
11 Desember 2021
Kisahku untukmu, Hans.
Kata demi kata yang kini berkembang jadi satu kalimat, kini sudah menjadi kisah yang siap kau dengarkan. Jika pertanyaannya mengapa aku tidak berharap kamu akan menyadari semua ini, karena hal yang terpenting bagiku adalah mengagumimu dalam diam itu sudah cukup membuat hatiku merasa bahagia.
Kala malam itu begitu sangat terang yang dihiasi dengan bulan dan butiran butiran bintang yang meramaikan suasana malam ini. Sejuk rasanya dipandang dan menikmati dinginnya angin di malam hari. Sejenak aku terdiam dan menyadari bahwa di sini aku sendiri tanpa seorang pun ada di sisiku. Semuanya pergi menghilang, ntah apa yang sedang terjadi. Apakah ini hanyalah perasaanku atau memang kenyataaan yang harus aku hadapi kedepannya.
Kisah ini berawal saat aku sedang dirumah sakit. Tapi sebelum ngelanjutin kisahku, perkenalkan aku Anggita Anastasya. Tapi semua orang memanggilku dengan sebutan Anggit. Aku berusia 17 tahun yang sekarang sedang duduk di bangku SMA. Menjadi murid yang aktif dalam ranah organisasi adalah salah satu hal yang terpenting bagiku, eitssss.... bukan berarti aku melalaikan tugas sekolah ya.
“Anggitttt, kamu ada kenalan ketua OSIS dibeberapa sekolah ga? Bingung banget tau karena peserta webinarnya masih kurang,” gumam Wel.
“Wait.. Aku punya beberapa teman yang dianya itu anggota OSIS juga disekolahnya. Mana tau dia mau bantu kita,” jawabku kepada Wel.
Aku tak henti mengechatt beberapa temanku yang mungkin dia salah satu anggota OSIS. Tapi tak sengaja ada pesan masuk dari wa, yang ternyata pesan itu dari Devan. “Aku udah ga tau lagi mau bilang apa ke kamu tapi intinya cukup sampai disini aja. Kamu baik tapi mungkin kita udah ga bisa kayak yang dulu lagi.” Melihat pesan tersebut aku tersontak terdiam dan tanpa sadar setetes air mata mulai membasahi wajahku. Aku tak menginginkan semua ini terjadi, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Aku tak kuasa menahan tangis ini. Aku biarkan mereka membasahi wajahku. Wel heran denganku yang tiba-tiba mengeluarkan air mata. Tak sanggup melihatnya, Wel langsung memeluk ku dan berkata “Apapun masalahnya hadapi itu dengan tegar, sedih dan kecewa itu hal yang wajar tapi jangan terlalut dalam kesedihan.”
Suasana malam yang indah dan penuh harapan kini berubah menjadi malam yang penuh hampa. Sejenak aku lupa dengan tujuan awalku. Detak jantung yang mulai tak stabil hembusan napas satu persatu membuat orang disekitarku mulai panik dengan keadaanku. Tanpa berpikir panjang Wel bergegas memanggil dokter. Tak lama kemudian Wel datang dengan membawa dokter.
“Beri Anggit waktu istirahat jangan biarkan dia setres ya,” gumam dokter kepada Wel.
Setelah diperiksa Wel segera mengantarkan dokter sampai depan pintu dan tak sengaja ada mamaku yang baru datang. Sontak terdiam, mamaku bingung kenapa dijam segini ada dokter yang masuk ke dalam ruangan anaknya. Apa yang terjadi sehingga hal ini terjadi. Mamaku langsung masuk kedalam.
“Sayanggg... Kamu kenapa, baru saja mama tinggal sebentar dan kamu langsung begini,” tanya mama Anggit dengan wajah yang histeris panik.
“Anggit gpp ma, tadi cuman sesak biasa aja kok ma, mama jangan khawatir ya. Aku baik baik aja kok, kalau ga percaya tanya Wel,” jawabnya dengan dipenuhi wajah yang tersenyum.
“Yasudah mending kamu sekarang istirahat dan jangan main hp lagi,” ucap mama Anggit.
“Tan, Wel pulang dulu ya soalnya papa udah bolak balik nanyain Wel kapan pulang.” Ucap Wel sambil pamitan.
“Hati hati dijalan ya Wel, makasih udah jagain Anggit pas tante gada di rs sampaikan salam tante sama mama papa kamu ya,” pesan mama Anggit.
