Bereinkarnasi Sebagai Pelayan Di Dunia Sihir

Bereinkarnasi Sebagai Pelayan Di Dunia Sihir
Bab 4 - rencana selanjutnya


__ADS_3

Sekitar 2 bulan berlalu setelah aku bereinkarnasi, dan sudah sekitar 1 bulan yang lalu hal 'itu' terjadi.


Yup, itu adalah saat ketika aku dipanggil oleh tuan muda ke ruang kerjanya.


Setelah 2 hari saat aku diusir dari ruang kerjanya, tuan muda memanggilku kembali ke ruang kerjanya untuk membahasnya kembali.


Kukira, aku akan berdebat dengannya lagi, tetapi dia menyetujuinya dengan mudahnya...


Berarti selama itu, usahaku untuk membujuknya jadi sia-sia bukan? Menyebalkan!, harusnya dia langsung menyetujuinya saja!


Yah, Sekarang itu sudah berlalu dan aku sudah sedikit melupakannya.


Setelah memutuskan untuk hidup dengan serius, aku mulai mempertimbangkan apa yang bisa aku lakukan.


Rencanaku selanjutnya sekarang adalah.....


Yup!, Belajar sihir!!


Saat melihat nona Fiona mengeluarkan sihir penyembuhan, aku langsung terpesona kepada sihir begitu saja!


Dan lagi, jika aku bisa menggunakan sihir, apakah aku akan bisa pergi berpetualang dan berhenti dari pekerjaan pelayan ini?!


Tapi ... Masalahnya sekarang adalah ...


DARI MANA AKU BISA BELAJAR SIHIR?!!


Esoknya, aku sadar bahwa mungkin saja aku bisa belajar sihir dari sebuah buku?


Untungnya, aku bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.


Tetapi, justru ini malah menambah masalah lainnya!


Dari mana aku bisa mendapatkan sebuah buku sihir?!, Dan bagaimana cara mendapatkannya?!


Tidak, tunggu! Aku tahu!! Aku mungkin saja bisa menemukan buku sihir di sebuah perpustakaan bukan?!


Ah, tidak. bodohnya aku ...


Mana mungkin pelayan sepertiku boleh masuk ke ruang perpustakaan seenaknya?

__ADS_1


Aku mungkin hanya bisa masuk ke ruang perpustakaan saat ingin membersihkannya saja.


Hmm... Bagaimana caranya ya? ...


Ah!, Apakah aku bisa meminta izin pada tuan muda untuk memasuki perpustakaan?!


Baiklah! Ayo kita lakukan itu!!


*Tok tok*


"Pe-permisi tuan muda!"


"Ya, masuklah."


"Maaf telah mengganggu waktu anda, Tetapi saya memiliki hal yang harus dibicarakan!"


"Yah, pekerjaanku tidak terlalu banyak sih. Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?"


"I-itu ..."


(Haruskah aku terus terang mengatakannya? Atau aku harus basa-basi terlebih dahulu? ... Ah, sudahlah! Langsung saja deh!)


"Eh ... ? Hanya itu?"


"Ya? ... "


"Ah, iya tuan!"


(A-ada apa ini? Apakah dia akan menolaknya? Apakah dia menganggap aku membuang-buang waktunya?! Pasti dia akan menolaknya bukan?!!)


" ... Ya, boleh saja sih..."


" ... Ha?"


(Wah! Ini diluar dugaan ku!, Syukurlah dia mengizinkannya!)


"Be-benarkah?!!"


"Ya, tapi ... Kenapa kau ingin memasuki ruang perpustakaan?"

__ADS_1


(Ah!, haruskah aku bilang secara jujur? Eh, tidak!, Pastinya aku akan dicurigai!, karena tidak mungkin pelayan sepertiku ingin belajar sebuah sihir!)


(Sepertinya aku harus berbohong deh ... Maafkan aku tuannnn!!)


"Ah, itu ... Sa-saya ingin menambah pengetahuan saya dengan membaca buku-buku yang ada di perpustakaan tuan!


"Hee ... Begitu ya ... "


"Ya!, A-ada apa tuan?"


(A-apakah aku dicurigai?! Apakah dia curiga bahwa aku berbohong?!!)


"Tidak, aku hanya tidak menyangka bahwa pelayan sepertimu ingin menambah pengetahuan dengan membaca buku. Dan lagi, kau sampai berani meminta izin kepada tuan rumah hanya untuk itu."


"A-ah, Tu-tuan mengatakan itu seperti hal yang jarang terjadi saja deh, ha-haha ... "


(U ... Untungnya dia tidak curiga!!)


"Tapi ..."


"Sebaiknya, kau membaca di perpustakaan pribadiku saja."


" ..... Eh?"


" ... "


"EHHHHHH??!!!"


"T-ta-tapi kenapa tuan?!"


" ... Apa ada yang salah? Aku hanya ingin jaga-jaga saja, karena siapa tahu kau akan melakukan hal mencurigakan. Ruang perpustakaan pribadiku bersebelahan dengan ruang kerjaku, jadi mungkin saja aku bisa tahu apa yang kau lakukan di perpustakaan."


(Iya!, justru itu masalahnya! Ternyata dugaanku benar!, Dia itu mencurigaiku sejak awal!!)


"T-tidak ada tuan!"


(Mau bagaimana lagi!! Aku harus menerimanya saja!)


Duh!! Rencanaku jadi makin berantakan nihh!!

__ADS_1


__ADS_2