
POV: setelah semua drama yang terjadi di rumah, Arga tetap mencoba fokus untuk mengerjakan dateline nya yg sudah lama menumpuk.
"haaah...." Arga menghela nafas panjang, lalu ia mengalihkan pandangan ke arloji miliknya, "pukul 5.40" gumamnya.
setelah diam sejenak, Arga kembali melanjutkan pekerjaannya ia tak mau buang-buang waktu dengan terus memikirkan hal yang tak penting.
...****************...
Lima menit kemudian*
terlihat seseorang wanita muda masuk ke dalam ruangan Arga dan berjalan mendekati nya.
"selamat pagi pak" sapa wanita itu pada Arga
"oh, iya selamat pagi Mel" jawab Arga ramah.
"bapak gak berubah-berubah ya dari dulu, setiap hari selalu aja dateng nya lebih awal kalo gini kan saya harus bangun lebih pagi lagi pak"
"Hahahahah, kan bagus kamu bisa belajar lebih disiplin lagi dong."
"iya disiplin tapi ini jam 6 kurang pak, jam 6 aja blm. bahkan di kantor blm ada siapa-siapa yang Dateng loh cuma ada kita berdua sama pak satpam di depan"
"ya.., kan saya gak minta kamu datang cepet-cepet"
"kan saya sekertaris bapak, masa sekertaris dateng nya ngaret. sekertaris itu harus ada kapan dan di manapun bapak butuh saya."
"ya..ya.., terserah kamu aja"
"berkas buat meeting gak kelupaan kan kamu?"
"ya, enggak dong pak" meli merogoh tas miliknya lalu mengambil sebuah flashdisk dan menyerahkan nya pada Arga. "nih pak, semuanya udah saya simpen di dalem flashdisk"
"udah kamu periksa belum, entar salah flashdisk lagi"
"ah, bapak kalo ragu periksa aja sendiri. saya udah periksa tadi sebelum kesini bener kok"
"hmm" jawab Arga singkat padat dan jelas.
"hissssss, pak Arga mahhhh pagi-pagi udah bikin bete aja dah" meli mendengus sebal sambil menghentak-hebtakkan kaki nya seperti anak kecil
"puft.. hahaha, ada-ada aja kamu tuh" Arga tertawa kecil melihat sekertaris nya mendengus kesal seperti anak kecil itu.
"kamu kayak anak kecil tau gak"
"BODO!!!"
"ahahaha dasar, mau om kasih permen? biar gak marah lagi hmm?"
"AAAAAAAAA.., paaakkk Argaaaa!"
"haha, maaf maaf soalnya kamu lucu banget"
__ADS_1
"udah.. udah.., gak usah manyun-manyun gitu sana kerja"
"baik pak CEO" meli beranjak pergi dari ruangan Arga dan kembali kepos tempat ny berkerja.
"eh, tunggu-tunggu"
"kenapa pak?"
"kamu belum kasih tau schedule saya hari ini"
"schedule hari ini cuma meeting bareng pak Jordan sebelum makan siang sekitar jam 11an, terus makan siang sama para investor bareng Mr. Eunte, dan setelah makan siang sekitar jam 1 meeting lagi sama pemegang saham terbesar grup A."
"hanya itu?"
"iya, pak"
"baiklah, kamu bisa pergi sekarang"
*meli hanya mengangguk dan segera pergi dari sana*
"pemegang saham terbesar grup A?"
"bukan nya itu temennya Lia ya, emph... siapa nama nya,,, oh iya Lily"
*tok tok tok*
seseorang mengetuk pintu
...-Iyan Bramasta...
...- best friend Arga + temen kantor Arga...
...-direktur keuangan...
...-25th...
...----------------...
"Oi!, jangan ngerokok su. disini bebas asap rokok!!!" celoteh Arga marah
"hissssss, lu mah gak seru"
dengan kesal Iyan mematikan rokok miliknya
"CK, ada apaan kesini"
"gimana?" bisik iyan
"hah? apa nya?"
"itu..., Lia sama adik lu, gimana?!" tanya Iyan agak ragu-ragu
__ADS_1
"jadi gini..."
dengan pelan tapi pasti Arga menceritakan semua yang telah terjadi pada Iyan.
"HAH!, GILAK!!!. GAK NGERTI LAGI GW KALO KAYAK GINI"
"terus lu mau gimana setelah ini?"
"ya, gak gimana-gimana juga. memang nya gw harus gimana menurut Lo" Arga balik menanya
"ya.., seengak nya pisah kek sama Lia atau marah gitu sama Arthur dan kalo semua itu lu gak bisa selingkuh kek biar gak sad amat tuh hidup"
"lu tau gw kan, gak usah gw jawab juga lu ngerti"
Iyan menarik nafas berat.
"hufh.., dengan ini gw bisa ngambil pesan moral bahwa Bucin itu sangat tidak baik"
"anjir lah, liat aja entar kalo Lo udah nemu tambatan hati Bucin tingkat dewa Lo pasti dan lebih tidak baik lagi Lo sebagai temen malah nyaranin gw selingkuh"
"CK lu mah, padahal gw dah kasih saran sebagai temen masih aja di kritik dan apa kata Lo tadi tambatan hati? Mon maaf gak dulu"
"kan gw udah bilang liat aja nanti"
"terserah, tapi gw yakin itu gak mungkin terjadi"
Arga memutar malas bola matanya, "ya ya ya, udah sana balik ke ruangan Lo gw mau konsentrasi kerja nih"
Iyan tak menggubris perkataan Arga, dia malah mengambil salah satu amplop di meja Arga dan membaca nya.
"eh, grup A?"
Arga mengambil amplop tersebut dari Iyan.
"dah dah, gak ada kerjaan kah loh? atau mau gw tambahin pekerjaan Lo?"
"dih baperan, anak Bu Handin jangan gitu ya lain kali"
setelah mengatakan itu Iyan langsung kabur secepat kilat.
"an**g Lo Iyan!!!"
"pagi pagi udah buat orang naik darah aja dah"
...****************...
POV: Arga dan sekertaris nya meli memang cukup dekat bahkan kedekatan mereka sudah bukan lagi hal yang tabu bagi seisi kantor dan teman-temannya, mungkin karena kedekatan mereka sudah terjalin sejak SMA dulu yang pernah saling menjalin hubungan asmara bersama.
...-Ananda Meli Saputri...
...-sekertaris Arga...
...-24 th...
...( status: mantan pacar Arga )...
__ADS_1
...****************...