Wel pun segera pulang ke rumah dan aku akhirnya bisa tertidur dengan nyenyak.
Bedug subuh pun terdengar bertalu-talu, suara adzan yang berkumandang menandakan untuk umat islam melaksanakan subuh. Kicauan burung mulai terdengar indah. Tampaknya malam telah usai pergi dan sang fajar pun akan segera menyingsing. Buka matamu agar matahari bisa terbit, bunga bisa mekar karena semua menunggu untuk melihat senyum indahmu. Harapan dan peluang baru pun muncul di setiap harinya. Ada kalanya kita selalu bersyukur atas nikmat yang di berikan. Memulai hari baru haruslah dengan semangat.
Tak lama mama membuka jendela agar aku bisa menghirup udara segar. Menatap keluar dan sejenak aku mengingat kenangan indah bersamanya. Canda tawa yang pernah kulakukan bersamanya kini akan berubah menjadi asing. Aku berpikir, apakah ini cara Tuhan agar aku dan dia bisa sama sama memperrbaiki diri kami dan menjadi orang yang jauh lebih baik kedepannya. Atau memang Tuhan tau dia bukanlah orang yang baik.
Kringgggg.... kringgggggggg.....
Pesan masuk dari salah saru temanku yang aku chtt tadi malam.
__ADS_1
“Git, ini nomor ketua OSIS ku ya. Sebelumnya maaf lama bales karena tadi malam aku cepat tidur. Sorry banger ya Git.”
Aku langsung mengambil hpku dan mengechtt ketua OSIS tersebut.
“Assalamualaikum Wr.Wb bg.... Maaf sebelumnya mengganggu,” ucapku didalam chatt tersebut.
“Wa’alaikumsalam Wr.Wb sebentar, ini dengan siapa ya?” responnya dengan begitu cepat.
“Sebelumnya perkenalkan saya Anggita Anastaysa selaku Bendahara Umum Inti OSIS SMA 3 Karawang. Maksud dan tujuan saya disini mau mengundang kamu dan rekan Osis kamu untuk bekerja sama dengan kami. Saya ijin share wa kamu ke sekretaris divisi saya ya” aku sedikit grogi saat ngchatt dia, rasanya ada hal yang aneh.
“Oooooo iya-iya, saya tunggu ya hehehe, perkenalkan aku Hans selaku Ketua OSIS SMA ALFIT Karawang” responnya yang begitu cepat.
Tanpa disadari hampir tiap hari aku chttn dengannya. Hans, ya nama yang begitu singkat yang selalu ada dipikiranku. Caranya merespon ku membuatku semakin hari bisa melupakan Devan. Hans membuatku merasa nyaman dengannya. Walaupun belum pernah jumpa tapi setidaknya aku bisa merasakan kalau dia adalah orang yang baik. Hari ini aku merasa bahagia, karena dokter mengijinkanku pulang dari rs. Hal aneh yang timbul dihatiku, aku merasa kenyamanan,rasa ingin tau yang mendalam tentang diri Hans. Sampai aku pernah berkata kepadanya bahwa akan ada pesan masuk tiap harinya dariku. Tak peduli apa yang dipikirkan olehnya.
Sampai dimana aku mulai merasakan bahwa aku menyukainya. Ini adalah salah satu sejarah bagiku bisa menyukai seseorang hampir setahun tanpa memberitahunya. Yahhh, memang terkadang ini hal yang biasa tapi bagiku ini salah satu sejarahku di masa remaja ini. Kami saling memberikan kabar dan terkadang aku tetap menunggu ruang dihatinya, menunggunya walaupun sekarang aku dan dia udah jarang saling tegur sapa didunia maya.
Aku tak menyangka kalau ada pesan masuk dari salah satu akun sosial mediaku dan ternyata pesan itu darinya. Memang terlihat singkat,namun memiliki makna bagiku.
“Apa kabar, gimana puasanya?” –notif dari nya.
“Ehhh kamu, tumben banget ngechat aku kabarku alhamdulillah baik. Kalau kamu gimana kak?” jawabku selang 2 menit.
“Hahahaha ya kak, aku bakalan rajin sekolah. Kakak juga rajin kuliah ya, ingat lo gak boleh main main soalnya kakak baru aja jadi maba. Doain ya kak semoga aku bisa jadi cewe yang independen hehehe” balasku dengan cepat.
