BENCI DISANGKA SAYANG

BENCI DISANGKA SAYANG
GUGAT CERAI DI PERNIKAHAN SUAMIKU


__ADS_3

Hari sangat mendung, terlihat langit ditutupi awan awan kelabu, seperti gambaran hati Ririn yang sangat hancur berkeping-keping keping,


"Dengan bantuan mpok nur, Ririn mengurus surat gugatan cerai nya, dengan mengambil hari yang tepat pada acara pernikahan mantan suami Ririn, didalam surat gugatan, tertulis hak asuh anak akan ada ditangan Ririn, setelah semua selesai, Ririn dan mpok nur mau pergi menghadiri acara pernikahan mantan suami Ririn, sekaligus meminta persetujuan tanda tangan putra,



" Ririn berangkat bersama mpok nur, setiba di sana, sasa dan ilham menghampiri Ririn, mama.... sasa kangen ma, ilham juga kangen ma,iya sasa, ilham ,mama juga kangen kalian, lalu mereka duduk, sambil mengikuti acara berlangsung, dan tiba saatnya Ririn maju menghampiri putra, ketika akad nikah mau dimulai, Ririn maju ke depan, tunggu... mas putra, kata Ririn,



Tolong mas tanda tangani dulu surat gugat cerai Ririn sebelum mas menikahi melly, karena waktu yang mendesak putra tidak sempat membaca surat gugatan itu, langsung ia tanda tangani, dan Ririn pun, mengambil surat itu sambil berkata Terima kasih mas, selamat menempuh hidup baru,


__ADS_1


"semoga bahagia", kata Ririn, putra diam, hanya mengangguk kan kepala nya, ririn kembali duduk di kursi tamu menemani anak anak nya, selagi semua sibuk Ririn memanfaatkan waktu, untuk mengemasi barang anak anak nya, setelah semua siap, Ririn dan mpok nur pulang dengan mengajak ilham dan sasa pergi bersama,


"kemudian Ririn, mpok nur, sasa, dan ilham pergi dari acara itu, dengan cepat Ririn mengendarai motor nya,



" Ma, kita mau kemana kata sasa dan ilham, kita mau pulang ke rumah , bukan kah, sasa dan ilham mau ikut nama??, iya ma, sasa dan ilham mau ikut mama, sebentar lagi kita sampai, kata Ririn,




"kemudian malam tiba, sasa dan ilham tertidur lelap, HP Ririn berdering, lalu Ririn angkat telpon nya, iya halo, Ririn, anak anak ada bersama kamu ya, oh anak anak, iya ada bersama ku, kenapa, tanya Ririn, kamu tidak izin dulu, seharusnya kamu izin dulu, oh, maaf, apa surat yang mas tanda tangani tadi siang, tidak mas baca, seharusnya, mas baca dulu, di sana tertulis hak asuh anak, jatuh ditangan mama kandung, jadi aku berhak atas anak anak ku, jadi tolong jangan ganggu kami, kalau mau ketemu anak anak, boleh, kapan pun

__ADS_1



"kemudian telpon diputus putra sepihak, putra baru sadar kalau dia sudah terburu buru, menandatangani surat tadi siang,



" Ada apa? rin, tanya mpok nur, ini mpok, mas putra tidak Terima, kalau anak anak sama Ririn, oh, nanti mpok akan bantu bicara sama putra, agar dia mau menyerahkan hak asuh anak ke kamu, terimakasih mpok, mungkin mas putra terkejut mpok, kalau di sana ada hak asuh anak, iya, kamu benar rin



"siang pun tiba, hari libur hari yang menyenangkan bagi ilham dan sasa, ma hari ini kita liburan yuk ma, iya... iya, kalian mau kemana?? ke pantai ma, oke kata Ririn pada anak anak nya.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2