Bereinkarnasi Sebagai Pelayan Di Dunia Sihir

Bereinkarnasi Sebagai Pelayan Di Dunia Sihir
Bab 1 - Dimana ini?


__ADS_3

Saat aku bangun, hal yang saat itu aku rasakan adalah mataku berkunang-kunang.


Cahaya memenuhi pandanganku, aku memejamkan mata dan membukanya lagi karena ketidaknyamanannya ini.


Setelah sedikit tersadar, aku menemukan seorang wanita muda berambut hitam sedang menatapku.


Wanita itu cantik sekali...


(Siapa kau?)


Disampingnya, ada seorang wanita muda berambut cokelat yang sepertinya seusia denganku.


Wanita berambut hitam tersebut menatapku. Sembari ia menatapku, ia mengatakan sesuatu.


"*sh XXXXXXXX ba**un da* beXXX*a"


Apa yang dia katakan? Karena masih pening dan belum sadar sepenuhnya, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


"BI**---k*n **** *** XXXXXXXXX XXXXX *** le**h" Gadis berambut cokelat tersebut menjawab dengan ekspresi khawatir. Ampun dehh\, aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Cep*t\, k**a XXXX t**la*ba*!"


Suara orang ketiga datang dari suatu tempat.


Ishh, Aku benar-benar penasaran! apa yang mereka bicarakan?


Akhirnya aku sepenuhnya sadar!


Aku langsung duduk dari tidurku dan menengok kesana-kemari.


Dimana ini? Siapa mereka?


Tanpa pikir panjang aku langsung bertanya pada mereka, "Ma-maaf, dimana ini? Dan ... Kalian siapa?"


Suasana disana langsung hening seketika. Apa-apaan reaksi ini? Setidaknya jawab dulu dong, bukankah itu tidak sopan?


Gadis berambut cokelat tersebut tiba-tiba berteriak, "KYAAKK!! ESH HILANG INGATAN!!"


Teriakannya benar-benar membuatku pusing, sampai-sampai aku ingin tidur lagi saja. Lagipula, reaksinya itu benar-benar lambat!


"Tenanglah Lia! Mu-mungkin Esh hanya bercanda!" Ucap seorang gadis berambut merah. Sepertinya dialah orang ketiga yang berbicara tadi.


"Maaf, aku tidak bercanda... Memangnya kalian siapa? Kenapa memanggilku dengan sebutan 'Esh'?" Aku bertanya sekali lagi karena mereka tidak menjawabku sama sekali.


Gadis berambut hitam disebelahku pun dengan tenang berkata, "Duh, sepertinya Esh hilang ingatan karena kelelahan ya ..."


(Esh? Apa-apaan nama itu? Siapa itu? Aku? Tidak, Bukan! Itu bukan namaku! Lantas ... siapa?)

__ADS_1


"A-apa perlu kita panggil tuan muda?!"


"Tidak perlu. Memangnya tuan muda peduli dengan pelayan yang hilang ingatan? Tidak kan? Percuma saja."


(Tuan muda? Hah? Apa-apaan sih? Pelayan? Aku? Pelayan yang hilang ingatan? Apaan sih! Aku tidak mengerti?)


"Ka-kakak mungkin benar sih ... Tapi Esh kan pelayan pribadi tuan muda! Mungkin saja dia peduli! Kalau Esh hilang ingatan, siapa yang akan menggantikan pekerjaannya? Tidak ada seorangpun yang mau kan?"


"Ya sudah, silahkan coba saja dulu." Gadis berambut hitam tersebut kemudian melangkah keluar ruangan tersebut.


"Ka-kakak? Kakak mau kemana? Memanggil tuan muda? Kalau iya, aku ikut!!"


Kemudian gadis berambut cokelat dan merah pun pergi meninggalkan ruangan juga, meninggalkan aku sendirian.


Apa-apaan kalian? Kenapa meninggalkanku sendirian? Huh! Benar-benar tidak sopan!!"


