
POV author: sama seperti meeting-meeting sebelumnya yang Arga lakukan seperti biasanya pula semuanya berjalan lancar, kesepakatan di terima oleh kedua belah pihak dan project besar akan di jalankan
Arga menjabah tangan wanita itu sambil tersenyum, "selamat datang di perusahaan kami"
"terimakasih" jawabnya
/tok tok tok
*seseorang masuk
"ga, tandatangani berkas ini dong mau langsung di kirim ke pusat nih" jelas Iyan malas
"kasih ke sekertaris gw aja, entar gw tandatanganin terus kasih ke lu lagi"
"hmm" jawab Iyan singkat, padat, dan jelas
"ehem.., kalau begitu saya pergi dulu tuan Arga" wanita itu perjalan pergi
Iyan merasa sangat tertarik pada wanita yang baru saja berpapasan dengan nya itu, rasanya seperti sangat dekat.
tanpa pikir panjang Iyan langsung bertanya pada Arga siapa wanita itu,
"itu.., yang tadi siapa ga?"
"pemegang saham terbesar grup A+juga temen nya Lia"
"namanya?"
"Aulia Rahmadhani, panggilan ny Lily"
"oh.., eh apa? Lily!!?"
Iyan membulatkan matanya dengan pikiran masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, dengan cepat Iyan langsung berlari mengejar Lily.
"hari ini gak akan gw biarin, hal itu terulang lagi Lily!"
dan Arga yang heran hanya dapat mengeleng-gelengkan kepalanya saja dengan melihat tingkah laku teman nya ini.
...****************...
"hah..hah..ha..haah..."
nafas Iyan memburu, jantung nya pun mamacu cepat, ia takut penantian nya selama bertahun-tahun ini akan pupus
__ADS_1
"Lily!!!" teriak nya dengan berharap Lily belum pergi dari tempat ini.
"Lily!!!"
"Lily!!!"
seseorang dari kejauhan yang baru saja ingin masuk ke mobilnya menoleh karena namanya di panggil.
"hm???"
Iyan yang melihat Lily dengan hati berbunga-bunga berteriak, "Lily ini aku Iyan!!!"
"siapa?!!"
Iyan berlari mendekati Lily
"ini Iyan.., Lilyput!!!!"
"hah? Lilyput? EMBER BOCOR!!!!"
"hahahaha, seneng banget aku kamu masih inget"
...*Iyan memeluk Lily dengan senang*...
"aaaa, mau nangis"
"Jan nangis Ly, mending makan mi ayam"
"iya, mau banget...!"
...****************...
/tok tok tok
"masuk"
"terimakasih pak"
meli masuk dengan agak terburu-buru
"kenapa kamu?"
"ini pak ada bekal titipan dari ibu Lia"
__ADS_1
"oh.., taruh aja di situ"
"sama.. saya izin pulang ya pak, anjing saya keracunan makanan anjing soalnya"
Arga bingung, "bentar-bentar, anjing? kok bisa keracunan makanan anjing?"
"anjing itu kucing saya pak" meli sepontan menangis
"yaudah, iya saya izinin kamu pulang gak usah nangis gitu"
"hiks hiks hiks, iya pak"
meli berjalan sambil terus menangis.
"huh.., ada ada aja" Arga mengeleng kan kepalanya takjub.
beberapa saat fokus Arga terpecah saat melihat kotak bekal titipan Lia itu, dengan tak sabar dia membuka bekalnya dengan pertanyaan yang selalu sama. "hari ini dapet apa ya..?" walaupun dia tau isi bekal yang akan dia dapat.
"andai.. andai.., semua ini gak terjadi Lia"
"mungkin sekarang bekal ini kamu yang anter dan sekarang mungkin kamu lagi nyuapin aku telor ceplok legendaris buatan kamu ini"
mata Arga berkaca-kaca, benar-benar redup bahkan tak ada lagi cahaya yang terlihat. ia ingin menangis tapi terus ia tahan karena tidak ingin terlihat lemah.
ego seorang laki-laki sungguh besar, apalagi saat benar-benar tulus mencintai seorang wanita. sungguh luar biasa..
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...TBC...
maaf banget author cuma bisa nulis sampe 500 kata aja, gak kuat kalo lebih banyak lagi.
nanti deh author coba-coba buat lebih banyak
(╥﹏╥)
__ADS_1