
Sebulan hampir berlalu...
Sepertinya aku telah bereinkarnasi. Akhirnya aku menyadari kenyataan ini.
Sepertinya doaku saat itu terkabulkan ya ... ? Hanya saja ...
Kenapa ...
Kenapa aku harus bereinkarnasi sebagai "Esh" ?!!
Saat ini, aku bereinkarnasi di dalam sebuah novel berjudul "The daily of evil Grand Duke".
Itu adalah sebuah novel sederhana tentang kesehari-harian Grand Duke dan orang-orang di dalam istana.
Tidak salah lagi, Tuan muda yang saat itu pertama kali kutemui adalah pemeran utamanya! Dialah "Dea Grandles"!!
Ah.. sulit kupercaya aku bereinkarnasi di novel ini...
Tapi jujur, aku tidak masalah dengan hal itu hanya saja...
Esh adalah pelayan pribadi Dea Grandles yang akan mati karena penyebab yang tidak diketahui!
Padahal aku sudah bertekad untuk bertahan hidup dan menjadi sukses kali ini! Tapi kenapa?!!
"Sh ... "
"E ... Sh"
"Esh!!!"
"A-ah! Ya, Tuan muda?!"
"Kenapa kau melamun begitu?! Fokuslah mengelap jendelanya. Jika kau melamun terus menerus, pekerjaan itu tidak akan selesai... dan apa kau tidak apa-apa? Akhir-akhir ini kau terus melamun."
__ADS_1
"Saya tidak apa-apa tuan muda! Maaf, akhir-akhir ini saya sedang memikirkan banyak hal!"
(Tentu saja aku melamun!! Aku itu bereinkarnasi sebagai karakter yang akan mati tahu?!!) Sebenarnya aku sangat ingin mengatakan itu padanya.
"Begitu ya... Tapi jangan melamun terlalu sering! Nanti pekerjaanmu tidak akan selesai!"
"Oh, omong-omong setelah membersihkan jendela ruang kerjaku dan jendela perpustakaan pribadiku di lantai 2, kau boleh beristirahat."
"Baik tuan muda!"
Akhirnya hampir selesai juga! Jika aku selesai membersihkan jendela terakhir ini aku bisa beristirahat!
Yah... Meskipun ini tidak terlalu nyaman ...
Karena nona "Fiona Ludenberg", sedang ada di sini... Tepatnya, ada di sebelah kiri ku...
Entah karena Fiona dan Dea berteman akrab sejak kecil, mungkin karena itu Fiona diperbolehkan memasuki ruang perpustakaan pribadi Dea.
Aku bisa tidak menghiraukannya sih...
Ketika aku melihat keluar jendela aku sangat terkejut.
Ada "Espada" yang sedang berlatih pedang di bawah sana, aku hampir saja lupa bahwa jendela perpustakaan pribadi milik Dea di lantai 2 berhadapan dengan tempat latihan pribadi Espada.
Espada adalah pengawal pribadi Dea Ludenberg, bisa dibilang aku dan dia hampir mirip? Aku adalah pelayan pribadi Dea, sedangkan Espada adalah pengawal pribadinya.
Meskipun setiap hari kami sering bertemu, kami jarang saling berbincang-bincang dan tidak terlalu akrab.
Upss!, Tiba-tiba saja mata kami saling bertatapan!
Karena Shock aku pun terjatuh dari kursi. Lantas kepalaku terjatuh kelantai.
"Kyaa!"
__ADS_1
Aku mendengar jeritan ketika tubuhku membentur lantai.
Ternyata yang berteriak adalah Fiona.
Fiona melihatku dan segera menjatuhkan buku-buku yang sedang ia baca.
"Apakah kau baik-baik saja?!"
Fiona bergegas menuju kearah ku dengan panik.
"Y-ya, saya baik-baik saja Nona! Maaf jika saya mengganggu anda!"
Dengan tatapan lega, dia melihat mataku, lantas meletakkan tangan di dadanya. "Fiuh, syukurlah kau tampaknya baik-baik saja."
Dengan hati-hati Fiona memeriksa kepalaku, kemudian dia meletakan tangannya di atas kepalaku.
"Hmm... Untuk jaga-jaga ... "
"Wahai dewa, sembuhkanlah mereka yang sedang sakit, berilah mereka kekuatan yang berlimpah agar bisa berdiri kembali, {HEALING!}"
Aku hampir saja mengatakan, "Hei tunggu, memangnya kau kira ini adalah dunia dimana kau hanya perlu bilang 'sakit, sakit, sembuhlah segera'?"
Ketika aku mengatakan begitu.....
Tiba-tiba tangan Fiona memancarkan cahaya hijau, dan dalam sekejap, rasa sakitku lenyap.
( ..... Eh?)
"Hmm ... Apakah sekarang kepalamu tidak sakit lagi? Bagaimanapun juga, sebenarnya aku agak ahli dalam menggunakan sihir loh! Terutama sihir penyembuhan!," Fiona mengatakan itu dengan lagak sombong.
Aku langsung larut ke dalam kebingungan.
Pedang, prajurit, sihir, penyembuhan, mantra, pendeta, penyihir. Semua istilah itu bergema di dalam pikiranku.
__ADS_1
Akhirnya aku sadar, bahwa novel ini memang berhubungan dengan hal-hal fantasi, dan itu semua memanglah nyata!!