Berbagi Istri

Berbagi Istri
#10.harus berpisah


__ADS_3

siang itu bukan nya berada di tempat yang mewah seperti kafe atau restoran bintang 5 Iyan dan Lily malah lebih memilih untuk makan mi ayam di pinggir jalan.


"Li.." panggil Iyan, menghentikan nya makan.


"kenapa?"


"kamu selama ini kemana?, kita lost contact tiba-tiba aja gitu pasti terjadi sesuatu sama kamu kan?"


Lily terdiam sesaat, lalu kembali menyantap mi ayam nya lagi dengan santai. kecuali Iyan yang entah kenapa jantung nya sudah deg deg ser dari tadi.


setelah di kira selesai makan Lily mulai berbicara, "gini ya yan,hmm.. gimana ya. aku tuh sebenarnya gak ada apa-apa juga sih"


"mulai deh, kalo ngomong suka susah di mengerti gitu"


Lily tiba-tiba tersenyum, "aku benci sama hal yang bertele-tele, gini aja deh ku mau nanya balik sama kamu. menurut kamu, aku nih apa sih buat kamu?"


"temen aku lah" jawab Iyan


"ini.., ini yang buat aku pergi. kamu itu cuma nganggep aku temen doang padahal aku nganggep kamu lebih dari temen"


"aku inget banget hari itu, kamu bilang buat gak mau pertemanan kita tecampur hal-hal yang lebih kedepan nya karena kamu takut pertemanan kita ini bakal rusak kan." jelas Lily tersenyum kecut.


Iyan terdiam, benar-benar kehabisan kata kali ini, matanya juga memerah sampai akhirnya dia mulai membuka mulutnya yang dari tadi terus terbungkam.


"kamu tau kan aku gak bisa buat hal-hal itu, aku gak bisa percaya sama sebuah hubungan apalagi yang lebih intens yaitu sebuah pernikahan. anak broken home kayak aku belum bisa terima hal-hal kayak gitu Li"


"karena itu aku mundur, aku milih ngejauh dari kamu biar aku bisa move on dari kamu dan aku juga gak nyangka keinginan terakhir aku sebelum nikah buat ketemu kamu sekali.. aja akhirnya tercapai juga hehe"


*Deg


jantung Iyan seakan berhenti berdetak


apa ini? sungguhan? Lily? pernikahan?

__ADS_1


jadi seperti ini ya rasanya di tinggal menikah dengan orang yang di sayang, Arga sialan pasti di belakang dia menyumpahi ku agar merasakan apa yang dia rasakan juga.


"sial.."


iyan tak membendung air matanya, dia tak peduli wanita di depannya ini melihat dirinya menangis yang sekarang di pikiran nya ia hanya ingin menangis.


"lama gak ketemu jadi melankolis ya sekarang"


"gara-gara kamu, aku sayang banget sama kamu"


Lily tak kaget lagi akan hal ini karena ia juga tau kalau mereka itu saling mencintai, tapi tidak bisa untuk saling memiliki.


"..."


"kayaknya sampe sini aja reunian nya, maaf Iyan aku udah di jemput calon suami aku. tenang aja dia orangnya sabarrrr banget terus pengertian kok"


begitu banyak kejutan untuk Iyan hari ini, belum selesai dengan kata 'pernikahan' tadi harus di kejutkan lagi dengan calon suami Lily sekarang.


"aku pengen kenalan sama dia, boleh kan?"


dengan cepat Lily melambai-lambai kan tangannya memberi isyarat pada seorang di sana untuk datang ke tempatnya sekarang.


...----------------...


sembari menunggu pria itu Iyan menyeka air matanya dan mencoba untuk terlihat biasa saja walaupun hatinya terkoyak-koyak tercabik-cabik.


"btw dapet orang mana?"


"nah itu, orangnya. tanya aja langsung sama dianya."


"......"


"assalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Iyan dan Lily


"duduk.. duduk" Iyan menawarkan pria itu untuk duduk di depannya.


sesaat iyan terdiam menatap calon suami orang yang di sayang nya ini, kenapa begitu tenang dan terlihat seperti memancar kan gelombang elektromagnetik tersendiri yang sangat sulit dikata kan dan di jelaskan.


pria di depannya ini tiba-tiba tersenyum, "perkenalkan nama saya Muhammad Arkan Aditya al-fatah, di panggil Arkan. orang yang akan menghitbah Lily besok lusa"


Iyan mengangguk, "berapa lama kalian pacaran?"


Arkan tersenyum kembali "kami tidak berpacaran, zina. lebih baik menjauhinya bahkan pada QS Al-isra 17:32 sudah di jelaskan"


"a..., i-iya iya"


Iyan hanya mengangguk, benar-benar tidak ada harapan untuknya. ia kalah, mungkin memang Arkan orang yang lebih pantas untuk bersanding dengan Lily.


"oh, iya. hari ini aku baru inget harus ada meeting. maaf ya Lily Arkan aku duluan.."


"iya, Gpp kok Yan"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


TBC


_IYAN SAD BOY_


__ADS_2