
...
...
...****************...
Seperti malam Minggu pada biasanya Arga pasti akan berada di ruang tamu sambil menonton siaran televisi kesukaan nya yaitu bola.
"Iya... Iya..., Suuuttt. Tembak!!!" Racau Arga sangat antusias menonton.
"iyaaaaaaaaaaaa. Aaaaaaa"
...****************...
Dengan baju tidur yang cukup seksi Lia berjalan menuruni tangga datang menghampiri suaminya Arga yang sedang menonton bola.
......................
......................
"Mas..., mas mas mas mas mas mas mas mas mas mas mas mas mas" Panggil Lia mencoba mengalihkan perhatian suaminya.
"Hmm" Arga tak terlalu merespon, ia merasa tontonan nya lebih menarik.
"Ish, massss"
"Iyakkkk, Suuuttt. Gollllll" Arga masih tak menghiraukan panggilan istrinya itu.
"MAS!!!" panggil Lia kesal, "masa kamu lebih pentingin bola dari pada aku istri mu yang paling cantik nan bahenol ini sih" Lia melantur tak jelas
"Iya iya sayang..., Kenapa hmm?. Gak bisa tidur? Atau kangen sama mas?"
"Gr, huuuuuuu"
"Terus kenapa coba?"
"Ada yang mau aku omongin"
__ADS_1
"Iya apa?" Tanya Arga tak sabaran
"Aku mau kamu setuju masalah Art-"
PRAAANG
*suara gelas di lempar
"GAK CAPEK KAMU BAHAS INI LAGI INI LAGI INI LAGI, HA!!. BARU AJA KITA AKUR LIA, KAMU UDAH BAHASA MASALAH INI LAGI?, GAK HABIS PIKIR AKU SAMA KAMU."
"LAGIAN JUGA DIA ADIK KESAYANGAN AKU, AKU BISA NGELAKUIN APA PUN BUAT DIA. KAMU GAK PERLU IKUT CAMPUR."
lia tak menjawab dan hanya merunduk takut, karena saat suaminya sudah tersulut emosi ia tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. mungkin ia akan jadi samsak tinju, mungkin.
"T-tapi mas, kamu tau kan Artha kayak gimana. Aku takut dia-"
"Apa!!!, Bilang aja kamu masih ada rasakan sama dia. Dan dengan ini kamu bisa ambil kesempatan untuk deket-deket sama dia, iya kan!. jujur aja kamu!!"
PLAKKK
"Ternyata itu yang selama ini kamu pikirin tentang aku mas"
Lia pergi dengan perasaan yang campur aduk, tak pernah ia merasa sehina ini.
...*Flashback*...
"Yiya..." Panggilan spesial Artha kepada nya
"Hmm"
Tangan nakal Artha mulai meraba-raba tubuh Lia dengan nakal, namun dengan cepat Lia menepis tangan nakal Artha.
"Kenapa? Hmm?"
"Gak boleh, k-kita bukan mahram"
"Ya udah kalo gitu, Minggu depan kita nikah" ucap Artha santai
"Ga bisa!!!" dengan sangat cepat Lia menjawab
"Kenapa ga bisa?, Kamu gak mau?" tanya Artha mengintrogasi, dengan wajah datar membuat Lia membisu.
__ADS_1
"Beneran nih kamu gak mau nikah sama aku?, Yaudah kalo kamu gak mau aku bakal bunuh diri loh. Ciusan loh ini, wkwkwkwk" Artha menggambil cutter mengisyaratkan bahwa yang di katakan nya itu tidak hanya main-main belaka dan mencoba membuat Lia semakin terintimidasi oleh nya.
Lia yang sangat tau seluk-beluk Artha sangat mengerti apa yang Artha maksud, dan tanpa pikir panjang langsung mengiyakan keinginan Artha.
...****************...
pov Lia:
aku tau mas, aku tau. aku tau aku salah. aku juga gak menginginkan semua ini, siapa juga coba yang mau jadi aku. aku melakukan semua ini juga karena kamu mas. seandainya kamu tau apa yang aku rasain mas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1
mohon keritik dan sarannya kakak kakak.
jujur aja nih, aku baru banget buat beginian. jadi kayak agak nervous aja gitu. gimana ya jelasin nya, gitu deh pokoknya.