
Aku harus mulai mencoba sihir yang paling sederhana.
Buku panduan tersebut berisi metode untuk penggunaan mantra, maupun formasi sihir, tapi karena mantra sudah ditetapkan sebagai suatu hal yang normal, maka tidak ada kesempatan bagiku untuk coba menggambar simbol sihir. Aku tak punya pilihan lain selain menggunakan mantra.
Sepertinya, semakin sulit sihirnya, maka semakin lama pula waktu pelantunan mantra.
Tampaknya seorang penyihir yang terampil dapat menggunakan sihir tanpa mantra.
Mantra tanpa rapal, atau mengurangi perapalannya, itulah teknik yang mereka lakukan.
Tapi mengapa orang yang berbakat tidak memerlukan mantra?
Jumlah Mana yang diperlukan untuk melepaskan teknik tidak berubah, dan walaupun levelmu naik, MP-mu tidak akan meningkat.
Atau ... , apakah jika kita semakin terampil, maka kau semakin sedikit menggunakan mantra?
Tidak. walaupun itu tidak mengurangi penggunaan Mana seseorang, tidak ada alasan untuk melewatkan tahapan dasar.
" ..... Ah, terserah lah, aku akan mencobanya terlebih dahulu!"
Aku memegang buku panduan sihir di tangan kiriku, sembari mengulurkan tangan kananku, aku membaca beberapa mantra.
"Wahai dewa, Limpahkanlah air di tempat yang engkau inginkan, biarkanlah bola air mengalir di sini, {WATER BALL!} "
Aku merasakan sensasi pengumpulan darah di tangan kananku.
Darahku terasa seolah-olah diperas keluar, tiba-tiba peluru air seukuran kepalan tanganku muncul di depan tangan kananku.
"Wahh!!"
Saat aku takjub, peluru air itupun terjatuh ke lantai ... kemudian lenyap.
Buku ini mengatakan bahwa peluru air harus ditembakkan, tapi ini justru malah jatuh ke lantai begitu saja.
__ADS_1
Mungkin karena konsentrasiku telah rusak ... Sepertinya karena itu mantranya gagal.
Konsentrasi, konsentrasi! ...
Terasa sensasi pengumpulan darah kembali di tangan kananku. Hmmm.....
Aku mengangkat tangan kananku sekali lagi dan mencoba mengingat perasaan barusan, lalu membayangkannya dalam kepalaku.
Aku tidak tahu berapa banyak Mana yang kumiliki tapi, sebaiknya aku anggap dulu bahwa diriku belum mampu melakukan ini berkali-kali.
"Hufff... Haaa ....."
Aku mulai menghela nafasku,
Kemudian, aku membayangkan suatu tembakan sihir yang muncul dari telapak tanganku ...
Air, air, air, Bola, bola, bola, bola air, bola air, bola air...
Uang ...
Baiklah, sekali lagi...
Konsentrasi, airrrrrrrr! .....
"HAHH!"
Tanpa sadar, aku berteriak, lantas sebuah peluru air pun keluar.
*Blop.
"Eh, .....?"
Ketika aku terkejut, peluru air tersebut jatuh ke lantai dengan cepat.
__ADS_1
*Cepluk.
" ........ Ah."
Eh, huhh? ... Tunggu! Barusan, aku tidak merapalkan mantra apapun, kan?!
Bagaimana bisa.....?
Yang aku lakukan hanyalah mengingat kembali perasaan ketika aku menggunakan mantra, kemudian menirukannya di dalam pikiranku.
Kalau begitu, apakah aku tidak perlu merapalkan mantra jika aku sanggup mengulang aliran sihirnya?
Semudah itukah pelantunan mantra tanpa rapal?
Bukankah seharusnya itu adalah teknik kelas tinggi, ya?
"Cih!, Jika ternyata semudah ini caranya, maka apa gunanya mantra?"
Bahkan seorang pemula sepertiku dapat melepaskan sihir dengan menggunakan mantra tanpa rapal.
Mengkonsentrasikan Mana di ujung jariku, dan membayangkan bentuknya di pikiran, Seperti itulah dasarnya.
Dalam hal ini, sepertinya mantra benar-benar tidak dibutuhkan.
Malahan, sepertinya semua orang bisa melakukan ini.
(..... Hmm.)
Mungkinkah mantra adalah aktivasi sihir?
Tidak perlu mengingat kembali perasaan ketika mengumpulkan darah. aku bisa menyelesaikannya jika aku melepaskan suaraku.
Mungkin begitu ...
__ADS_1
Hmm ... Ini seperti sebuah mobil otomatis. Seseorang bisa mengubah kemudinya ke sistem manual, dan mobil itu masih berfungsi.
"Mantra akan melepaskan sihir secara otomatis ..."