Aku kemudian melihat ada sebuah cermin di dekat kasur yang sedang aku tiduri. Aku berjalan menuju cermin tersebut, tetapi kakiku tidak sakit sama sekali! Jika habis tertabrak, setidaknya kita akan kesusahan berjalan bukan?


Tak hanya itu ...


Aku benar-benar kaget! Orang yang ada di cermin tersebut bukan aku! Melainkan seorang gadis dengan rambut pirang dan mata biru terang bagaikan lautan!


Oh, yaampun! Siapa ini? Ini bukan aku!!


Dimana rambut dan mata berwarna hitam pekat milikku?!


Apakah ini mimpi? Apakah ini hanya khayalanku saja? Dimana ini? Oh! Benar!! Pasti ini mimpi bukan? Aku baru saja tertabrak mobil, jadi mungkin aku sedang koma dan ini pasti hanya mimpi!


Aku kemudian mencubit pipiku dengan keras sembari berharap bahwa ini hanya mimpi.


Tapi ... Sayang sekali, ini bukanlah mimpi! Rasa cubitan itu benar-benar terasa! Sangat sakit sekali!


Aku kembali melamun kembali dan tidak bisa berkata apa-apa.


Tak lama kemudian, Terdengar suara langkah kaki yang berjalan menuju kamar ini.


*Duakk*


"Esh! Aku sudah membawa tuan mudaa!!"


(Yaampun... Gadis itu datang lagi...)


"Eh, upss!!! Ma-maaf tuan muda! Saya berisik ya?!"


(Huh! Sadar diri juga kau!)


"Sudahlah, Kau bilang Esh hilang ingatan? Tapi dia terlihat baik-baik saja."

__ADS_1


"Ta-tapi! Dia benar-benar melupakan kami tuan muda! Ji-jika tuan tidak percaya, silahkan tanya sendiri pada Esh..."


"Hah... Yasudah..."


(Aishh!! Menyebalkannn!!! Jangan tanya! Jangan mendekatiku! Jauh-jauh sana! Hush hush!!)


"Hei ... "


(AKKKK!! SUDAH KUBILANG, JAUH-JAUH SANAAA!!!!!!!!!!)


Apa boleh buat... Aku harus menjawabnya kan? Huhh!!!!


"Y-ya?"


"Kau ingat siapa aku?"


(Akk!!! Blak-blakan sekali kauu!!!)


"Tidak... Anda siapa ya?" Sepertinya dia adalah orang terhormat sampai-sampai gadis coklat itu bersikap sopan. jadi setidaknya aku harus bersikap sopan kan?


"Ah, ternyata benar ya ... "


(Huh! Bukankah gadis coklat itu sudah memberitahumu dari awal?! Aku tidak mengenal kalian semua sama sekali! Percuma saja kau bertanya!)


"Lantas kita harus bagaimana tuan muda?"


"Hmm... Aku ... "


"Aku juga tidak tau."


(AKHHH!! BODOHNYAA!!! APA-APAAN KAU?!! SETIDAKNYA PIKIRKAN DENGAN BENAR!!)


"Lagipula, memangnya ada cara agar dapat mengembalikan ingatan seseorang?"


(Yah, dia ada benarnya juga...)


"Tu-tuan muda benar sih... Tetapi ... "


"Begini saja, Biarkan saja dulu Esh seperti ini selama kurang lebih 1 bulan. Mungkin saja ingatannya akan kembali perlahan. Tetapi jika ingatannya tak kunjung kembali, katakan padaku, dan aku akan memanggil seorang penyihir untuk mengecek apa yang terjadi padanya."


"Eh? Lalu bagaimana dengan pekerjaannya?"


"Ya, Kalian gantikan lah. Esh hilang ingatan jadi pasti tidak tau pekerjaannya juga. Ajarkan lah dia cara bekerja, jika dia sudah bisa, biarkan dia melakukan pekerjaannya lagi."


"Eh?! A-ah... Begitu ya ... Baik tuan muda!"


(Ehhh?!! Aku harus tetap bekerja di sini?! Meskipun aku hilang ingatan?!)

__ADS_1


AKKK!! MENYEBALKANNN!!!!!


__ADS_2