipinggir jalan banyak orang berkerumun, mas ada apa itu? mas, gak tahu, kata mas putra, coba kita mampir dulu, mas ririn mau lihat, kata Ririn, tepat didepan rumah lena orang orang berkerumun, lalu kami turun dari motor, dan menghampiri kerumunan itu
"Ada apa ini bu?? tanya Ririn pada seorang ibu, itu mba, si lena janda dua anak yang gatel itu, tertangkap basah dengan suami orang didalam rumahnya, apa??? kata Ririn sambil kaget, lalu mas putra masuk ke rumah lena, dengan wajah merah padam mas putra melihat lena dan seorang laki laki tanpa pakaian, aku sangat sadar kalau mas putra waktu itu sangat marah pada lena, karena mas putra melihat sendiri kelakuan lena, tapi mas putra sangat lihai menyembunyikan marah nya itu, dengan menarik tangan Ririn, putra bicara
__ADS_1
" Rin, ayo kita pergi dari sini, kenapa mas, untuk apa kita melihat orang gituan, iya mas, aku gak nyangka mas si lena kelakuan nya kaya gitu, dasar janda gak tahu malu, ya mas, kata Ririn, tapi putra hanya diam, sambil menahan amarahnya, karena rasa cemburu nya
"Ririn pun tersenyum sinis, mpok nur benar benar hebat, puji Ririn dalam hati, akhirnya Ririn berhasil menyingkirkan lena dari kehidupan suaminya.
Bersambung....
__ADS_1