Berbagi Istri

Berbagi Istri
#7. kenyataan yang pahit


__ADS_3


Malam itu menjadi malam paling berkesan bagi Lia. Lelaki yang ia kira sakit mental dan perlu di bantu olehnya ternyata membohongi dirinya sendiri, sampai-sampai Lia tak bisa tidur semalaman memikirkan hal itu. Lia tak habis pikir bisa-bisanya dia di tipu oleh Arthur yang hanya ingin menghancurkan rumah tangga nya saja, semalam dia berpikir apa yang harus dia lakukan selanjutnya?


Arthur menatap punggung Lia dengan dingin


"Aku tau kau bangun Lia, berhentilah beracting"


Lia tertegun sebentar


"Huahh, aku baru bangun"


Saut Lia pura-pura seperti baru bangun tidur


Arthur tersenyum simpul, lalu mengelus rambut Lia dengan lembut.


"Apa kau tau, aku juga tersakiti karena semua ini. Maaf..., semalam aku keterlaluan pada mu"


Mendengar itu tentu saja Lia langsung tersulut emosi. Menarik tangan Arthur lalu menatap wajahnya dengan sangat marah.


"Maaf? Kau bilang maaf?!, Apa kau sudah gila Arthur? Ah.. maaf kau memang sudah gila"


Lia menatap Arthur dengan rendah


"Kau menghancurkan rumah tangga kakak mu sendiri dengan sangat bangga. redah!!! Sangat rendah.. memang cocok untuk orang seperti mu, entah kesalahan apa sampai ibu bisa memiliki putra seperti mu"


"Lia..!!, Jangan kau berani-berani berkata yang tidak-tidak tentang ibuku. Aku sudah baik-baik meminta maaf pada mu tapi apa? Kau malah bertikah di luar batas.


Arthur melempar Lia ke lantai, lalu mencekik leher Lia dengan sangat kuat.


"Akgn, ahk..aaag"


"Jadi apa yang kau inginkan? Sebuah kebenaran?, baiklah akan ku beri kau sebuah kebenaran.Ya! Aku memang terobsesi pada mu dan aku memang sudah bertikah sangat rendah, dan juga aku bisa bertindak lebih gila dari ini"


Setelah melihat Lia sudah benar-benar kehabisan nafas dan terlihat sangat lemah Arthur melepaskan cekikikannya.


"Hah...ah..hah..Hah"


Lia terengah-engah mencoba mengatur nafasnya kembali.


"Ayo, cepat berdiri dan ikut aku sekarang"

__ADS_1


Lia tak mengikuti perintah Arthur dan malah memalingkan wajahnya.


"Huh, bisa-bisanya aku terobsesi pada wanita pembangkang sepertinya"


Arthur menarik paksa Lia dan menyeretnya sampai ke depan kamar kakaknya


"Apa yang kau lakukan Arthur? K-kenapa?"


"Diamlah wanita sialan, kau juga akan tau sebentar lagi"


Detak jantung Lia berdegup kencang, entah kenapa ia menjadi sangat takut.


*Tok tok tok*


Arthur mengetuk pintu kakaknya lumayan kuat.


Beberapa saat kemudian Arga keluar dan sedikit kaget melihat pemandangan di depannya ini.


"Kakak apa kami boleh masuk"


"Oh.., a.. ya.. tentu"


********


"Jadi..., Apa yang membawa kalian pengantin baru ini kemari"


"Ada yang ingin ku beritahukan pada mu kak"


"Pada ku?"


"Iya"


"Apa itu?"


"Aku akan jujur kak, aku memang sakit tapi aku sudah sembuh dari beberapa bulan yang lalu. dan.. aku memang sedikit bersandiwara tentang penyakit ku itu untuk menikahi Lia yang masih berstatus istri sah mu ini kak"


Deg..., Jantung Arga dan Lia seakan-akan berhenti berdetak.


"Dan sekarang yang akan jadi gila adalah aku"


Arga tersenyum kecil

__ADS_1


"Di satu sisi dia adik yang paling aku cintai dan di sisi lain dia istri ku, bukan kah ini luar biasa"


"Apa kau marah pada ku kak?"


"Astaga, dik pertanyaan gila macam apa itu. Jika orang lain yang berada di posisi ku ini dan kau bertanya seperti itu ku rasa kepala mu akan bolong di buatnya."


"Lalu kalau kakak?"


"Aku?.., entahlah coba kau pikirkan sendiri"


Arga tertawa kecil.


"Apa dayaku Arthur, aku terlalu menyayangi mu sampai untuk marah pun aku tak bisa"


"A-apa kau t-tidak mengharapkan aku lagi?, Apa aku sudah bukan siapa-siapa mu lagi Arga?"


Lia bertanya dengan air mata berkaca-kaca.


"Saat kau pergi padanya dan menjadi seutuhnya istri Arthur aku sudah tidak mengharapkan mu lagi Lia"


Lia tercengang dengan apa yang dia dengar, apa ini mimpi buruk? Apa dia belum bangun tidurnya. Air matanya mengalir deras,


"Tapi tenang saja, Aku tidak akan menceraikan mu Lia. Maaf karena aku terlalu mencintaimu"


Setelah mengatakan itu Arga pergi dari tempat itu, jujur saja dia tak ingin berlama-lama karena takut air matanya tiba-tiba jatuh karena kelilipan debu.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC🌻


__ADS_2