Berbagi Istri

Berbagi Istri
#3. malam pertama


__ADS_3


"huh, capek juga ya senyum-senyum. rasanya pipi ku mau lepas di buatnya" gerutu Artha sambil membuka bajunya.



"i-iya" jawab Lia gugup, jujur saja ia tak tau harus bagaimana menghadapi masalah yang sedang di hadapi nya ini. Bagaimana tidak saat ini Artha sedang menggerayanginya dengan sensual.


Lia lihat dirinya dari cermin, "terlihat seperti wanita murahan" batinnya bergumam.


"mau sekarang aja tau mau mandi dulu, hmm?" tanya Artha mengembalikan lamunan Lia.


"em..., kayaknya mandi dulu deh, lengkeng gini." jawab Lia dengan sesantai mungkin yang ia bisa.



setelah masuk ke kamar mandi tak lupa ia hidup kan keran air agar Artha tak curiga.


"sial, bagaimana cara ku untuk menghindar dari malam pertama ini" tanya nya pada diri nya sendiri sambil menggigiti kuku-kuku nya yang tak bersalah.


ia lihat wajahnya di cermin, terlihat pucat pasih mungkin karena dari tadi ia belum sempat makan.


tiba-tiba suatu ide muncul di benak Lia.


"tak ada cara lain hanya itu alasan yang bisa ku lakukan"


ia matikan keran air, lalu sedikit membuka pintu kamar mandi untuk memberikan sedikit ruang untuk nya berkomunikasi.


"Artha..." panggil Lia pada Artha, sayang Artha tak mendengar nya karena sedang menonton video bokep kesukaan nya.


"ARTHA.." panggil Lia sekali lagi dengan lebih keras.


"i-iya, bentar aku kesitu"



"kenapa? hmm?" tanya Artha.

__ADS_1


"anu, itu..." jawab Lia malu malu.


"gpp, bilang aja" ucap Artha mencoba meyakinkan nya.


"aku, siklus bulanan, hari ini, maaf" Jabar Lia dengan wajah merasa bersalah.


"gitu ya..."


"maaf kita jadi gak bisa ngelakuin itu hari ini"


"HMm, gpp kok. Artha mengelus rambut Lia dengan lembut, "sakit gak perut nya?".


"iya, sakit dari tadi. aku kira karena belum makan tapi ternyata karena dia juga, pantesan aku tadi agak mules-mules gitu." bener Lia


"yaudah, tunggu sebentar ya. aku kebawah dulu beliin kamu softex sama bawain makanan buat kamu."


setelah mengatakan itu Artha pergi meninggalkan Lia sendirian di kamar.



"Aaaaaaa, kalo gini aku bisa gila"


Lia mengingat apa yang Artha kata kan padanya tadi. rasanya kata-kata itu terus terbayang-bayang di dalam benak nya.


"tenang aja Lia, kamu gak usah malu-malu kucing lagi sama aku kita udah sah jadi aku bebas mau liat atau sentuh kamu"


"tenang aja Lia, kamu gak usah malu-malu kucing lagi sama aku kita udah sah jadi aku bebas mau liat atau sentuh kamu"


"tenang aja Lia, kamu gak usah malu-malu kucing lagi sama aku kita udah sah jadi aku bebas mau liat atau sentuh kamu"


"tenang aja Lia,...."


"tenang aja Lia,...."


"tenang aja Lia,...."


"tenang aja Lia,...."

__ADS_1


"tenang aja Lia,...."



"pernikahan ini gak sah, aku..., aku istri mas Arga. aku gak mau, aku gak mau itu terjadi. tapi sampai kapan alasan ini akan aku pakai, mungkin hanya akan bertahan sampai seminggu. lalu setalah itu apa? menjadi penghangat ranjang?. kenapa bisa-bisanya aku terjerat sampai sejauh ini, benar kata mas Arga aku gak seharusnya melakukan ini."


Lia menangis tersedu-sedu.


"hik..hik...hiks..."


"mas... Arga..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


mohon keritik dan sarannya di comen ya kakak-kakak, dan jangan lupa untuk like nya kalo suka sama ceritanya🌻.


__ADS_2