Berbagi Istri

Berbagi Istri
#5. sarapan


__ADS_3

Pagi yang cerah pun tiba melewati gelapnya malam yang dingin. seperti biasa orang-orang akan beraktivitas di pagi hari dan mengawalinya dengan sarapan untuk bertahan hidup.



terlihat Lia yang sedang kelabakan mempersiapkan sarapan karena tadi telat bangun hingga tak sempat membuat sarapan pagi.


beberapa saat kemudian semua orang turun ke bawah untuk makan. mereka makan seperti biasa sambil mengobrol dengan ringan, seperti tak ada apa-apa yang terjadi.


"nduk, mau ibu bantu ngangkatin piringnya?" Bu Handin menawarkan bantuan pada Lia tapi tawaran itu di tolak.


"gak usah Bu, Lia bisa sendiri. mending ibu sekarang istirahat pasti capek karena acara kemarin"


"hmm, yaudah kalo gitu ibu tinggal ya"


"engeh buk"


sekarang hanya tinggal mereka bertiga yang ada di sana, atmosfir nya sangat buruk.tapi hening nya suasana terpecahkan setelah


"Li.." panggil Artha memecahkan keheningan dia antara mereka bertiga.


"kenapa?" jawab Lia sambil curi-curi pandang melirik ke arah Arga.


"mau aku beliin obat penghilang rasa sakit gak?"


sontak pertanyaan itu membuat Arga dan Lia tersentak kaget mendengar nya.


"eng... em..., i-iya" Lia menjawab dengan gagap, habis sudah diri nya pikir nya saat itu.


"HMm, nanti pulang kerja aku beliin ya. aku kerja dulu." Artha menyodorkan tangannya pada Lia, Lia hanya diam tak merespon karna saat itu ia benar-benar tak tau harus apa.


"gak mau, s.a.l.i.m?" tanya Artha dengan sedikit menekan kan kata demi kata nya. dengan cepat Lia langsung salim dan meminta maaf sambil menunduk takut, "m-maaf, tadi aku ngelamun". "iya, gpp" jawab Artha singkat.


"kak, mau bareng nggak?"


"hari ini kakak gak kerja dulu dek, kakak ngersa gak enak badan" jelas Arga kepada adiknya.


"oh, yaudah kalo gitu. cepet sembuh ya kak"


setelah mengatakan itu Artha tak langsung pergi tapi sempat-sempat nya ia mencium bibir istrinya itu di depan suami sahnya.


M**muahh*


"dah. aku berangkat dulu ya, assalamualaikum"


"waalaikumsalam"

__ADS_1


"wa'alaikumsalam"


setelah Artha benar-benar sudah pergi


Arga dengan wajah yang sangat marah mengisyaratkan istrinya itu untuk duduk di sebelah nya.


"tadi malem ngapain aja?"


"anu.., itu.." jawab Lia kikuk


"kamu anggep aku apa?, demi Allah aku gak ridho kamu berhubungan **** sama Artha walaupun kalian udah nikah sirih secara sah Lia"


"sekarang aku mau kamu jujur..., jujur kamu suka kan. nolong orang gak harus sampe nikahin dia juga Liaaaa"


Lia tersentak kaget, yang di katakan Arga itu memang benar menolong seseorang tidak harus sampai sejauh ini. suka? ia memang menikmati nya sejauh ini.


"Lia!!!, jawab aku. aku benci kebisuan ini"


"...."


tanpa mengatakan sepatah katapun Lia langsung lari pergi ke kamarnya, tentu dari belakang Arga mengejar.


BRAKKK




dengan amarah yang memuncak Arga menggedor-gedor pintu dengan kasar sambil berteriak.


BAGHH BAGHH BAGHH!!


"LIAAA!!"


"BUKA PINTUNYA SEKARANG"


"BUKA!!!"


"BUKA ATAU KU DOBRAK!!"


saat ingin mendobrak pintu tubuh Arga di cekal dengan kuat, ternyata itu adalah ayahnya pak Syakir.


"kenapa pak, kenapa!!?"


"astaghfirullahallazim stighfar ga, jangan sampai kamu di kuasai setan" tutur pak Syakir mencoba menenangkan putra nya.

__ADS_1


"ARGH, PEPAS PAK" berontak Arga semakin tak terkendali


"istighfar Arga istighfar, astaghfirullahallazim..."


"astaghfirullahallazim..."


"astaghfirullahallazim..."


"astaghfirullahallazim..."


lama kelamaan hati dan kepala Arga mulai dingin tapi.. ketenangan itu tak berselang lama dengan sekejap Arga meneteskan air matanya ia menangis sampai meraung-raung tak karuan seperti orang gila, bahkan orang gila pun tak sampai seperti itunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


AYO COMENT DI BAWAH


SATU KATA BUAT LIA..


.


.


.


to be continue..

__ADS_1


__ADS_2