Sekian lama tak saling tegur sapa di media sosial kini topik pembicaraan mulai dibuka. Pembincangan yang baik, responnya yang selalu memberikan hal hal postif yang selalu menjadi salah satu support systemku dalam hal belajar membuatku semakin semangat untuk lebih giat lagi mengejar impianku. Yah, terkadang bayangan Devan membuatku terganggu. Terkadang aku sulit mengendalikan hatiku. Perasaan yang tak karuan ini membuatku dilema akan Devan dan Hans.
Sama seperti halnya dimana aku sulit melupakan Devan, kini Hans juga memiliki masa lalu yang mana ia juga sulit melupakan seseorang yang pernah singgah di hatinya. Kini kami berdua sama sama menantikan ruang dihati ini. Terkadang aku berpikir apakah Hans bisa memberi ruang dihatinya. Dan sebaliknya ia berpikir apakah aku bisa memberikan ruang dihatiku.
Cinta, dengarkan hati
Nurani meneladani
Baru kusadari
Aku kini
Kehilanganmu
Malam,rembulan berlalu
Hati masih bertalu
__ADS_1
Bahagia denganmu
Kini senyap
Jiwa tak bertuan
Tanpa berpamitan kamu
Menghilang bagaikan ditelan samudra
Kuingat-ingat apakah aku salah
Dan menyinggung perasaanmu
Meski sejuta senja aku
Menangis merindukan bayanganmu
Namun hidupku harus terus berjalan dengan hati
Rela
Lantunan lagu yang membuat haiku semakin terluka. Perlahan, setetes air mata mulai membasahi wajahku. Aku tak berdaya dengan semua ini. Yah Hans memang orang baik, ia mampu membuatku nyaman. Bertukar cerita,canda tawa mulai asik kami lalui. Kami dua orang yang sama sama belum bisa ngelupain masa lalu. Tapi, kami juga butuh ruang baru untuk menerima orang baru. Yahhh walau terkadang kami ingin bersama tetapi kami tak ingin egois dalam mengambil keputusan. Kami sadar masih ada bayangan masa lalu yang menghampiri satu sama lain.
“Hans, kita dua orang yang sama sama menantikan ruang baru, tapi kita juga belum bisa nerima keadaan ini sepenuhnya. Kisahmu sama seperti kisahku” ucapku kepada Hans.
“Kakak tau ini sulit buat dihadapi tapi bukan berarti kita lupa dengan tujuan kita. Mungkin sekarang baik kamu maupun aku sulit memberikan ruang tapi kita sama sama hadapi itu semua dan saling support satu sama lain” balas Hans kepadaku.
Melihat pesan ini membuatku semakin lega dan sejenak aku yakin dengan Hans kalau suatu saat nanti baik aku maupun dia bisa memberikan ruang diantara kami, dan aku selalu meminta hal baik kepada Tuhan.
“Tuhan, aku tak tau tentang ini semua. Kau menciptakan perasaan dan logika ku untuk merasakan serta berpikir apa yang sebenarnya yang ku alami. Perasaan ini sulit dikendalikan, disatu sisi aku harus fokus dengan karirku dan disatu sisi lainnya semua ini menjadi hambatan bagiku. Jika suatu saat aku di beri kesempatan buat bertemu dengannya, maka ijinkan aku untuk bertemu dengan nya dalam situasi dimana aku sudah siap menjadi wanita yang
independen. Hans orang baik, jangan pernah sekalipun dia sedih. Buat dia selalu tersenyum dan gak pernah merasakan kesedihan.”
Haii Hanssss...!!!
Akhirnya aku bisa menceritakan sejarah kita, sejarah dimana awalnya kita kenal dan sampai sekarang kita dekat. Sulit Hans buat di tuangkan diselembar kertas, namun aku tak tau lagi gimana caranya agar aku bisa selalu mengenang tentang kita. Aku cuman mau bilang kalau nanti kamu dapat baca kisah yang kubuat. Maka aku bakalan bilang makasih, makasih karena udah ada buat aku, makasih karena udah jadi support systemnya aku. Aku disini bakalan rajin belajar kok hehehe aku juga bakalan selalu ingat apa kata kamu, kalau aku harus jadi cewe yang independen. Hanss... Jaga kesehatan, dan semangat terus kuliahnya ya.
I keep you in my heart
Salam hanggat dari Anggit-Nya Hans !!
__ADS_1